Posted on Leave a comment

Poin-Poin Penting Instalasi Vertical Garden (Green Wall)

Green Wall atau Vertical Garden, adalah salah satu metode menanam yang memanfaatkan bidang-bidang vertikal seperti dinding dan pagar, serta bidang-bidang miring seperti atap, shading, dan kanopi. Jenis tanaman yang digunakan dalam instalasi green wall bisa beragam, tergantung seperti apa struktur penopang dan media tanam yang digunakan. Seringkali jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman rambat dan tanaman yang berkembang biak secara vegetatif seperti dengan geragih, spora, dan/atau tunas adventif. Untuk instalasi indoor, tanaman habitat asli tropis seperti paku, suplir, dan kategori tanaman gulma sering juga dimanfaatkan. Tanaman-tanaman tersebut dianggap lebih tahan banting, juga cepat tumbuh sehingga bisa secara aktif memenuhi bidang vertikal tanpa perlu banyak medium untuk akar.

Tanaman rambat dan tanaman-tanaman vegetatif, di lain pihak, juga bisa menjadi ‘terlalu aktif’ lalu menancapkan akar-akarnya pada dinding. Akar-akar ini dapat menjadi jalan masuk air ke dalam dinding, juga menyebabkan retak-retak rambut dan mempercepat kerusakan dinding. Dengan demikian, perlindungan dinding dan pemangkasan tanaman secara berkala perlu dilakukan. Instalasi green wall sangat memerlukan perawatan, sehingga tidak dikategorikan low maintenance seperti halnya dinding berlapis cat waterproof dan/atau weatherproof, ataupun dinding batuan dengan lapisan anti jamur.

Lantas, mengapa green-wall tetap menjadi salah satu alternatif penutup dinding eksterior yang direkomendasikan jika perawatannya tidak minimal? Dalam artikel Strategi Mengurangi Panas Dinding Barat dan Utara (klik disini), kami membahas salah satu fungsi green wall yakni untuk mengurangi panas matahari (kalor) yang terserap oleh dinding. Pengurangan serapan kalor ini bisa memudahkan pengondisian temperatur interior sehingga ruang di balik dinding tidak terlalu panas di siang dan sore hari. Selain membantu pemilik rumah memperoleh kenyamanan termal, keberadaan green wall juga membantu mengurangi urban heat island, yaitu penumpukan panas di perkotaan akibat banyaknya permukaan yang menyerap dan memancarkan kalor. Selama beberapa dekade terakhir sudah banyak penelitian yang mengupas permasalahan urban heat island. Sudah banyak pula yang merekomendasikan perbanyakan tanaman di lingkungan perkotaan, salah satunya dengan instalasi green wall.

Jika kita memutuskan untuk memasang vertical garden atau green wall, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

1. Penggunaan Instalasi tak langsung

Instalasi media tanam sebaiknya tidak langsung menempel pada dinding, tetapi diberikan jarak tertentu. Atau jika menempel, dinding diberi perlindungan terlebih dahulu dari air dan kelembaban. Bisa juga diberi pembatas atau alas berupa lapisan tahan air dan tahan cuaca, yang menghalangi merambatnya akar tanaman ke arah dinding. Selain itu, dengan sifat tanaman yang lembab dan selalu menghasilkan uap air, perlu juga diperhatikan pemilihan material struktur penyangga yang tidak sensitif terhadap kelembaban. Contoh-contoh instalasi tak langsung adalah dengan menggunakan penyangga seperti berikut:

2. Jenis tanaman sesuai orientasi dinding

Kebutuhan air dan sinar matahari setiap tanaman berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan banyak air dan banyak sinar, ada yang membutuhkan banyak air dan sedikit sinar, ada juga yang membutuhkan sedikit air dan sedikit sinar. Oleh karena itu, pemilihan tanaman sesuai dengan orientasi dinding sangatlah penting.

Tanaman Sesuvium portulacastrum (krokot), Euphorbia prostate (krokot cina), Portulaca oleracea (gelang/krokot jawa), Mussaenda pubescens (daun putri), Euphorbia zigzag (kaktus zigzag), Anredera cordifolia (binahong), Ficus repens (dolar-dolaran), dan Hedera helix (ivy) adalah contoh tanaman-tanaman yang bisa ditempatkan pada eksterior bangunan. Sementara itu Epipremnum aureum (photos), Scindapsus (sirih belanda), Maranta leuconeura (tanaman berdoa), Dieffenbachia seguine (sri rejeki), paku-pakuan, dan suplir lebih cocok untuk instalasi green wall interior karena membutuhkan tempat lembab. Green wall yang dipasang pada dinding utara dan barat sebaiknya diberi tanaman yang tahan panas dan menyukai banyak sinar matahari.

3. Sumber air dan nutrisi

Sebelum memasang green wall, pastikan kebutuhan air bersih cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kebutuhan air bersih rumah tangga belum terpenuhi, tentu akan sangat merepotkan apabila kita juga harus berbagi air dengan tanaman-tanaman pada greenwall yang kita pasang. Bila ketersediaan air cukup banyak, selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah sistem irigasi tanaman. Apakah menggunakan misting, spray, atau sistem drip-irrigation. Pemilihan sistem irigasi disesuaikan dengan jenis tanaman pada green wall. Ada tanaman yang cukup disiram sehari sekali, ada yang perlu dua kali sehari, dan ada yang hanya perlu disirami tiga hari sekali. Bila perlu gunakan timer otomatis untuk membuka dan menutup keran, sehingga tanaman tidak mati kekeringan. Hal ini sangat penting terutama untuk instalasi green wall yang cukup luas.

4. Perawatan berkala

Perawatan berkala sama pentingnya dengan perawatan harian. Di antaranya, yang perlu dilakukan secara berkala adalah pemangkasan, penggantian medium yang rusak, pemupukan, hingga penggantian tanaman yang mati. Perlindungan tanaman dan media tanam dari jamur dan serangan hama juga berlu diperhatikan. Jika perawatan tanaman ingin disederhanakan, bisa gunakan satu jenis tanaman saja untuk keseluruhan instalasi. Atau, apabila ingin mevariasikan tanaman, bisa juga digabungkan kombinasi tanaman yang memiliki kebutuhan serupa, misalnya pupuk sebulan sekali dan pengairan sehari sekali. Hal ini lebih tepat bagi penghuni yang tidak ingin menginvestasikan banyak waktu dan tenaga untuk perawatan taman vertikal.

_______________________________

Referensi

Rakhshandehroo, M., Mohd Yusof, M. J., & Deghati Najd, M. (2015). Green façade (Vertical Greening): Benefits and Threats. In Applied Mechanics and Materials (Vol. 747, pp. 12-15). Trans Tech Publications Ltd.
Aisyah, F., & Rahmah, N. (2020, July). Comparative Study of Soft-scape Element Significance in Improving the Walkability of Urban Corridor. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 532, No. 1, p. 012009). IOP Publishing.
Garsinia Lestari, S. P., & Ira Puspa Kencana, S. P. (2015). Tanaman Hias Lanskap (Edisi Revisi). Penebar Swadaya Grup.
Megawati, C.A., Haridah, M., Rahmah, N. (2010). Arsitektur Hijau dan Inovasi Perancangan: Taman Vertikal sebagai Alternatif Penghijauan Kota Berkelanjutan. AR4195 Seminar Arsitektur. Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi Bandung.

_______________________________

Wallahua’lam

_______________________________

Please Login to Comment.

three + 2 =