Posted on Leave a comment

Material M018 – Resin, Jenis-jenis, Proses Pembuatan, Aplikasi, dan Siklusnya (Part 1)

Resin adalah hasil sekresi getah tanaman yang mengeras, mudah terbakar, biasanya berwarna coklat kemerahan dan transparan. Selain dari tanaman, ada juga resin yang diambil dari serangga serta resin sintetis buatan pabrik yang umumnya merupakan produk turunan dari minyak bumi (petroleum). Di pasaran, resin dijual dalam bentuk cair, kemudian dalam aplikasinya diberikan katalis (catalyst/hardener) dan dibiarkan mengeras. Resin yang dijual di pasaran itu adalah resin sintetis berjenis unsaturated-polyester resin dan epoxy resin. Selain resin alami dan sintetis, ada juga yang disebut rosin. Rosin adalah getah yang mengeras dan dibentuk balok atau silinder. Rosin banyak digunakan untuk melumasi senar biola, sebagai flux solder, anti licin pada sepatu, atau juga sebagai bahan perekat.

Resin diklasifikasikan sebagai polimer. Dalam bidang material, resin epoxy dan resin polyester (unsaturated) dikategorikan sebagai resin thermoset. Resin thermoset adalah jenis resin yang tidak menjadi plastis (meleleh, mudah dibentuk) ketika dipanaskan. Berlawanan dengan sifat ini adalah yang disebut thermoplastik, yaitu resin yang meleleh ketika dipanaskan, misalnya shellac (mulai suhu 75 derajat).

Jenis-Jenis Resin

1. Resin Polyester (Unsaturated)

Resin polyester adalah yang paling sering dimaksud apabila kita menyebutkan resin di toko kimia, toko kerajinan, ataupun di workshop. Resin kembali populer saat ini dengan maraknya kerajinan resin yang dijual melalui media sosial, baik itu berupa tatakan gelas, mangkok, tray, perhiasan, gantungan kunci, maupun ornamen dekorasi. Biasanya resin yang digunakan adalah resin bening yang diwarnai dengan pigmen warna dan pigmen metalik, atau dihiasi dengan bunga-bunga kering.

Resin juga populer untuk pembuatan fiberglass (FRP), pelapis furniture, dan pelapis anti air untuk kolam.
Di pasaran terdapat beberapa merek resin polyester. Misalnya merek Yukalac, Eternal, Arinda, Everpol, SHCP, dan Lycal. Masing-masing merek itu mempunyai variasi produk yang ditandai dengan angka, misalnya Yukalac 108, Yukalac 157, SHCP 2668, Everpol 157, dan semacamnya. Variasi ini bisa dibedakan dari warna, ketahanan terhadap UV, tingkat kebeningan / buramnya, juga kekuatannya terhadap beban dan tekanan. Penggunaan resin dengan kode tertentu juga beda dengan kode lainnya. Berikut contoh penggunaan jenis resin tersebut:

2. Resin Epoxy

Epoxy berbeda sifatnya bila dibandingkan dengan unsaturated polyester resin. Epoxy resin adalah jenis resin thermoset sintetis yang dibentuk dari kondensasi epoksida dan amina. Susunan kimia epoxy terdiri dari gugus epoksida (satu atom oksigen dan dua atom karbon). Diglycidyl ether Bisphenol A adalah salah satu bahan yang dipatenkan sebagai pembuat lem epoxy/ epoxy resin.

Penggunaan epoxy resin sangat luas. Mulai dari kerajinan, cat, perekat, pembuat komposit untuk kendaraan dan industry penerbangan, furniture, pelapis sirkuit PCB, laminasi, pembuatan molding, dan casting. Harga pasaran epoxy relatif lebih mahal daripada unsaturated polyester resin namun dipilih karena kuat dan bening (terutama variasi clear-epoxy). Kelebihannya adalah lebih tahan terhadap kelembaban, penyusutan yang rendah, dan juga lebih tahan terhadap panas. Namun ternyata kelemahan epoxy adalah tidak tahan terhadap sinar UV. Pada aplikasi pembuatan kapal, penggunaan epoxy masih dilapisi lagi dengan cat polyurethane atau pelindung UV lainnya. Beberapa jenis epoxy diberi tambahan UV protector untuk meningkatkan durabilitas epoxy pada aplikasi eksterior. Ada juga epoxy yang diberi zat pelentur agar lebih fleksible.

Merek epoxy resin di pasaran sangat banyak. Selain produsen khusus resin, beberapa produsen cat, pelitur, beton, mortar, dan produsen cat juga ada yang mengelurakan produk epoxy. Untuk penggunaan epoxy resin, pencampuran larutan A dan B disesuaikan dengan jenis proyek dan petunjuk pemakaian dari produk yang digunakan.

3. Resin Kation

Strong Acid Cation adalah jenis resin yang biasa dipakai pada softener. Terkadang resin jenis ini juga disebut resin penukaran ion. Resin kation dimanfaatkan untuk menghilangkan ion kalsium dan magnesium.

4. Rosin

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, rosin adalah resin alami yang mengeras dan dibentuk balok atau cylinder. Biasanya merupakan getah asli seperti dari tanaman pinus atau tanaman konifer lainnya. Rosin banyak digunakan untuk melumasi senar biola, sebagai flux solder, anti licin pada sepatu, atau juga sebagai bahan perekat.

5. Petroleum Resin lainnya

Asphalt adalah sejenis resin juga yang merupakan produk turunan dari petroleum. Selain itu, produk polimer turunan petroleum lainnya juga sangat banyak, salah satunya adalah polyester. Kebanyakan produk plastic seperti HDPE, PPE, dan PET merupakan produk turunan petroleum. Demikian pula polyester resin dan hydrocarbon resin lainnya.

————————–

Referensi

Chawla, K. K. (2012). Composite materials: science and engineering. Springer Science & Business Media.
justus.co.id
kerajinankreatif.com/2017/10/mengenal-karakteristik-resin-polyester.html
youtube.com/watch?v=Q2987rYndXA&ab_channel=AndyKreatif
lycal-indonesia.com/mengenal-jenis-jenis-resin-fungsi-dan-kegunaannya/

————————–

Wallahua’lam

————————–

Please Login to Comment.

1 × 1 =