Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula

Grasshopper bukan software yang digandrungi oleh desainer-desainer yang saya kenal, baik di Indonesia maupun di Luar. Grasshopper dianggap terlalu rumit, terlalu advance, dan terlalu bertele-tele. Bahkan banyak desainer yang berujar bahwa Grasshopper bagi mereka “ngga keotakan” sehingga mereka enggan untuk berurusan dengan Grasshopper. Hanya segelintir yang antusias untuk mempelajari Grasshopper.

Sebenarnya saya yakin bukan karena Grasshopper itu rumit untuk dipelajari, melainkan karena sedikitnya tiga alasan lain. Pertama, software Rhino dan Grasshopper selalu mengalami perkembangan. Dalam versi-versi terbaru banyak Command Rhino yang berubah, banyak Component Grasshopper yang berevolusi, dan banyak juga plug-in baru yang menyebabkan tutorial Grasshopper versi lama tidak lagi berlaku. Kedua, memahami grasshopper perlu pemahaman logika pemrograman, sekalipun hanya pemahaman umum. Terkadang desainer juga diundang untuk ‘ngulik’ bahasa matematika dan kalkulus. Ketiga, memahami grasshopper perlu waktu, sesuatu yang jarang dimiliki arsitek professional atau desainer pada umumnya.

Padahal sebenarnya, jika kita pelajari perlahan-lahan, Grasshopper sangat mudah dicerna. Untuk belajar Grasshopper, beberapa langkah persiapan perlu dilakukan. Di antaranya:

  1. Download dan Install program Rhinoceros di komputer atau laptop Anda dari website resmi Rhino. Pastikan bahwa komputer yang digunakan memenuhi standar spesifikasi yang diperlukan. Saya beruntung telah mendapatkan software berlisensi dari almamater saya dulu. Sampai sekarang saya belum update, takut lisensi-nya hilang. Jadi harap bersabar bila dalam tutorial ini ada yang kurang matching dengan Rhino dan Grasshopper yang Anda punya. Saya masih pakai Rhinoceros 5.0 dan Grasshopper 0.9.0076.
  2. Download dan install Grasshopper dari website resmi Grasshopper.
  3. Pada website Grasshopper search dan download Grasshopper Primer dari Lift Architect (yang dibuat masih berdasarkan grasshopper versi lama, namun sangat membantu untuk belajar software ini dari dasar. Bisa juga mencari kumpulan video perkenalan Grasshopper dari Udemi (Bahasa Inggris).
  4. Jika perlu menggunakan software ini secepatnya, misalnya dalam project yang sedang deadline, silakan cari logika atau bentuk yang mirip dalam berbagai tutorial yang tersebar di web, youtube, ataupun Instagram. Kadang cara tercepat untuk belajar memang by practice.

Setelah persiapan ini selesai dilakukan saatnya mengenali interface / ruang interaksi Grasshopper. Caranya:

  1. Buka software Rhino

  1. Buka Grasshopper.

Pada Commands Bar di bagian atas, ketik Grasshopper dan tekan Enter. Software Grasshopper akan muncul dalam jendela yang terpisah. Rhino dan Grasshopper ini ibarat dua software yang ‘nyambung’. Terkadang kita menjadikan objek yang kita buat di Rhino sebagai input untuk Grasshopper, namun secara umum apapun yang kita rancang dalam Grasshopper akan ditampilkan di Rhino secara ‘live’.

  1. Mempelajari interface Grasshopper.

Bagian terpenting dari Grasshopper adalah Canvas dan Component. Canvas adalah layar berwarna abu muda tempat kita “menggambar” atau “menulis” script. Sementara itu Component adalah “lego” yang kita susun menjadi sebuah script yang dikenal dengan istilah “definition”. Setiap Component memiliki nama, tombol input, dan tombol output. Penampilannya seperti baterai yang bila disambung satu sama lain akan membentuk kalimat pemrograman yang panjang.

03

  1. Mempelajari jenis Component.

Terdapat ratusan Component yang terbagi ke dalam 10 kategori: Params, Math, Sets, Vector, Curve, Surface, Mesh, Intersect, Transform, dan Display. Cara untuk menemukan Component ini adalah (1) dengan membuka tab-tab di bagian atas jendela Grasshopper, atau (2) dengan double-click pada permukaan Canvas dan mengetik nama component yang kita inginkan.

Pengertian masing-masing kategori yang mengelompokan Component Grasshopper bisa segera di lihat dalam artikel yang satu ini. Kemudian definisi masing-masing Component itu sendiri bisa dilihat dalam website resmi Grasshopper (Bahasa Inggris, tentunya. Harap siapkan kamus). Jika kita mengikuti petunjuk Grasshopper Primer secara runut dan mengerjakan contoh latihan dalam buku tersebut, secara otomatis kita juga akan semakin mengenal apa itu component dan sedikit demi sedikit vocabulary Component kita bertambah.

Dari sini cukup jelas bahwa pengetahuan kita akan macam-macam Component serta cara mereka bekerja akan sangat membantu kita merancang di Grasshopper dengan cepat, if we are in the hurry.

  1. Bereksperimen dengan rangkaian Component.

Bentuk beragam definition dan perhatikan hasilnya dalam layar Rhino. Sebagai desainer, tentu kita sendiri tetap yang menjadi kurator hasil akhir rancangan yang dihasilkan oleh Grasshopper.

Setelah perkenalan, langkah selanjutnya adalah bereksperimen. Terkadang kita bisa menjiplak dan memodifikasi Definition rancangan desainer lain, jika mendapat izin dari yang bersangkutan. Terkadang kita harus merancang logikanya terlebih dahulu lalu mengujinya dalam Grasshopper. Keberhasilan menghasilkan Definition yang mulus tentunya super sweet dan worth it, seperti halnya developer yang berhasil menulis coding. Jadi jangan menyerah. Terus bereksperimen.

Semoga bermanfaat. Wallahua’lam.

One Reply to “Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *