Posted on Leave a comment

2021: Beyond Expectation

Bismillah,
Selamat pagi Sobat Makers!

Diyfab bersyukur sekali atas pencapaian tahun 2020 lalu, walaupun penuh dengan turbulensi di tengah terjangan Pandemi. Semua itu tidak dapat tercapai tanpa karunia Allah swt, kemudian juga dengan dukungan dari Sobat Makers sekalian, karenanya kami sangat berterima kasih. Kami berharap sobat makers sekalian berhasil mencapai target-target 2020 yang telah lalu, serta siap menembus target baru di tahun 2021. Tentu kita semua prihatin dengan terjangan pandemi yang mempengaruhi kehidupan kita semua. Namun, kita harus tetap kreatif, tetap positif, dan terus mencari solusi untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

DIY atau Do It Yourself, adalah salah satu skill penting yang bisa meningkatkan adaptability sobat makers di berbagai situasi. Betapa kita semua anak-anak muda, moms n pops muda, telah meninggalkan skill-skill penting yang dulu merupakan skill mendasar yang harus dimiliki oleh para orang tua kita. Berapa banyak di antara kita yang familiar dengan penggunaan alat pertukangan, tali-temali, pertolongan pertama, food perservation, dissaster relief, dan terutama skill untuk merawat dan memperbaiki aneka produk yang kita punya mulai dari pakaian, perkakas, furniture, hingga peralatan elektronik? Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, skill DIY juga bisa membantu sobat makers semua dalam melakukan efisiensi baik waktu dan/atau finansial, tergantung yang mana dalam prioritas kita yang perlu dihemat. Bahkan, bila kita serius mempelajari sebuah skill, kita bisa mempergunakan skill itu untuk menyelesaikan masalah. Anything is possible.

2021 akan menjadi tahun-tahun dengan pertumbuhan pesat, atau akan menjadi tahun dengan banyak kemunduran, semua tergantung pada mindset dan pilihan-pilihan kita. Memang kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi kepada kita, seperti PHK, kebangkrutan, putus/perceraian, kehilangan anggota keluarga, perintah tutup toko, dan sebagainya; namun kita bisa menentukan bagaimana respon kita, dan bagaimana langkah kita selanjutnya. Di Diyfab sendiri kami selalu mengingat prinsip tawakal ‘Laa haula wa laa quwata illaa billaah’ tiada daya dan upaya kecuali dengan kuasa Allah. Dengan demikian pasti kita bisa, karena kita yakin Allah swt Maka Kuasa, maha Besar, Maha Pemberi, Maha Pemaksa dan Maha Mengabulkan Do’a. Kekuatan yang diberikan-Nya akan sebanding dengan keyakinan kita dan ketaqwaan kita, karena Dia sesuai persangkaan hamba-Nya.

Wallahua’lam.

Berikut beberapa tips yang Diyfab berikan kepada Sobat Makers sekalian untuk mengambil kendali di 2021:

#1 Bangun Pagi dan Rapikan Tempat Tidur Segera

Beberapa di antara pembaca pasti ada yang beranggapan bangun pagi itu sudah terlalu kesiangan, seharusnya bangun Dini Hari! Betul, tahajud sangat utama, demikian pula shalat Qobla Subuh dan Shalat Subuh. Diyfab yakin, Sobat Makers sekalian sudah expert dalam menunaikan Shalat Subuh pada waktunya, dan sudah menjadikan kebiasaan untuk bangun subuh. Namun, berapa banyak yang setelahnya tidur lagi? Berapa banyak yang leyeh-leyeh di kamar hingga waktu sarapan atau waktu zoom streaming tiba? Pastikan setelah subuh kita merapikan tempat tidur serapi mungkin dan jangan tergoda untuk tidur lagi. Jika kurang tidur, alokasikan waktu tidur siang nanti pukul 11 atau 12 dan cukupkan diri dengan secangkir kopi atau teh. Manfaat dari merapikan tempat tidur adalah kita mengganti environment kita dari suasana istirahat ke suasana produktif. Kita juga mendapatkan perasaaan positif karena berhasil menunaikan satu tugas di pagi hari.

#2 Luangkan 1 hingga 2 jam untuk mempelajari hal-hal sulit

Baik itu membaca buku tentang entrepreneurship, belajar bahasa baru, memecahkan soal kalkulus, atau pun mempelajari cara memperbaiki setrika yang tidak panas, semua itu memerlukan proses berpikir. Pergunakan otak dan pikiran Anda untuk sesuatu yang positif dan pastikan suatu hal itu bukan sesuatu yang mudah bagi Anda. Misalnya Anda yang sudah jago akunting tapi belum paham marketing, maka luangkan satu atau dua jam di tengah kesibukan untuk mempelajari yang sulit: belajar marketing. Atau bisa juga mendalami suatu bidang yang sama namun setingkat lebih sulit dari sebelumnya. Dengan demikian otak dan pikiran Anda terus-menerus menumbuhkan komputer-komputer mini yang bermanfaat dan sebagai hasilnya Anda akan bisa melakukan counter-attack terhadap pikiran-pikiran negatif. Apalagi di masa ini ketika otak kita dimanjakan dengan game, youtube, dan social media. Pastikan, ada waktu khusus agar kita tetap tumbuh dan tetap bisa memfungsikan salah satu bekal yang dititipkan kepada kita.

#3 Pergunakan prinsip 20/80

20 persen belajar dan 80 persen action. Setiap kali kita mendapat suatu ilmu, pastikan prakteknya lebih banyak daripada teorinya. Di era ini kita dibombardir dengan begitu banyak informasi, berita, tips n trick, how-to, dan sebagainya. Hal ini bisa menyebabkan overthinking, yang justru kebalikan dari produktif. Apalagi bila kemudian kia mengajarkan ilmu itu kepada orang lain. Kurangnya praktek bisa menyebabkan kesalahan pengajaran atau bahkan proses belajar yang sia-sia. Tak perlu berpanjang-panjang lagi. Mari praktek.

#4 Perseverance dan Ukur Performa yang Dicapai

Perseverance artinya usaha yang gigih, tekun, dan pantang menyerah. Karakter ini adalah salah satu faktor penentu apakah seseorang bisa sukses atau tidak. Berapa banyak yang menyerah ketika tinggal satu langkah lagi ia sampai di tujuan? Jika Michael Jordan menyerah ketika ia tidak lulus seleksi tim sekolah, bisakah ia menjadi legenda di NBA? Tentu ketekunan ini harus dibarengi dengan proses belajar dan mindset positif serta keterbukaan dan kesiapan beradaptasi menghadapi perubahan. Kita tidak bisa melulu menjual koran harian keliling, ketika online newsletter dan youtube lebih efektif dalam mencapai audiens yang lebih luas, bukan? Perseverence juga kurang efektif bila tidak terukur. Pastikan Goal yang ingin dicapai bisa diukur dengan satuan tertentu. Misalnya turun berat badan 1 kg per minggu atau menulis buku 1 chapter per minggu. Ukuran ini bisa saja bersifat kuantitas ataupun kualitas, namun tetap harus terukur. Dengan demikian kita tidak melakukan kegigihan tanpa arah dan juga tidak tertipu oleh effort yang kita lakukan. Pada akhirnya, hasil yang kita capai yang akan membawa kita mencapai goal/target.

#5 Berdoa dan mengisi hati dengan Yakin

Apa lagi yang bisa dikatakan soal Yakin ini? Faith, atau kepercayaan teguh dan keyakinan, juga akan menentukan keberhasilan. Sangat banyak bukti yang mendukung pentingnya keyakinan. Bahkan banyak buku-buku yang dari awal hingga akhir membahas soal pentingnya perasaan yakin pasti akan berhasl, yakin pasti akan terkabul, yakin pasti akan bisa. Silakan mencari kisah-kisah ini, namun lebih penting lagi, jadikan diri Sobat Makers sekalian sebagai the Living Proof, atas keyakinan ini.

Selamat Berkarya di 2021, Sobat Makers!

-Diyfab

Please Login to Comment.

20 − eight =