Posted on 1 Comment

Sistem Warna dari Aristoteles hingga RGB & CMYK

Sebelum Newton membuat lingkaran yang memperlihatkan spektrum warna dalam cahaya putih pada abad ke-delapan belas, para pendahulu sudah mencoba mengidentifikasi warna pelangi dan menyusun teori urutan warna (color order). Aristoteles (384- 322 SM), dalam tulisannya yang berjudul De Sensu, mengurutkan aneka warna dari putih ke hitam, seperti dalam diagram berikut:

Urutan warna di atas masih dalam pandangan bahwa suatu medium, yang menjadi transparan ketika dikenai cahaya, adalah yang menentukan warna suatu benda. Aristoteles sendiri menganggap warna pelangi terdiri dari tiga warna yaitu: merah, hijau, dan ungu (Kirchner, 2015: 7).

Ibn Sina (980-1037 M), Al Tusi (1201-1274 M), dan ilmuwan lainnya lebih dari seribu tahun kemudian, menuliskan urut-urutan warna seperti dalam diagram di atas. Pada masa ini, warna putih bercabang ke dalam beberapa jalur, seperti yang digambarkan dengan rinci oleh Al-Tusi. Al-Tusi juga mencatat fenomena pencampuran warna kuning dan biru yang menghasilkan aneka gradasi warna hijau.

Setelah periode itu, seperti yang kita bahas di artikel sebelumnya, muncul publikasi catatan spektrum warna Newton yang pendapatnya telah didahului Gassendi dan Boyle. Skema warna ini seolah memberikan kesimpulan dari perbedaan analisa warna pelangi oleh banyak pemikir dan ilmuwan sebelumnya. Skema ini kelak akan digunakan oleh Albert Henry Munsell (1858-1918 M), Wilhelm Ostwald (1853–1932 M), Faber Birren (1900-1988 M), dan kontributor lainnya dalam mengembangkan sistem warna.

Munsell Color System

Munsell Color System terbagi menjadi dua produk yaitu (1) atlas warna yang berupa katalog sampel-sampel warna (dijual dalam bentuk lembaran hingga tahun 1972) dan (2) sistem teori yang menggambarkan persepsi manusia saat berinteraksi dengan warna. Pada diagram Munsell, warna-warna terbagi berdasarkan nilai Hue, Value, dan Chroma. ‘Hue’ pada masa Munsell merujuk pada warna-warna dasar seperti merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. Munsell menetapkan lima warna dasar ini karena pada sistemnya Munsell menggunakan sistem desimal dan kelima warna itu dianggap memiliki karakter yang paling kontras satu sama lainnya. ‘Value’ adalah kadar cahaya atau keterangan dari suatu Hue, dapat juga dikenal dengan ‘Brightness’. Terakhir, ‘Chroma’ adalah tingkat kekuatan suatu wana, yang dapat juga dipadankan dengan kata ‘Saturation’. (Crewdson, 1953: 94)

Ostwald Color System

Sistem warna Ostwald (1853-1932) juga termasuk signifikan dalam sejarah warna. Referensi awal untuk mengenal sistem Ostwald adalah Color Science oleh Wilhelm Ostwald, buku Color in Decoration and Design oleh Frederick Crewdson, dan artikel berjudul The Color Harmony Manual, a Color Atlas Based on the Ostwald Color System oleh Walter C Granville. Pada pemodelannya, Ostwald menganggap seluruh warna itu terangkum dalam model berbentuk kerucut ganda (Gambar 3). Ostwald membagikan Hue di bagian tengah model ke dalam 24 hue, dari empat warna/hue dasar yaitu merah (red), kuning (yellow), hijau laut (sea green), dan biru (ultramarine blue). Dari pencampuran masing masing wana (hue) dasar itu, Ostwald menuliskan warna oranye (orange), hijau daun (leaf green), toska (turquoise), dan ungu (purple).

Birren Color System

Birren terkenal dengan pembagian Circle of Color yang tidak seimbang dari titik pusatnya. Ia membagi lingkaran warna menjadi dua, di satu sisi membaginya ke dalam 5 warna dasar, sementara di belahan yang lain ia membaginya ke dalam 8 warna dasar. Transisi warna merah ke kuning ia tambahkan dengan warna-warna khusus seperti red-violet, red-orange, yellow-orange, yellow-leaf, green-leaf. Dalam menetapkan factor-faktor penentu transisi warna dari satu warna ke warna lain, ia menetapkan sebuah skala seperti ditunjukkan pada Gambar berikut:

Perkembangan sistem warna, lingkaran warna, model warna, atlas warna, dan katalog warna berkebang dengan begitu banyak versi di seluruh dunia. Hingga kemudian pada penggunaan digital kita mengenal sistem warna RGB dan CMYK.

