Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Kualitas udara dalam ruang ternyata dapat menentukan tingkat kenyamanan suatu ruang dan mempengaruhi kondisi tubuh penghuni ruang tersebut. Tanpa kita sadari, kualitas air dalam ruang, seperti juga di luar ruangan, dapat mengandung material polutan di dalamnya. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa kandungan polutan dalam udara di dalam ruangan bisa jadi 2 hingga 5 kali lebih banyak daripada kandungan polutan udara di luar ruangan. Karena itu, jika kita lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, kenyamanan dan kondisi tubuh kita akan lebih mudah terpengaruh oleh kualitas udara di dalam ruang.

Yuk kita cari tahu apa saja komponen polutan udara dalam ruangan, sumber polutan dan efeknya, serta bagaimana cara memperbaiki kualitas udara di dalam ruang.

Penyebab Buruknya Kualitas Udara dalam Ruang

Kualitas udara di dalam ruangan dapat menurun akibat tidak adanya pergerakan udara di dalam ruang akibat kurang atau tidak adanya ventilasi pada ruang, dan karena kandungan polutan pada udara dalam ruang. Ventilasi ruang sebetulnya memiliki peran penting dalam membantu pergerakan udara di dalam ruang. Karena itu, perencanaan pembangunan yang baik juga dapat mempengaruhi kualitas air dalam ruang. Sementara itu, kandungan polutan udara pada ruang dapat disebabkan oleh aktivitas penghuni dan benda-benda yang berada di dalam ruang. Berikut ini adalah beberapa jenis polutan tersebut:

Volatile Organic Compounds (VOCs) – US Environmental Protection Agency (EPA) mendefinisikan VOCs sebagai senyawa kimia organik yang dapat menguap dalam temperatur dan tekanan ruang. Keberadaan VOCs di dalam ruang dapat berasal dari cat, semprotan aerosol, cairan pembersih, produk otomotif, pestisida, pakaian yang di dry-clean, peralatan seni (lem, spidol permanen), dan lain-lain. Senyawa kimia ini dapat menimbulkan masalah kesehatan jika terkandung dalam jumlah yang besar dalam udara dalam ruang.

Salah satu contoh senyawa VOC adalah Formaldehida. Dalam ruangan, formaldehida berasal dari furnitur dan produk kayu yang terbuat dari particle board, plywood, dan MDF (yang terbuat dari formaldehyde-based resin), material isolator (foam), kain, produk DIY (lem, varnish, cat, dll), produk pembersih (detergen, pelembut pakaian, disinfektan, dll), sampo, sabun cair, pestisida, hingga peralatan elektronik seperti mesin foto kopi dan komputer. Beberapa efek jangka pendek dari paparan formaldehida dalam jumlah yang banyak adalah iritasi sensorik, radang paru-paru, asma, hingga reaksi alergi.

Particulate Matter (PM) – US Environmental Protection Agency (EPA) mendefinisikan Particulate Matter sebagai campuran antara partikel solid dan liquid yang berada di udara dan memiliki diameter, bentuk, dan komposisi yang berbeda-beda. PM yang membahayakan jika berada di dalam udara ruangan adalah yang memiliki ukuran 10 mikrometer, karena partikel pada ukuran tersebut dapat terhirup oleh manusia. Jika terhirup dalam jumlah banyak, partikel dapat menimbulkan kerusakan pada paru-paru dan jantung. Sumber PM dalam ruang dapat berasal dari alat penghangat ruangan, kompor, dan cerobong asap.

Kontaminan Biologis – misalnya bau badan tidak sedap, benda atau saluran yang basah atau lembab di dalam ruang, tungau, dan kotoran binatang.

Gas yang berasal dari bawah tanah – radon dan bau dari saluran pembuangan

Akibat Kualitas Udara Ruang yang Buruk

Kualitas udara yang buruk memiliki efek yang berbeda-beda pada tiap individu. Hal ini berkaitan dengan sensitivitas individu tersebut terhadap polutan. Berikut ini adalah beberapa efek yang dapat timbul akibat buruknya kualitas udara suatu ruangan pada penghuninya:

Efek Jangka Pendek – efek jangka pendek biasanya terjadi dalam 24 jam setelah paparan terhadap udara ruangan yang buruk. Efek yang mungkin timbul contohnya adalah pusing dan reaksi alergi (gatal-gatal). Efek jangka pendek ini dapat hilang dengan cepat, tapi bisa juga berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Efek Jangka Panjang – efek jangka panjang dapat terjadi jika penghuni ruang terpapar udara yang mengandung asap tembakau, radon, asbes, dan benzena dalam waktu yang lama, meskipun konsentrasi paparannya sedikit. Efek yang sering dikaitkan dengan hal ini adalah kanker.

Rasa Tidak Nyaman – merasa gerah, mencium bau yang tidak nyaman, hingga iritasi hidung dan mata dapat terjadi akibat ruangan yang pengap karena udara tidak dapat bergerak atau terganti.

