Modeling Clay

Siapa yang kenal dengan plastisin? Waktu kecil dulu, saya ingat pernah bermain-main dengan plastisin di masa taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Bendanya mudah dibentuk, berwarna-warni dan sedikit lengket di tangan. Semakin besar, beberapa kali saya menemukan tutorial barang-barang DIY yang menggunakan benda sejenis namun dapat dikeraskan dengan cara di microwave. Namanya adalah polymer clay. Ada yang pernah mencoba berkreasi dengan kedua benda tersebut?

Dalam artikel kali ini, yuk, kita mengenal beberapa modeling clay yang dapat digunakan untuk berkreasi.

Apa itu Modeling Clay?

Ingat pembahasan mengenai tembikar di beberapa post sebelum ini? Nah, tanah liat, sebagai bahan dasar dari tembikar, termasuk dalam kategori modeling clay. Modeling clay, merupakan lempung yang bersifat mudah dibentuk. Meskipun disebut clay, ternyata tidak semua modeling clay memiliki kandungan mineral lempung alami.

Jenis-jenis Modeling Clay

Dua jenis modeling clay yang akan dibahas kali ini merupakan jenis yang mudah ditemukan di toko buku maupun toko yang menjual alat-alat kesenian. Dua jenis tersebut adalah :

  • Oil-Based Clay

Jika di awal tadi saya membahas mengenai plastisin, yang saya maksud sebetulnya adalah oil-based clay. Lempung jenis ini terbuat dari minyak, waxes, dan mineral lempung. Namun, berbeda dengan tanah liat, lempung jenis ini tidak dapat dibakar. Minyak yang terkandung dalam lempung ini tidak dapat menguap seperti kandungan air dalam tanah liat untuk tembikar. Karena itu, oil-based clay tidak akan memiliki bentuk permanen. Material ini juga tidak larut dalam air.

Oil-based clay biasanya tersedia dalam beragam warna dan tidak beracun. Penggunaannya beragam, mulai dari alat bermain untuk anak-anak, hingga digunakan oleh animator untuk membuat model yang mudah diubah bentuknya.

Plastisin, atau Plasticine yang kita kenal sebagai namanya, sebetulnya merupakan merk dari oil-based clay yang berasal dari Inggris dan dibuat pertama kali oleh William Harbutt, seorang guru seni di Bath, sebuah kota di Inggris, pada tahun 1897. Komposisi dari Plasticine buatan Harbutt secara garis besar adalah 65% gypsum, 10% petrolatum, 10% lanolin, dan 5%asam stearate. Plasticine ini mulai dijual secara komersial pada tahun 1900.

  • Polymer Clay

Pernah mendengar mengenai polyvinyl chloride (PVC)? Dalam bentuk solid, PVC digunakan salah satunya untuk sebagai bahan pipa air hingga kusen jendela pada bidang konstruksi. Namun, partikel PVC yang dicampur dengan unsur yang dapat meningkatkan keliatan (plasticizer) dari PVC. Plasticizer yang umum untuk PVC adalah phthalate.

Polymer clay biasanya tidak mengandung mineral lempung namun memiliki karakteristik yang mirip. Lempung jenis ini dapat dicampur dengan air agar mudah dibentuk, dan dapat mempertahankan bentuknya dengan cara dibakar (firing) pada suhu 129 – 135°C. Polymer Clay dapat digunakan untuk membuat aksesoris, wadah barang, dan alat dekorasi lainnya.

Meskipun dijual bebas dan dapat diolah dengan mudah, bahaya polymer clay terhadap kesehatan masih diperdebatkan. Isu bahaya tersebut sebetulnya diakibatkan oleh kandungan phthalate pada polymer clay. Phthalate dalam tubuh manusia disebut berkaitan dengan cacat lahir dan kerusakan system syaraf. Kandungan phthalate pada polymer clay dapat masuk ke dalam tubuh manusia akibat tertelan (jika digunakan oleh anak-anak dan tidak sengaja dimasukkan ke dalam mulut), tersentuh (masih diperdebatkan), dan terhirup (saat pembakaran).

Dalam distribusinya, beberapa merk polymer clay memiliki label non-toxic. Namun, beberapa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan saat bekerja dengan polymer clay adalah (1) mencuci tangan dengan bersih setelah bekerja (2) bekerja dan membakar di ruangan berventilasi baik, (3) menggunakan oven yang berbeda dengan oven yang digunakan untuk makanan, dan (4) tidak menggunakan polymer clay untuk membuat produk yang dapat digunakan dengan makanan.

  • Play-Doh

Sekali lagi, Play-Doh juga merupakan merk dagang untuk modeling clay yang diproduksi (sejak tahun 1991) oleh Hasbro, sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Seperti polymer clay, Play-Doh tidak memiliki kandungan mineral lempung, tidak beracun, dan terbuat dari tepung, garam, asam borat, dan mineral oil. Pada awalnya, produk ini dibuat oleh Noah McVicker sebagai pembersih batu bara pada wallpaper. Pada tahun 1957, barulah nama Play-doh dibuat dan modeling clay ini dijual sebagai mainan untuk anak-anak.

  • Modeling Clay Alami

Jika kita tidak ingin membeli modeling clay yang beredar di pasaran, kita dapat membuat sendiri di rumah. Modeling clay yang dibuat di rumah biasanya lebih terjamin tidak beracun dan menggunakan bahan-bahan yang sudah familiar di telinga seperti corn starch, air, dan garam. Kreasi dari modeling clay berbahan dasar corn starch dapat dibiarkan mengering dalam 1 malam, atau dibakar menggunakan oven, tergantung dari komposisinya.. Setelah kering, modeling clay dapat dihias dengan menggunakan cat akrilik.

Setelah mengetahui lebih banyak mengenai modeling clay, jadi, jenis yang manakah yang lebi cocok untuk projectmu?

 

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Modelling_clay

https://en.wikipedia.org/wiki/Polymer_clay

https://en.wikipedia.org/wiki/Play-Doh

https://www.chemicalsafetyfacts. org/polyvinyl-chloride/

https://www.thevintagenews.com/2017/03/04/plasticine-is-a-secret-substance-that-has-many-uses-from-childrens-plaything-to-bomb-defuser/

http://www.bellaonline.com/articles/art33912.asp

http://www.polymerclayweb.com/aboutpolymerclay/thebasics/safetyissues.aspx

https://www.familyeducation.com/fun/clay/homemade-clay-recipes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *