Material M002 – Mencari Peluang dengan Silicone, Seberapa Hijau Material Putih Ini?

Silicone adalah material yang digunakan untuk berbagai produk rumah tangga. Bahan ini semakin populer beberapa tahun belakangan ini, karena kemudahannya untuk dibentuk, kemudahan dibersihkan, dan ketahanannya terhadap panas. Penggunaannya di rumah-rumah terutama untuk keperluan baking, cetakan kue, alas tahan panas, adonan, perekat, anti-air, moulding, dan lain sebagainya. Silicone, atau yang disebut dengan polysiloxanes (polymerized siloxanes) adalah polimer racikan manusia yang terbentuk dari struktur senyawa anorganik atas unsur silicon (Si) dan oksigen (O).

Perbedaan Silicone dan silicon.

Silicone adalah istilah dari F.S. Kipping tahun 1902 untuk mendeskripsikan Ph2SiO dimana Ph atau phenil adalah C6H5. Namun, istilah yang sesungguhnya lebih sesuai untuk Silicone adalah Siloxanes, menurut stándar penamaan kimia modern. Sementara itu Silicon adalah unsur alam, metalloid terkristal, yang digunakan pada komputer dan perlengkapan komputer lainnya. Itulah sebabnya pusat industri digital disebut dengan Silicon Valley.

Proses sintesa Silicone adalah melalui proses hidrolisis dymethildiclorosilane. Alternatif penggunaan silyl chlorides adalah caulks silyl acetates, yang menghasilkan lebih sedikit acetic acid. Manfaat dari material ini adalah: rendahnya konduksi panas, rendahknya reaksi akibat panas, rendahnya zat racun, memiliki stabilitas terhadap suhu yang tinggi dari –(100) hingga 250 derajat Celsius, anti air, tidak menjadi médium bakteri atau mikroba lainnya, menempel baik pada material tertentu, tidak mengalirkan listrik, memiliki ketahanan terhadap oksidasi, ozone, dan ultraviolet, memiliki pori tembus udara sehingga tidak dapat digunakan untuk wadah kedap udara.

Perkembangan silicone menjadi karet silicone, membuka pemanfaatan silicone ke berbagai industri. Beberapa di antaranya adalah indutri otomotif, coatings, peralatan dapur, defoamer, dry cleaning solvents, elektronik, anti-kebakaran, pelumas, industri kesehatan, moulding, industri kosmetik, mekanikal, konstruksi, dan industri mainan.

Kebutuhan dunia akan silikon yang sangat banyak, memberikan tanda tanya mengenai supplier terbesar material ini. Terdapat setidaknya tiga (3) kelompok produsen bahan dasar silicone: the European Silicone Center (CES) in Brussels, Belgium; USA (Herndon, Virginia); dan SIAJ Japan (Tokyo). Dari segi lingkungan, silicon termasuk yang dapat diurai oleh senyawa organic di bawah tanah. Pada suhu 200 C dia menghasilkan formaldehyde namun lebih sedikit dari polyethylene, plastic, dan minyak tanah. Richardson & Ternes (2009), diikuti oleh Tiller & Fry (2015) mulai mengidentifikasikan silicone sebagai “emerging pollutants”. Ada dampak lingkungan dari penumpukan sampah silicone seperti pada daerah aliran sungai atau jalur akhir pengalihan limbah industri. Tiller & Fry (2015) mengutip adanya kemungkinan bahwa interaksi tinggi dengan limbah silicon menyebabkan hiperplasia pada jaringan tertentu, serta kemungkinan genotoxicants, cytotoxicants, dan gangguan sistem imun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *