Mengenal Tembikar #01 : Berkenalan dengan Tanah Liat

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai produk alat makan yang aman digunakan dan terbuat dari tembikar, kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai tembikar. Untuk mengingatkan, tembikar, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai barang dari tanah liat, yang dibakar dan berlapis gilap. Dari definisi ini, kita mendapatkan 2 buah kata kunci penting mengenai tembikar, yaitu tanah liat dan dibakar.

Pada seri pertama dari Mengenal Tembikar ini, kita akan membahas kata kunci pertama; tanah liat.

Apakah Tanah Liat itu Tanah?

Tanah yang berada di bumi ternyata terdiri dari 4 lapisan, yaitu lapisan tanah atas (top soil), lapisan tanah tengah, lapisan tanah bawah, dan lapisan batuan induk. Jadi, tanah liat adalah bagian dari tanah, namun tidak semua lapisan tanah dapat menjadi bahan dasar tembikar.

Tanah liat atau lempung, merupakan nama lain dari lapisan tanah tengah. Tanah liat ini berasal dari pelapukan batuan, sehingga sifatnya sangat berkaitan dengan jenis batuan yang ada di suatu tempat. Ukuran partikelnya sangatlah kecil dan warnanya lebih cerah daripada lapisan tanah atas. Jika tanah liat terkena cukup air, tanah liat menjadi massa yang dapat dibentuk dan mempertahankan bentuknya saat kering. Sifat inilah yang membedakannya dengan lapisan tanah lainnya.

Tanah liat murni yang didapat dari alam tidak dapat langsung digunakan menjadi material tembikar. Untuk menggunakannya, jenis-jenis tanah liat murni tersebut dicampur dan dibentuk menjadi jenis tanah liat campuran yang disebut dengan clay body. Beberapa clay body yang banyak digunakan adalah earthenware dan stoneware.

Jenis-Jenis Tanah Liat (Clay Body)

Tanah liat dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan suhu pembakarannya. Semakin banyak mineral yang tercampur dalam tanah liat, semakin ‘tidak murni’ tanah liat, maka semakin mudah dibentuk dan semakin rendahlah suhu pembakarannya. Campuran mineral ini juga mempengaruhi warna tanah liat ‘mentah’ atau belum dibakar.

Berikut ini merupakan jenis-jenis tanah liat yang dapat digunakan untuk membuat produk tembikar :

1. Earthenware

merupakan tanah liat yang tercatat sebagai jenis yang paling awal digunakan oleh pengrajin tembikar (potter). Tanah liat jenis ini cenderung lengket dan memiliki tingkat keliatan (plasticity) yang paling tinggi sehingga sangat mudah untuk dibentuk.

Dalam keadaan mentah, earthenware berwarna merah, oranye, kuning dan abu-abu muda, sedangkan setelah dibakar, warnanya dapat berubah menjadi coklat, merah, oranye, putih, yellowish-beige (buff), dan abu-abu.

Suhu pembakaran earthenware adalah yang paling rendah. Yaitu berkisar pada 950°C hingga 1100°C

2. Stoneware

Tanah liat jenis ini bersifat liat, dan juga banyak digunakan sebagai bahan tembikar. Berdasarkan material penyusunnya, stoneware dapat dibakar pada suhu medium (­mid-fire) yaitu 1160°C hingga 1225°C dan suhu tinggi (high-fire) yaitu 1200°C hingga 1300°C.

Dalam keadaan belum terbakar dan lembab, stoneware berwarna abu-abu.

3. Kaolin

Kaolin merupakan tanah liat yang paling sedikit memiliki material yang tidak murni. Hal ini menyebabkan kaolin memiliki suhu bakar yang tinggi dan tingkat keliatan yang rendah. Sebelum digunakan, kaolin dicampur terlebih dahulu, misalnya dengan ball clays, untuk menurunkan suhu bakar dan meningkatkan tingkat keliatannya.

Secara umum, kaolin biasanya berwarna terang; jika lembab, warnanya adalah abu-abu terang. Setelah dibakar, warnanya berkisar dari putih hingga abu-abu terang. Dalam keadaan murni, suhu bakar Kaolin adalah 1800°C.

Sebagai material alami, penggunaan tanah liat yang dibakar bisa ditelusuri hingga ke zaman pra-sejarah. Namun, produk tembikar pertama ditemukan di Republik Rakyat Tiongkok, berupa pecahan pot dan berasal dari tahun 18.000 – 17.000 sebelum masehi. Dalam perkembangannya, alat-alat yang dapat membantu proses pembuatan tembikar pun diciptakan. Begitu pula dengan proses dan alat pembakarannya. Karena prosesnya yang selalu berkembang itulah tanah liat dan tembikar dapat menjadi topik yang menarik dengan potensi yang masih sangat bisa digali lebih jauh lagi.

 

 

sumber :

https://www.thesprucecrafts.com/clay-basics-2746314

https://www.thesprucecrafts.com/plasticity-2746072

https://ceramics.org/about/what-are-engineered-ceramics-and-glass/brief-history-of-ceramics-and-glass

One Reply to “Mengenal Tembikar #01 : Berkenalan dengan Tanah Liat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *