Mengenal Tembikar #02 : Steps and Tools

Setelah mempelajari jenis-jenis tanah liat yang dapat dijadikan bahan dasar untuk membuat tembikar, sekarang waktunya untuk mengetahui alat apa saja yang dibutuhkan untuk mengolah tanah liat tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas tahapan-tahapan apa saja yang dilalui tanah liat dan alat apa saja yang digunakan dalam tahapan tersebut.

Pembentukan

Dalam proses pembentukan tanah liat menjadi keramik, hal pertama yang kita lakukan adalah menyiapkan sebagian tanah liat yang akan dibentuk. Untuk mengambil hanya sebagian dari gumpalan tanah liat, kita dapat langsung mengambilnya dengan tangan, atau juga dipotong dengan menggunakan benang kenur maupun jarum untuk memotong dan penggaris.

Setelah itu, kita dapat membentuknya dengan tangan (hand building) seperti saat memainkan plastisin, atau dibantu dengan pottery wheel. Kebanyakan orang mungkin familiar dengan pottery wheel ini. Pottery wheel ada yang dapat digerakkan dengan menggunakan kaki (kickwheel) maupun listrik. Namun, pada dasarnya, fungsinya adalah untuk mempermudah pengrajin membentuk gumpalan tanah liat hingga menciptakan wadah berongga. Selain itu, kita juga dapat menggunakan roller pin atau penggiling untuk meratakan tanah liat dan mendapatkan bentuk tanah yang datar dan rata.

Dalam proses pembentukan ini, kita juga membutuhkan air untuk menambah keliatan tanah liat maupun untuk menambahkan tanah liat. Dengan menambahkan air yang cukup, tanah liat akan berubah menjadi lumpur sehingga mudah untuk disatukan dengan tanah liat tambahan. Proses penambahan ini dilakukan misalnya untuk menambahkan gagang pada gelas, menambah kaki gelas, maupun membetulkan bagian yang gompal.

Pengeringan

Setelah selesai dibentuk, tanah liat dapat dikeringkan dengan udara terlebih dahulu sebelum dapat dibakar dalam oven. Proses pengeringan ini, fungsinya adalah untuk mengurangi kandungan air pada tanah liat sehingga saat dibakar tidak meledak di dalam oven. Pada masa pengeringan ini, pengrajin dapat memperbaiki bentuk tanah liat. Misalnya, membuat kaki dan memasang gagang. Bisa juga untuk trimming atau memperhalus bentuk yang sudah dibuat.

Beberapa alat dapat digunakan untuk memperbaiki bentuk tanah liat. Misalnya trimmer yang terbuat dari kawat dengan gagang kayu, dan butsir yang terbuat dari kayu tumpul dalam berbagai ukuran.

 

Pembakaran Pertama

Setelah didiamkan selama 3 hari (lebih atau kurang tergantung kondisi cuaca), tanah liat siap untuk masuk ke dalam oven untuk pembakaran pertama. Pembakaran dilakukan di dalam kiln yang bahan bakarnya bisa bermacam-macam, namun yang paling praktis adalah yang bahan bakarnya gas atau listrik.

Pembakaran pertama ini dilakukan selama + 7 jam, hingga suhu di dalam oven mencapai 700°C. Selesai dibakar, tanah liat tidak bisa langsung dikeluarkan. Harus didinginkan terlebih dahulu di dalam oven, hingga kurang lebih 1 hari. Hasil dari pembakaran disebut bisqueware dan dapat diwarnai dengan menggunakan glasir. Setelah diwarnai, bisqueware dimasukkan kembali ke dalam kiln untuk kembali dibakar hingga suhu 1200°C. Pembakaran kedua ini melelehkan glasir dan membuatnya menempel dengan bisqueware sehingga permukaannya menjadi licin dan mengkilap.

Sama seperti pembakaran pertama, hasil pembakaran tidak dapat langsung dikeluarkan. Ditunggu dulu hingga kurang lebih 1 hari, baru dapat dikeluarkan dan digunakan.

*

Demikianlah kira-kira langkah-langkah dan alat yang digunakan dalam tahapan pembuatan keramik. Semoga bermanfaat ya, buat makers yang berniat untuk membuat studionya sendiri di rumah. Selamat berkreasi!

sumber:

kunjungan dan wawancara ke nabila ardhani studio (home pottery studio)