Material M009 – Engineered Wood

Kayu masih menjadi material bangunan yang digemari sampai saat ini. Engineered wood adalah sebuah produk turunan kayu yang banyak digunakan. Mulai dari furnitur, bangunan hingga interior alat transportasi seperti pesawat terbang dan bus. Tentunya kita sudah cukup familiar dengan beberapa jenis produk turunan kayu yang akan di bahas di bawah ini.

1. Plywood

Plywood dibuat dari lapisan-lapisan tipis kayu (veneer) yang disatukan dengan perekat tahan lembab. Kekuatan plywood ditentukan dari material penyusunnya, proses pembuatannya, dan jenis perekat yang digunakan. Namun secara umum, kegunaan plywood berdasarkan kekuatannya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu plywood yang digunakan dalam konstruksi (exterior use) dan plywood yang digunakan sebagai material furnitur dan dekoratif dalam ruangan (Ross, 2010).

2. Medium Density Fibreboard (MDF)

Terbuat dari fibre kayu yang dicampur dengan lilin dan perekat berbahan resin dalam proses kering (dry-process). Proses pembuatan MDF mirip dengan pembuatan particleboard, namun berbeda pada proses pemadatannya. Dari segi fungsi, seperti plywood dan particleboard, MDF dapat digunakan sebagai bahan furnitur, dan juga sebagai bahan pintu interior.

3. Oriented Strandboard (OSB)

OSB dikenal juga dengan nama flakeboard. Dibuat dari potongan-potongan kayu (flake) yang disusun hingga menjadi lapisan dan disatukan dengan perekat yang tahan terhadap kelembaban. Jenis ini juga termasuk kayu komposit yang dapat digunakan dalam struktur. Dalam bangunan rumah maupun komersial, OSB dapat digunakan pada lantai, dinding hingga atap. Meskipun terbuat dari bentuk kayu yang berbeda dengan plywood, kemajuan industri dan kontrol terhadap material penyusun OSB membuat kualitas material ini meningkat dan mulai dapat menggantikan plywood yang digunakan dalam konstruksi.

4. Particleboard

Engineered wood tipe ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan furnitur. Terbuat dari serpihan kayu (woodchips) dan residu kayu dari proses pemotongan kayu menggunakan gergaji atau alat lainnya (sawdust dan sawmill wood shavings) yang disatukan menggunakan perekat berbahan dasar resin. Berbeda dengan OSB, material pembentuk particleboard yang lebih halus digunakan di bagian terluar dari panel kayu sementara yang lebih kasar digunakan di dalam (core) sehingga bagian terluar particleboard relatif lebih rata dan halus dan dapat dilapis dengan cat, veneer, atau dilaminasi.

Sebetulnya, masih banyak jenis engineered wood yang beredar di pasaran. Empat yang dibahas di atas merupakan produk yang cara pembuatannya hanya membutuhkan kayu (dalam berbagai jenis potongan) dan bahan perekat. Dalam penggunaannya, engineered wood memiliki standar grade tertentu yang menentukan jenis kayu apa yang dapat digunakan untuk struktur ringan atau furnitur dalam ruangan.

Menggunakan engineered wood adalah sebuah cara untuk menggunakan sumber daya kayu secara optimal. Berbeda dengan kayu solid, kayu mentah yang memiliki cacat tetap dapat digunakan karena bahan baku engineered wood biasanya berupa potongan kayu. Sampah kayu yang berasal dari konstruksi maupun industri juga dapat menjadi bahan baku dari material ini. Selain itu, karena mengalami proses pengolahan, kualitas material juga dapat dikontrol, berbeda dengan kayu solid yang karakternya merupakan bawaan alami dari spesies kayu yang digunakan.

 

Sumber :

Ross, Robert J. 2010. Wood handbook : wood as an engineering material. Centennial ed. General technical report FPL ; GTR-190. Madison, WI : U.S. Dept. of Agriculture, Forest Service, Forest Products Laboratory, 2010: 1 v.

https://en.wikipedia.org/wiki/Engineered_wood

https://en.wikipedia.org/wiki/Oriented_strand_board

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *