Posted on Leave a comment

Cara Membuat Clay dari Tepung (DIY)

Clay sederhana yang tersedia di alam adalah campuran tanah dan air, yang biasa disebut lempung atau tanah liat. Tanah lempung bisa dibentuk menjadi batu bata, tembikar, genteng, mud brick (adobe), penutup lantai, dan plaster penutup dinding. Definisi geologis ‘clay’ atau lempung adalah mineral yang mengandung banyak partikel silikat dan aluminium, berpartikel kecil, serta memiliki daya tarik menarik tinggi antar partikelnya.

Selain clay berbahan alami berupa mineral dari tanah, dalam dunia industri berkembang pula clay sintetis. Clay sintetis ada yang terbuat dari bahan silica dan aluminium menyerupai molekul tanah liat namun bebas dari kotoran dan limbah, ada juga yang terbuat dari bahan polimer (disebut polimer clay). Kegunaan clay sintetis sangat banyak, seperti untuk industri keramik, otomotif, penerbangan, perkapalan, industri sanitari, hingga industri kreatif. DIY kali ini adalah cara untuk membuat clay polimer berbahan tepung dengan campuran lem polimer PVAc atau yang kita kenal dengan lem putih.

Bahan:
1. Tepung terigu
2. Tepung beras
3. Tepung tapioka
4. Natrium benzoat
5. Lem PVAc
6. Pewarna bubuk

Alat:
1. Sendok takar
2. Mangkuk atau baskom kecil untuk membuat adonan
3. Container plastik berventilasi
4. Sarung tangan lateks

Cara Membuat:

1. Takar tepung terigu, tepung beras, dan tepung tapioka dengan perbandingan 1:1:1 kemudian tambahkan natrium benzoat 5-10% dari keseluruhan tepung. Aduk dalam keadaan kering. Pemberian warna pada tahap ini pilihan saja. Pewarnaan clay bisa dilakukan terakhir setelah adonan jadi, atau saat masih dalam kondisi kering, tergantung seberapa banyak kita membutuhkan clay dengan warna tertentu. Jika diputuskan satu warna saja untuk satu adonan clay, maka bisa tambahkan pewarna bubuk di tahap ini. Jika tidak, biarkan adonan tanpa pewarna terlebih dahulu.

2. Tambahkan PVAc sedikit demi sedikit sambil diuleni seperti proses pembuatan roti atau kue kering, hingga adonan terasa kalis.

3. Bagi-bagi adonan ke dalam beberapa bagian lalu tambahkan pewarna bubuk dan lipat-lipat adonan hingga warna tercampur rata. Clay tepung yang tidak diberi warna akan menjadi sedikit transparan (translucent) ketika menjadi kering. Oleh karena itu, jika menginginkan warna alami seperti warna adonan clay, bisa beri warna coklat muda atau warna putih gading.

4. Untuk proses penyimpanan, lapisi adonan dengan capuran tepung kering lalu simpan dalam wadah bertutup. Clay tepung akan mengeluarkan uap air selama proses penyimpanan. Oleh karena itu, penyimpanan terlalu lama akan menyebabkan adonan menjadi lembek. Bisa tambahkan campuran tepung kering kepada adonan yang lembek itu untuk mengembalikan tekstur seperti semula.

5. Clay sekarang sudah bisa digunakan untuk membuat model, cetakan, ataupun untuk bermain. Clay bisa dibentuk sesuai kebutuhan dan dikeringkan dengan diangin-anginkan selama 24 jam.

Selamat nge-DIY!

Please Login to Comment.

1 × three =