Material M006 – Recycled Aggregates Concrete

Sekilas mengenai Beton dan Limbah Beton

Beton adalah material yang terbuat dari campuran agregat kasar (kerikil, limestone, atau granit) dan halus (pasir) dengan semen dan air. Hasil dari campuran berbagai macam material tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan konstruksi, seperti pembuatan jalan dan pembuatan pondasi. Karena alasan tersebut, beton merupakan material yang paling banyak digunakan di dunia.

Sebagai material yang digunakan secara luas, limbah beton pun menjadi satu hal yang cukup menjadi perhatian dunia. Limbah beton dapat berasal dari 1) Perubuhan bangunan lama, 2) kerusakan bangunan dan strukstur akibat gempa atau perang, 3) Pembuangan sisa beton dari proyek pembangunan bangunan dan infrastruktur, dan 4) Beton hasil uji untuk mengetahui kekuatan atau metode penghancuran beton. Jumlahnya tentu saja tidak sedikit. Di Eropa misalnya, jumlah limbah konstruksi yang dihasilkan per tahun dapat mencapai 850 ton atau 31% dari total sampah yang dihasilkan. Dari jumlah ini, sepertiga dari limbah tersebut adalah beton (Bohmer et al. 2008 dari Marco, 2015). Dengan jumlah yang demikian banyak, penanganan limbah beton terbilang masih sangat sederhana, yaitu dibuang ke tempat pembuangan yang disediakan.

Meskipun limbah konstruksi termasuk limbah yang stabil dan tidak beracun, jumlahnya yang banyak membutuhkan tempat pembuangan yang banyak. Padahal kebutuhan lahan untuk pembangunan juga bertambah setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk menanggulangi limbah konstruksi, dalam hal ini, khususnya limbah beton.

Recycled Aggregates Concrete; Material dari Limbah Beton

Salah satu solusi penanggulangan limbah beton adalah dengan memproses limbah kembali menjadi beton. Beton baru ini dinamakan Recycled Aggregates Concrete (RAC). Untuk membuat RAC, limbah beton dihancurkan terlebih dahulu agar menjadi agregat (disebut Recycled Concrete Aggregates (RCA)), lalu dipisahkan dari material asing seperti kertas, kayu, plastik, gypsum, dan lain-lain. Berbeda dengan agregat pembentuk beton konvensional, agregat yang dihasilkan dari proses penyaringan ini memiliki unsur semen dari pembuatan beton sebelumnya dan unsur lain yang melekat pada proses konstruksi.

Perbedaan kandungan agregat dari segi bentuk, kandungan air, massa jenis, tekstur, dan lain-lain dapat mempengaruhi kekuatan RAC yang dihasilkan. Oleh karena itu, agregat limbah beton perlu diperiksa terlebih dahulu karakteristiknya sebelum dapat diproses menjadi RAC (Yehia, 2015).

Karakteristik dan Penggunaan RAC

Secara umum, RAC yang terbuat dari limbah beton memiliki kualitas di bawah beton konvensional. Campuran semen pada limbah beton menyebabkan material menjadi lebih berpori sehingga tingkat permeabilitas dan penyerapan airnya juga menjadi tinggi. Karena karakteristik inilah proses pembuatan RAC membutuhkan komposisi material yang berbeda dengan pembuatan beton konvensional. Perbedaan komposisi semen dan air serta penambahan material suplemen untuk semen (abu, silica fume, dst) dapat meningkatkan kekuatan RAC (Yehia, 2015).

Malešev (2010) melakukan studi mengenai komposisi material penyusun RAC dan menemukan bahwa secara umum, RAC dengan kandungan agregat limbah beton memiliki kekuatan yang sebanding dengan beton konvensional. Semakin banyak komposisi agregat limbah beton pada RAC, maka semakin tinggi daya tahan beton pada gaya tekan. Namun, karena nilai modulus elastisitasnya lebih rendah dari beton konvensional dan memiliki potensi perubahan bentuk akibat penyusutan, RAC tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai material struktur, terutama pada situasi yang ekstrim.

Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Recycled Aggregates Concrete (RAC) sebagai pengganti material beton masih harus diteliti lebih lanjut. Tidak hanya dari aspek teknis tapi juga dari aspek ekonomi. Karena industri ini baru akan dianggap ekonomis jika biaya untuk memindahkan limbah beton ke tempat pengolahan limbah dan mobilisasi RAC ke area konstruksi lebih murah dibandingkan dengan menimbun beton di tempat pembuangan. Namun, dengan permintaan beton dan lahan yang pastinya akan semakin meningkat, RAC dapat menjadi alternatif dalam memanfaatkan limbah sekaligus mengurangi lahan tempat penimbunan limbah konstruksi di masa depan.

 

Sumber :

Tosic, Nicolas D.; Marinkovic, Snezana B.; Stojanovic, Aleksandar S. 2017. “Sustainability of the Concrete Industry – current Trends and Future Outlook”. TEHNIKA – NAŠE GRAĐEVINARSTVO 71: 38 – 44.

Malešev, Mirjana; Radonjanin, Vlastimir; Marinković, Snežana. 2010. “Recycled Concrete as Aggregate for Structural Concrete Production.” Sustainability 2, no. 5: 1204-1225.

Pepe, M. 2015. A Conceptual Model for Designing Recycled Aggregate Concrete for Structural Applications. 10.1007/978-3-319-26473-8.

Tosic, Nicolas D.; Marinkovic, Snezana B.; Stojanovic, Aleksandar S. 2017. “Sustainability of the Concrete Industry – current Trends and Future Outlook”. TEHNIKA – NAŠE GRAĐEVINARSTVO 71: 38 – 44.

Yehia, S., Helal, K., Abusharkh, A. et al. International Journal of Concrete Structures and Materials (2015) 9: 219.

http://www.sustainablebuild.co.uk/environmentally-friendly-concrete.html

https://theconstructor.org/concrete/concrete-recycling/755/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *