Material M013 – Terrazzo

Belakangan ini, terrazzo kembali populer sebagai material dalam dunia arsitektur. Material ini merupakan produk turunan dari mosaik marmer yang digunakan di Venice, Italia, di abad ke-16 sebagai material lantai di istana maupun di rumah-rumah. Melalui artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah terrazzo, cara pemasangan, hingga kelebihan dari material ini.

Terrazzo dari Masa ke Masa

Terrazzo adalah material komposit yang terbuat dari pecahan marmer, kuarsa, granit, kaca, dan batu lainnya yang diatur di atas binder tertentu (misalnya semen) dan dipoles hingga menjadi sebuah material dengan permukaan yang rata.

Material ini ‘ditemukan’ secara tidak sengaja oleh pekerja marmer di Venice, Italia, yang menemukan cara efektif untuk menggunakan sisa-sisa marmer dari konstruksi. Pekerja-pekerja tersebut menggunakan terrazzo untuk membuat teras di rumah mereka sendiri. Pada masa itu, teknik meratakan permukaan terrazzo berkembang dari cara yang paling sederhana yaitu diamplas menggunakan batu dengan tangan, hingga digiling dengan batu (galero). Mereka juga menemukan bahwa terrazzo yang dipoles (pada masa itu menggunakan susu kambing) dapat memberikan tampilan warna yang lebih cerah dan kilap yang mirip dengan marmer.

Meskipun penggunaan terrazzo sudah dimulai sejak abad ke-16 di Italia, material ini baru dikenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1890. Penggunaannya meningkat seiring dengan lonjakan imigran asal Italia, antara tahun 1900 hingga 1915 dan penemuan penggiling listrik pada tahun 1924.

Terrazzo tradisional menggunakan semen sebagai binder untuk agregatnya. Terrazzo jenis ini dapat digunakan di luar maupun di dalam ruangan, namun pemasangannya membutuhkan tenaga ahli yang saat ini sudah sulit untuk ditemukan. Terrazzo yang digunakan sekarang, sebagian besar merupakan epoxy-based terrazzo. Terrazzo jenis ini memiliki kelebihan berupa ukurannya yang lebih tipis dibandingkan terrazzo semen, lebih ringan, pemasangannya lebih mudah, dan warnanya lebih bervariasi. Namun, epoxy-based terrazzo hanya dapat digunakan di dalam ruangan, karena warnanya dapat berubah jika digunakan di luar.

Kepala Divisi Desain dan Produk British Ceramic TileClaire O’Brien mengatakan bahwa terrazzo merupakan alternatif pengganti beton dan granit yang menarik.  Di masa kini, terrazzo tidak hanya digunakan sebagai material lantai, table top, dan backsplash. Desainer mengeksplorasi ‘motif’ terrazzo untuk diadaptasi menjadi perlengkapan rumah seperti karpet, alat makan, hingga lamp shade.

Jenis-Jenis Terrazzo dan Cara Pemasangannya

Terrazzo dapat dibedakan berdasarkan cara pemasangannya.

Berdasarkan cara pemasangannya, terrazzo dapat dibedakan menjadi dua jenis, poured-in-place terrrazzo dan pre-cast terrazzo. Sesuai dengan namanya, poured-in-place terrazzo dipasang langsung di tempat (in-situ) sementara pre-cast terrazzo adalah terrazzo yang dibuat dalam bentuk tile berbentuk persegi dalam ukuran beragam (10 x 10 cm sampai 40 x 40 cm) dan digunakan secara luas sebagai material lantai untuk rumah, bangunan komersial, hingga bangunan institusional di negara-negara Mediterania, Timur Tengah, Asia dan di beberapa tempat di Amerika.

potongan pre-cast terrazzo

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat skema berikut ini:

skema pemasangan pre-cast terrazzo

 

skema pemasangan poured-in-place terrazzo

Dalam pemasangan poured-in-place terrazzo, pekerja menggunakan pemisah berbahan metal untuk mengerjakan terrazzo dalam bagian-bagian kecil, membatasi bagian yang memiliki warna atau desain terrazzo yang berbeda, dan yang terpenting, memberi ruang jika terrazzo memuai untuk mencegah terjadinya keretakan. Teknik ini ditemukan oleh L. Del Turco and Bros, Inc. pada tahun 1924.

Kelebihan dan Kekurangan Terrazzo

Secara tampilan, terrazzo memang menarik dan tidak mungkin memiliki motif yang sama. Motifnya, yang terbuat dari serpihan material membuatnya unik sekaligus ramah lingkungan karena dapat memanfaatkan sisa-sisa material dari proses konstruksi. Terrazzo juga termasuk material yang tahan lama, mudah dirawat, dan memberikan kesan mewah pada ruangan. Namun, terrazzo juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu harganya yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan, misalnya, keramik, dan pemasangannya yang membutuhkan tenaga yang ahli.

Semoga artikel ini menjawab rasa penasaran makers yang mungkin tertarik untuk menggunakan material terrazzo, ya. Selamat mendesain dan bereksplorasi!

Sumber:

Karam, Gebran & Tabbara, Mazen. (2009). Properties of pre-cast terrazzo tiles and recommended specifications. Cerâmica. 55. 84-87. 10.1590/S0366-69132009000100011.

Lagdameo, Jennifer Baum. Material Guide: Everything You Need To Know About Terrazzo. 2017. https://www.dwell. com/article/terrazzo-flooring-5a3c5003

A Brief History of Terrazzo. National Terrazzo and Mosaic Association, Inc. http://ntma. com/wp-content/uploads/2015/06/History-of-Terrazzo.pdf

How to Specify: Terrazzo Flooring. https://architizer.com /blog/practice/details/how-to-specify-terrazzo-flooring/

What is Terrazzo? Here is Why it’s One of 2018’s Biggest Interior Design Trends. (2018). https://www.housebeautiful.com /uk/decorate/looks/a21525630/terrazzo-interior-design-trend/

2 Ways to Install Terrazzo. http://doyledickersonterrazzo.com /2-ways-to-install-terrazzo/

https://en.wikipedia.org/wiki/Terrazzo