G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc

Sebelumnya kita sudah membahas apa itu NURBS.  Bagi yang penasaran untuk apa kita repot-repot belajar soal NURBS, bisa mampir dulu ke artikel wikipedia terkait sejarah dan perkembangan NURBS. Sementara itu, mari kita masuk ke jenis-jenis curve lainnya dalam Grasshopper.

Interpolated Curves

Ketika membuat Interpolated Curves, semua titik parameter dilalui / dihubungan oleh kurva. Komponen interpolated curves pada Grasshopper yang baru memiliki empat input: V (Vertices), D (Degrees), P (periodic), dan K (knot styles). Input V (vertices) adalah kumpulan titik referensi yang kita ambil dari Rhino. Sama seperti ketika kita akan membuat NURBS Curves. D (degree) juga sama, namun perlu diperhatikan bahwa pada interpolated curves, nilai degrees harus selalu ganjil. Input K, yang tidak ada pada komponen NURBS merujuk pada jarak spacing pada knot. Input K ini diisi dengan interger 0 (uniform spacing), 1 (chord), atau 2 (sqrtchord). Mari kita coba ketiga input tersebut pada komponen <IntCrv> kita dan lihat bagaimana hasilnya. Demikian adalah superimpose dari 3 buah interpolated-curve dengan knot style berbeda-beda.

Gambar 1. Interpolated curves

Kinky Curves

Contoh Kinky Curves adalah seperti gambar di bawah ini:

Gambar 2.Kinky curves tanpa input sudut

Gambar 3. Kinky curves dengan input sudut <Number>

Seperti Interpolated Curves, pada Kinky Curves semua titik dilalui oleh kurva yang terbentuk. Komponen input yang berbeda pada Kinky Curves adalah A (Angles / Sudut). Dengan memasukan nilai angka pada input A, kita memperoleh perubahan bentuk seperti ditunjukan pada gambar di atas. Namun, perlu diperhatikan bahwa sudut yang diolah dalam komponen <KinkyCrv> ini adalah dalam satuan radians. Oleh Karena itu, apabila kita menggunakan <NumberSlider> dalam satuan sudut sebagai parameter, kita perlu melakukan perubahan Expression pada input A. Caranya, klik kanan di huruf A kemudian klik Expression dan masukan rad(x). Perlu diperhatikan juga batas atas <NumberSlider> harus diset 360 untuk merepresentasikan besar sudut maksimum.

Gambar 4. Mengubah Expression (persamaan)

Gambar 5. Mengatur batas atas atau maximum range dari <NumberSlider>

Polyline Curves

Polyline digunakan untuk menghubungkan titik-titik dengan garis lurus. Untuk membuat polyline, sebenarnya kita bisa menggunakan NURBS dengan degree 1 atau melakukan grouping pada komponen <Line>. Namun, bisa juga kita menggunakan <PolyLine> agar definisi yang kita buat lebih jelas. Penggunaan polyline adalah seperti pada gambar berikut:

Gambar 6. Penggunaan PolyLine

Poly Arc

Bagi pecinta kaligrafi dan lettering, Poly Arc adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dicoba. Bagi saya pribadi komponen yang satu ini menjadi Jurus Kojo di beberapa desain. Pada komponen Poly Arc pada Grasshopper versi lama, kita hanya memerlukan input V (vertices). Secara otomatis komponen ini akan menghitung besaran tangen yang diperlukan agar sekalipun radius dari kurva yang menghubungkan titik-titik seperti pada contoh ini berbeda-beda, kurva keseluruhan tetap mulus dan menerus. Namun, pada komponen Poly Arc yang baru kita harus memasukan input parameter tangen vector (T) sebelum komponen ini bisa bekerja membuat curves. Tidak perlu pusing J. Untuk memberikan input berupa tangen vector, artinya kita memerlukan nilai tangen yang diubah ke dalam bentuk vector. Tangen diperoleh dari besaran sudut dengan bantuan komponen <Tangen> dan <NumberSlider>. Sementara itu vector, seperti yang pernah kita pelajari di artikel sebelumnya, diperoleh dengan bantuan komponen <UnitX>, <UnitY>, atau <UnitZ>. Lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Gambar 7. Penggunaan polyArc

Demikian tipe-tipe curves dalam grasshopper.  Pada artikel selanjutnya kita akan membahas cara-cara untuk memanipulasi curves.

—–

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 4 =