Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Jika kita beraktivitas di kota besar yang ramai, pasti kita terbiasa dengan suara-suara di sekeliling kita. Suara mobil di jalan, dengung alat elektronik, suara orang bercakap-cakap, hingga suara pesawat yang kadang-kadang melintas. Coba sesekali kita berkunjung ke desa, gunung, atau tempat lain yang lebih sepi. Pasti suasananya berbeda, ya. Namun, karena sudah terbiasa dengan suara di sekeliling kita, bisa jadi kita tidak menyadari bahwa suara-suara di sekeliling kita ternyata mempengaruhi kualitas lingkungan dan kenyamanan kita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi suara, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Apa itu Polusi Suara?

level bahaya intensitas suara dan sumbernya

Polusi suara didefinisikan sebagai suara dengan volume berlebihan atau mengganggu yang mengganggu (secara terus-menerus maupun sementara) pada suatu area. World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa suara dengan intensitas 70dB ke bawah merupakan batas intensitas yang aman untuk makhluk hidup meskipun paparan terhadap suara tersebut berlangsung secara terus menerus. Sementara itu, suara dengan intensitas 85 dB atau lebih akan berbahaya jika waktu paparannya mencapai lebih dari 8 jam secara terus-menerus. Contoh dari paparan suara keras yang berbahaya adalah ketika kita beraktivitas di dekat jalan yang sibuk dengan kendaraan.

Selain kualitas air, udara, maupun permasalahan sampah, polusi suara bisa disebut sebagai salah satu faktor yang mengurangi kualitas lingkungan dan hidup di perkotaan.

Sumber Polusi Suara dan Akibatnya

Beberapa sumber suara yang dapat dikategorikan sebagai sumber polusi suara adalah sebagai berikut:

Meskipun kelihatan sepele dan seringkali kita temui sehari-hari, ternyata suara yang berlebihan atau tergolong ke dalam polusi suara, dapat mengakibatkan berbagai masalah bagi manusia. Beberapa dampaknya adalah sebagai berikut:

  • Masalah pendengaran – paparan terhadap suara keras secara terus menerus dapat merusak gendang telingan dan menurunkan sensitivitas telinga terhadap suara.
  • Masalah kesehatan – masalah kesehatan ini dapat berupa kesehatan psikis seperti stres, gangguan tidur dan aggressive behavior, dan kesehatan fisik seperti hipertensi dan kelelahan
  • Perkembangan anak – sebuah studi menyatakan bahwa anak yang tumbuh di lingkungan dengan polusi suara dapat mengalami keterlambatan membaca, kesulitan memahami dan membedakan suara, dan dapat memiliki tekanan darah dan stress level yang lebih tinggi.

Menghindari Polusi Suara

Setelah mengetahui apa bahaya dari polusi suara, sekarang mari kita mencari tahu bagaimana cara menghindarinya untuk menambah kenyamanan kita beraktivitas di dalam ruang.

  • Menutup jendela – jendela yang ditutup menutup jalan gelombang suara untuk masuk ke dalam ruang. Karena itu, menutup jendela dapat mengurangi intensitas suara yang masuk ke dalam ruangan. Menggunakan double-pane window (jendela dengan dua buah kaca yang dipisahkan oleh ruang udara) juga dapat menngurangi dampak dari polusi suara di dalam ruangan.
  • Soundproofing soundproofing bekerja dalam 2 cara, yaitu mencegah gelombang suara masuk atau ke luar ruangan (dengan menggunakan partisi ruangan maupun dinding tebal), dan menyerap gelombang suara (misalnya menggunakan busa atau melapisi lantai dengan karpet atau vinyl).
  • Menanam pohon atau membangun di tempat yang memiliki tumbuhan – Ranting, batang, daun, dan bagian-bagian pohon lainnya memecah dan memantulkan gelombang suara sehingga intensitasnya mengecil. Beberapa studi menyebutkan area hijau yang rimbun dapat mengurangi intensitas suara hingga 6-10 dB. Meskipun begitu, efeknya tidak bisa disamakan dengan efek yang dihasilkan dari penggunaan soundproofing pada bangunan.
diagram kawasan kebisingan berdasarkan PP nomor 40 tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara

Perencanaan kota yang baik juga sebetulnya dapat menghindari paparan terhadap polusi suara. Salah satu caranya adalah dengan membuat peraturan mengenai lokasi lahan untuk perumahan. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat aturan mengenai kawasan kebisingan untuk menentukan bangunan dengan aktivitas apa yang dapat dibangun dalam area di sekitar bandara. Jarak dan luas kawasan kebisingan ini dapat ditentukan dengan melakukan pengukuran langsung karena perbedaan aktivitas bandara dapat mempengaruhi intensitas suara yang dihasilkannya.

 

Sumber:

Peraturan Pemerintah no. 44 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara Pasal 33 – 37

Dobson, Martin & Ryan, Jo. Trees and Shrubs for Noise Control. https://www.trees.org.uk/ Trees.org.uk/files/8c/8c69f212-a82e-424b-96d1-c8ff6dc02403.pdf

Kivi, Rose. How Does Sound Proofing Work?. https://www.hunker.com /13412617/how-does-sound-proofing-work

20+ Easy and Practical Ways to Reduce Noise Pollution https://www.conserve-energy-future .com/easy-and-practical-ways-to-reduce-noise-pollution.php

Noise Pollution (Eco-Healthy Child Care) https://health.ucdavis.edu /mindinstitute/resources/resources_pdf/Noise_Pollution_7_14.pdf

Understanding Noise Pollution. https://www.conserve-energy-future.com/ causes-and-effects-of-noise-pollution.php

What is Noise Pollution. https://www.environmentalpollutioncenters.org /noise-pollution/

One Reply to “Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =