Material M005 – Plaster of Paris a.k.a Gypsum

Bahan utama dari plaster of parís adalah gypsum. Mineral Gypsum yang secara ilmiah disebut dengan calcium sulfate dihydrate (CaSO4.2H2O), merupakan salah satu material yang paling banyak dipergunakan di dunia konstruksi saat ini di samping tanah liat, kapur, dan silica. Gypsum, semen putih, dan bubuk kapur terlihat mirip secara sekilas seperti halnya penampakan visual berbagai jenis tepung dalam industri kuliner. Akan tetapi, meskipun gypsum, semen putih, dan kapur sama-sama berwana putih, ketiganya memiliki susunan senyawa dan sifat yang berbeda.

Dalam dunia arsitektur, gypsum digunakan sebagai bahan langit-langit, ornamen, plaster, bahan pembuat drywall, bahan pembuat Portland cement, dan compound perekat papan GRC. Istilah “Plaster of Paris” merujuk pada gypsum yang dibakar (dehydrated) atau yang disebut dengan calcined gypsum. Pada abad ke 19, gypsum termasuk salah satu pupuk penyedia sulfur bagi tanaman yang sangat dicari oleh petani. Gypsum pernah menjadi komoditi penyebab “Plaster War” pada tahun 1820. Gypsum juga dipergunakan dalam industri makanan, farmasi, industri kesehatan, hingga senyawa pengelola limbah (pollutant).

Gypsum termasuk salah satu mineral yang umum dijumpai, terutama pada lapisan-lapisan sedimentasi tebal baik di dekat danau dan lautan maupun di dekat daerah vulkanik yang mengandung sulfur. Penambangan gypsum yang terkenal ada di Iowa, Plaster City California, Iran, Kutai Kalimantan, dan banyak tempat lainnya. Jawa Barat juga termasuk salah satu penghasil gypsum, seperti hanya banyak daerah lain di Indonesia. Tentunya, sebagai produk tambang, gypsum galian pada saatnya akan habis. Kemudian bagaimana dengan masa depan gypsum síntesis? Apakah ada alternatif dari gypsum? Serta apakah gypsum bisa didaur ulang kembali?

Gypsum síntesis yang terbentuk dari proses “flue-gas desulfurization (FGD)” pada mesin pembangkit energi berbahan batu bara, dapat digunakan sebagai pengganti gypsum alami. Meskipun demikian, pada industri tertentu gypsum alami masih belum tergantikan. Beberapa jenis FGD Gypsum dianggap tidak layak dipergunakan dalam industri karena mengandung racun. Di dunia konstruksi, mengingat rendahnya daur hidup bangunan di beberapa negara yang menyebabkan seringnya terjadi demolisasi bangunan di mana gypsum yang terpasang pada bangunan akan menjadi sampah; usaha-usaha daur ulang gypsum menjadi sangat penting.

Beberapa negara mengusahakan adanya ‘closed loop recycling system’ dalam pemanfaatan gypsum, yang dimulai dari perencaan desain produk awal, ke sistem penumpulan sampah produk tersebut, hingga ke proses daur ulangnya menjadi produk baru kembali. Produk drywall, misalnya, dirancang agar komponen lain selain gypsum dapat dilepas dengan mudah sebelum proses daur ulang. Bentuk dan proses installasi dry wall tersebut juga dirancang agar dry wall mudah dilepas kembali sebelum proses demolisasi. Contoh perusahaan yang fokus pada daur ulang gypsum adalah Gypsum Recycling International A/S di Denmark sejak 2001, New West Gypsum Recycling di Canada sejak 1985, Gypsum Agri-cycle di USA, dan Zanker Recycling di USA sejak 1999.

 

Sumber:

Brookins, Douglas G. Geochemical aspects of radioactive waste disposal. Springer Science & Business Media, 2012.

Adriano, D. C., A. L. Page, A. A. Elseewi, A. C. Chang, and I. Straughan. “Utilization and Disposal of Fly Ash and Other Coal Residues in Terrestrial Ecosystems: A Review 1.” Journal of Environmental Quality 9, no. 3 (1980): 333-344.

Nengovhela, N. R., C. A. Strydom, J. P. Maree, S. Oosthuizen, and D. J. Theron. “Recovery of sulphur and calcium carbonate from waste gypsum.” Water SA 33, no. 5 (2007): 741-748.

Yost, Peter A., and John M. Halstead. “A methodology for quantifying the volume of construction waste.” Waste management & research 14, no. 5 (1996): 453-461.

https://en.wikipedia.org/wiki/Gypsum_recycling

https://en.wikipedia.org/wiki/Gypsum

What is Gypsum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *