Posted on

Soundproofing dalam Bangunan; Apa dan Bagaimana?

Pernah mendengar mengenai soundproofing? Atau mungkin ruang kedap suara? Kenapa ya kita hal ini dilakukan? Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu soundproofing dan bagaimana cara melakukannya pada bangunan maupun pada ruangan.

Apa itu Soundproofing?

Soundproofing adalah cara untuk mengurangi intensitas suara dari suatu sumber yang diterima oleh pendengar. Dengan melakukan soundproofing, kita dapat menghilangkan suara-suara yang tidak diinginkan (misalnya polusi suara dari luar atau gema yang muncul akibat suara yang terpantul di dalam ruangan) dan mencegah suara dari dalam ruangan terdengar ke luar (misalnya di ruang rapat) dan sebaliknya (di studio rekaman).

[skema soundproofing]

Secara garis besar, soundproofing dilakukan dalam 4 cara, yaitu:

  1. Menambah jarak antara sumber suara dengan penerima suara
  2. Menggunakan material penahan yang berfungsi untuk memantulkan atau menyerap gelombang suara
  3. Menggunakan struktur yang dapat meredam suara
  4. Menggunakan alat untuk mengurangi kebisingan (Active Noise Control)

Bagaimana Cara Melakukan Soundproofing pada Bangunan?

Pada area residensial, soundproofing dilakukan untuk mengurangi dampak dari suara-suara yang datang dari luar pada ruang dalam. Secara sederhana, hal ini dapat dilakukan dengan cara menutup jendela dan pintu, menggunakan pintu yang terbuat dari solid wood. Menggunakan jendela yang memiliki 2 panel kaca atau kaca yang tebal, dan menggunakan tirai.

Pada area komersial atau aktivitas seperti sekolah, kantor, dan pusat perbelanjaan, soundproofing dilakukan untuk mengurangi kebisingan yang didengar oleh orang-orang yang berada di dalam bangunan. Hal ini dilakukan dengan cara menambahkan material soundproof ke dalam struktur bangunan. Atau bisa juga dengan menentukan regulasi bagi pekerja agar paparan terhadap suara bising dalam lingkungan kerjanya tidak membahayakan seperti yang dilakukan di Amerika Serikat.

Beberapa material yang sifatnya soundproof adalah sebagai berikut:

Acoustic Foam

Acoustic Foam adalah busa yang terbuat dari polyether atau polyester dan sangat efektif dalam menyerap suara. Material ini diproduksi dalam bentuk panel busa yang dapat ditempel di dinding, diletakkan di langit-langit, maupun digunakan sebagai bass trap pada sudut-sudut ruangan. Acoustic Foam dapat diberi warna dan diberi lapisan anti api (untuk faktor keamanan).

Batts

Batts berbentuk seperti selimut atau gumpalan fiber yang diletakkan di balik dinding. Fungsinya adalah untuk membuat ruangan di antara dinding interior dan eksterior kedap udara sehingga gelombang suara tidak dapat diteruskan ke dalam maupun ke luar. Batts terbuat dari wol mineral atau fiberglass. Selain sebagai material soundproofingbatts juga merupakan material isolasi panas bangunan.

[sketsa acoustic foam dan batts]

Kain

Kain merupakan salah satu material yang digunakan di dalam bangunan, baik sebagai tirai jendela, sebagai hiasan di dinding dan pentup lantai atau dinding. Material ini merupakan material yang berserat dan berpori sehingga dapat berfungsi untuk menyerap gelombang suara. Kemampuan kain dalam menyerap suara ini tergantung pada ketebalan kain, GSM (grams per sqm), jenis kain, dan strukturnya. Semakin tinggi nilai permeabilitas udara suatu kain, maka kemampuan menyerap suaranya pun berkurang.

Kayu

 

 

 

Sumber:

Mankodi, Dr Hireni & Mistry, Purvi. (2014). WOVEN FABRICS COMBINATION FOR ACOUSTICS OF BUILDING INTERIOR. International Journal of Industrial Engineering. 4. 2277-4769.

https://en.wikipedia.org/wiki/ Acoustic_foam

https://en.wikipedia.org/wiki /Soundproofing

https://www.soundproofingtips.com/ soundproofing-materials/