Penurunan Performa – sebuah studi menyatakan bahwa penurunan performa seseorang dalam aktivitas fisik maupun konsentrasi dalam ruangan dapat terjadi akibat ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang baik dan adanya kandungan polutan pada udara dalam ruang.

Cara Memperbaiki Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Efek yang dapat ditimbulkan dari buruknya kualitas udara dalam ruang ternyata cukup banyak dan signifikan pengaruhnya terhadap kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, ada baiknya kita juga mengetahui cara-cara yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kualitas udara dalam ruang.

Menggunakan alat pembersih udara – Alat pembersih udara seperti air purifier dapat menyaring udara dari polutan berbentuk partikel maupun gas. Nilai Clean Air Delivery Rate (CADR) pada alat yang digunakan menunjukkan kemampuan untuk menyaring partikel. Nilai CADR berbanding lurus dengan luas area yang dapat dibersihkan secara optimal oleh alat tersebut. Sementara itu, untuk menyaring polutan berbentuk gas, air purifier harus memiliki filter penyaring gas (misalnya yang terbuat dari karbon aktif).

‘Menganginkan’ ruang (aerating– aerating dilakukan dengan cara memasukkan udara dari luar pada waktu tertentu (misalnya di pagi hari) dengan cara membuka jendela atau pintu selama beberapa saat. Udara yang masuk akan secara alami menggantikan udara yang ada di dalam dengan mengeluarkan udara

Menggunakan sistem ventilasi yang sesuaiventilating merupakan usaha memasukkan udara untuk menggantikan udara yang ada di dalam ruang dengan menggunakan alat. Berbeda dengan aeratingventilating dilakukan sepanjang alat yang digunakan dipasang. Jadi, bisa dilakukan terus-menerus, bukan hanya pada waktu dan durasi tertentu saja. Nah, sistem ventilasi yang dapat dilakukan ada 3 jenis, yaitu:

Natural ventilation – sistem ventilasi ini dilakukan secara alami, misalnya menggunakan jendela, pintu, atau bukaan yang terdapat di dalam ruangan. Meskipun sistem ini tidak membutuhkan alat dan energi tambahan, kekurangannya adalah sistem ini tidak dapat dikontrol oleh penghuni ruang.

Spot ventilation – sistem ini dilakukan dengan mengontrol pergerakan udara dengan menggunakan exhaust fan yang diletakkan pada titik tertentu di dalam ruang. Dengan sistem ini, polutan dan kelembaban berlebih pada udara yang berasal dari sumber tertentu dapat menghilang. Contoh spot ventilation adalah dengan meletakkan exhaust fan di kamar mandi atau menggunakan penghisap asap di atas kompor.

Whole house ventilation – sesuai dengan namanya, sistem ini dilakukan dengan menempatkan sejumlah exhaust fan di berbagai titik dalam sebuah bangunan. Sistem ini dibagi tiga, yaitu:

Memiliki aliran udara yang baik di dalam ruang memberikan beberapa keuntungan bagi penghuni ruang, seperti 1) hilang atau berkurangnya polutan udara dalam ruang; 2)  menghilangkan bau tidak sedap; 3) menghilangkan CO2 hasil dari proses pernapasan dan pembakaran dan meningkatkan jumlah gas O2; dan 4) mengurangi kelembaban dalam rumah.

Meskipun kita mengetahui keberadaannya, kualitas udara dalam ruang bisa jadi salah satu hal yang masih luput dari perhatian kita sebagai penghuni. Semoga informasi ini dapat membuat makers jadi lebih paham dan bisa dengan nyaman beraktivitas di dalam ruangan ya.

Sumber:

Kaden, Debra A.; Mandin, Corinne; Nielsen, Gunnar D.; Wolkoff, Peder. (2010). WHO Guidelines for Indoor Air Quality: Selected Pollutants. https://www.ncbi.nlm .nih.gov/books/NBK138711/

EPA Indoor Environment Division. (July 2018). Guide to Air Cleaners in the Home. https://www.epa.gov/ sites/production/files/2018-07/documents/guide_to_air_cleaners_in_the_home_2nd_edition.pdf

Fundamentals of Indoor Air Quality. https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq /fundamentals-indoor-air-quality-buildings

Guide to Home Ventilation. https://www.energy.gov /sites/prod/files/guide_to_home_ventilation.pdf

How to Air Your House Properly. https://www.energuide.be /en/questions-answers/how-to-air-your-house-properly/1712/

Indoor Particulate Matter. https://www.epa.gov /indoor-air-quality-iaq/indoor-particulate-matter

Introduction to Indoor Air Quality. https://www.epa.gov/ indoor-air-quality-iaq/introduction-indoor-air-quality

Technical Overview of Volatile Organic Compounds. https://www.epa.gov/ indoor-air-quality-iaq/technical-overview-volatile-organic-compounds

What is the  Difference Between Ventilating and Aerating. https://www.energuide.be /en/questions-answers/what-is-the-difference-between-ventilating-and-aerating/753/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 4 =