Sistem Warna RGB dan CMYK

Sistem warna RGB (Red Green Blue) berawal dari perkembangan dunia fotografi, di mana peneliti melakukan percobaan dengan menggabungkan cahaya merah, hijau, dan biru untuk menghasilkan foto berwarna. Teori ini dikemukakan oleh James Clerk Maxwell pada tahun 1855. Kemudian foto berwarna yang menggunakan teknik ini pertama kali dibuat pada tahun 1961 oleh Thomas Sutton (Pelosi, 2008: 240). Pada saat komputer dikembangkan agar bisa digunakan oleh semua orang, standar RGB menjadi penting untuk mengurangi langkah kerja dalam mengkonversi warna dari satu format ke format lain dalam komputer. Adapun ketika gambar itu diubah ke dalam wujud fisik, umumnya menggunakan printer, printer yang banyak digunakan orang saat ini menggunakan sistem tinta CMYK. CMYK adalah sistem warna dengan warna dasar Cyan, Magenta, Kuning (Yellow), & Hitam (Black).

——————————–

Referensi:
Berlin, B., & Kay, P. (1991). Basic color terms: Their universality and evolution. Univ of California Press.
Cat, J. (2013). Maxwell, Sutton, and the Birth of Color Photography: A Binocular Study. Springer.
Cochrane, S. (2014). The Munsell Color System: A scientific compromise from the world of art. Studies in History and Philosophy of Science Part A, 47, 26-41.
Crewdson, F. M. (1953). Color in decoration and design. FJ Drake.
Foss, C. E., Nickerson, D., & Granville, W. C. (1944). Analysis of the Ostwald color system. JOSA, 34(7), 361-381.
Gonzalez, G., Hecht, T., Ritzer, A., Paul, A., Le Nest, J. F., & Has, M. (1997, January). Color Management—how accurate need it be?. In Color and Imaging Conference (Vol. 1997, No. 1, pp. 270-276). Society for Imaging Science and Technology.
Goodwin, C. (2000). Practices of color classification. Mind, culture, and activity, 7(1-2), 19-36.
Granville, W. C. (1994). The Color Harmony Manual, a Color Atlas Based on the Ostwald Color System. Color Research & Application, 19(2), 77-98.
Hamou, P. (2014). Vision, Color, and Method in Newton’s Opticks’. Newton and empiricism, 66-94.
Hansen, T., Olkkonen, M., Walter, S., & Gegenfurtner, K. R. (2006). Memory modulates color appearance. Nature neuroscience, 9(11), 1367-1368.
Jacobson, E. (1948). Basic color: An interpretation of the Ostwald color system.
Kirchner, E. (2015). Color theory and color order in medieval Islam: a review. Color Research & Application, 40(1), 5-16.
Mansour, R. (2018). Natural dyes and pigments: Extraction and applications. Handbook of renewable materials for coloration and finishing, 9, 75-102.
Munsell, A. H. (1912). A pigment color system and notation. The American Journal of Psychology, 23(2), 236-244.
Pelosi, G. (2008). James Clerk Maxwell: his journey to Italy; and the first color photograph. IEEE Antennas and Propagation Magazine, 50(1), 240-243.
Reinhart, K. M. (2019). Richard Waller and the Fusion of Visual and Scientific Practice in the Early Royal Society. Perspectives on Science, 27(3), 435-484.
Romer, G. B., & Delamoir, J. (1989). The first color photographs. Scientific American, 261(6), 88-99.
Shapiro, A. E. (1980). The evolving structure of Newton’s theory of white light and color. Isis, 71(2), 211-235.
Süsstrunk, S., Buckley, R., & Swen, S. (1999, January). Standard RGB color spaces. In Color and Imaging Conference (Vol. 1999, No. 1, pp. 127-134). Society for Imaging Science and Technology.
Westfall, R. S. (1962). The development of Newton’s theory of color. Isis, 53(3), 339-358.

1 thought on “Sistem Warna dari Aristoteles hingga RGB & CMYK

  1. […] lingkaran warna. Dalam sejarah perkembangan klasifikasi warna yang sudah kita bahas sebelumnya (klik di sini), tentunya lingkaran warna yang bisa kita digunakan juga sangat beragam. Crewdson (1958: 45-47), […]

Please Login to Comment.

one + two =