Posted on Leave a comment

Cara Membuat Yogurt Creamy (DIY)

Membuat yogurt sangatlah mudah, bisa dilakukan di rumah. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan aneka manfaat yogurt, misalnya sebagai sumber vitamin B2, B5, B12, kalsium, iodine, dan aneka jenis asam amino bermanfaat. Menurut penelitian, susu yang difermentasi lebih mudah dicerna dibandingkan susu segar.

Saat ini sudah banyak tutorial membuat yogurt di internet. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan yogurt adalah pemilihan bibit. Yogurt yang kita buat hasilnya akan menyerupai rasa/tekstur bibitnya. Jadi, jika kita ingin membuat greek yogurt, gunakan greek yogurt plain sebagai bibit. Jika kita ingin membuat yogurt yang cair seperti produknya penjual susu murni, gunakan yogurt plain dari penjual tersebut. Pastikan bibit yang digunakan belum dicampur dengan gula.

Bibit bakteri kering juga bisa digunakan untuk membuat yogurt. Pastikan dosis dan langkah pembuatan yogurt sesuai dengan petunjuk pada kemasan bibit kering. Bakteri yang bisa dipakai bermacam-macam. Yang paling umum adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kombinasi dua, tiga, atau empat jenis bibit bisa menghasilkan variasi rasa yogurt dari asam hingga gurih seperti keju.

Bahan:
Susu Murni 1 liter
Bibit Yogurt 80 ml (Sesuai merek atau contoh yogurt yang ingin diperbanyak)
Susu Bubuk Murni 4 sdm (opsional)

Alat:
Kompor
Panci kapasitas 1 liter atau lebih
Sendok sayur untuk mengaduk dan menuangkan susu
Gelas untuk mencampur susu bubuk
Sendok
Thermometer tembak atau celup (opsional)
Termos sup bermulut lebar atau yogurt maker kapasitas 1 liter atau lebih
Tissu / lap steril untuk membersihkan

Cara Membuat:

1. Masukkan susu murni ke dalam panci dan panaskan di atas kompor hingga mulai berbuih (busa)

2. Matikan api dan dinginkan hingga suhu rata-rata 43-45 derajat celcius.

3. Sambil mendinginkan susu murni, siapkan wadah gelas dan sendok.

4. Masukkan susu bubuk ke dalam gelas, lalu tuang sebagian susu murni menggunakan sendok sayur, secukupnya saja untuk melarutkan susu bubuk.

5. Periksa suhu susu murni secara berkala. Bila menggunakan thermometer tembak, maka yang diperiksa adalah suhu permukaan 43 – 45 derajat. Bila menggunakan thermometer celup, suhu yang terukur akan berbeda-beda sesuai kedalaman sensor. Bisa diukur suhu mendekati permukaan antara 40-45 dan suhu di kedalaman tengah-tengah mungkin sekitar 50 derajat, dan mendekati dasar panci mungkin antara 50 hingga 60 derajat. Cara lainnya adalah dengan mencelupkan jari untuk mengetahui suhu sudah ‘hangat’hangat kuku’ atau lukewarm.

6. Jika susu murni sudah didinginkan ke suhu yang diperlukan, siapkan kultur bakteri (bibit yogurt). Masukkan sebagian bibit ke dalam gelas berisi susu bubuk yang sudah dilarutkan, aduk perlahan jangan sampai semua bibit larut menjadi cair. Biarkan sebagian gumpalan-gumpalan bibit tetap ada. Setelahnya tuangkan isi gelas tersebut ke dalam panci berisi susu murni.

7. Masukkan sisa bibit ke dalam panci dan aduk perlahan. Pertahankan gumpalan-gumpalan bibit dalam susu.

8. Tuangkan susu berbibit dari panci ke dalam termos perlahan-lahan menggunakan sendok sayur. Hindari ada tetesan ataupun cipratan air susu di dinding dan mulut termos. Bila ada percikan, bersihkan dengan tissue sebelum menutup termos.

9. Simpan termos dalam termos nasi atau ice box, atau di dalam oven yang dimatikan. Bila perlu beli handuk atau kain untuk mempertahankan suhu kultur. Bila mau mencoba, bisa juga biarkan termos di atas meja, di tempat yang hangat. Beberapa pembuat yogurt hanya menyimpan yogurt dalam panci yang ditutup dengan tutup panci kaca, tanpa perlu wadah kedap udara ataupun termos. Hasil yang diperoleh bervariasi, ada yang bisa menghasilkan yogurt creamy seperti greek yogurt, ada juga yang hasilnya cukup cair.

10. Diamkan selama 20-24 jam. 20 jam hasilnya tidak terlalu asam. 24 jam cukup asam. Bila jumlah bibit yang dipakai lebih banyak, proses pembuatan yogurt bisa juga lebih cepat, hingga 12 jam atau bahkan ada yang bisa membuatnya dalam waktu 10 jam.

11. Bila sebagian yogurt yang sudah jadi akan dijadikan bibit, simpanlah dalam wadah-wadah kecil di dalam freezer. Hal ini untuk menghindari kondisi bibit yang terlalu asam. Bibit yang asam akan menghasilkan yogurt yang asam juga. Bibit bisa dipindahkan ke chiler selama semalam sebelum digunakan dalam produksi yogurt berikutnya.

Selamat nge-DIY!

Please Login to Comment.

seven + eighteen =