Posted on Leave a comment

Cara Update Firmware Marlin 2.0 untuk 3D Printer Anet A8 atau Ender 3

Firmware bawaan Anet A8 memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya, kurangnya proteksi saat terjadi overheat komponen, mulai dari bed, heater, connector, hingga power supply. Oleh karena itu, banyak pengguna Anet A8 menyarankan migrasi dari firmware bawaan pabrik ke firmware lain seperti Skynet dan Marlin. Marlin adalah firmware untuk berbagai mesin CNC, 3D Printing, Laser dan rangkaian motorik lainnya yang bisa di-download langsung melalui web github. Firmware ini cukup populer di kalangan para Makers. Selama beberapa tahun ke belakang, berbagai firmware seperti Marlin terus mengalami perbaikan.

Meskipun penggantian firmware ini bukanlah sesuatu yang bersifat mendesak, banyak manfaat yang bisa diperoleh bila kita bermigrasi ke Marlin. Selain meningkatkan faktor keamanan dan mengurangi resiko kebakaran, kita bisa melakukan auto bed levelling dan manual bed levelling. Kita bisa memasang sensor untuk kegiatan levelling / tramming, bisa menghemat waktu para Makers yang umumnya banyak terbuang saat levelling sebelum melakukan printing.

Yang perlu diperhatikan saat penggantian firmware adalah ketelitian. Ada banyak faktor yang bisa membuat proses flashing firmware Marlin ke Mainboard mengalami kegagalan. Akan tetapi faktor-faktor tersebut akan bisa diatasi dengan ketenangan dan kehati-hatian, insyaAllah.

Apa saja yang perlu kita siapkan untuk migrasi dari firmware bawaan pabrik ke Marlin?

1. Installer Marlin dalam bentuk zip, bisa download di github.
2. Kumpulan file Configuration mesin-mesin 3D dalam bentuk zip, bisa download di github.
3. USB Cable Connector.
4. Visual Studio Code (bila belum terinstall bisa download installer-nya di visualstudio.com) atau Arduino IDE (bisa download di Arduino.cc)
5. Koneksi Internet

Opsional, apabila proses flashing atau upload gagal karena tidak sync, kita memerlukan:

1. Software Arduino IDE (bisa didownload langsung dari web Ardunio, saat ini membutuhkan donasi minimal $1.5)
2. USBAVR atau Ardunio ISP (harus dipastikan USBAVR yang dipakai adalah yang bisa digunakan untuk flashing ATMEGA1284p. Jangan lupa install drivernya (Zadig, bisa di-download secara online). Selain USBAVR dan Arduino ISP, ada yang menyarankan menggunakan USBtinyISP. Akan tetapi, kebanyakan USBtinyISP hanya bisa melakukan flashing untuk microcontroller ukuran dibawah 64kb, jadi sebaiknya pastikan dulu kemampuan programmer yang digunakan sesuai dengan chip 3D Printer kita.
3. Connector/Adaptor 10 pin to 6 pin dan Kabel Display 10 pin (Kabel Flat)
4. File board definition Anet 8 atau Sanguino (bisa download dari github dalam bentuk zip)

Langkah-langkah melakukan migrasi:

1. Nyalakan printer.
2. Sambungkan printer menggunakan kabel USB langsung ke USB Port laptop atau PC. Pastikan MicroSD sudah dikeluarkan dari card-reader 3d Printer agar tidak membingungkan proses flashing.
3. Ada dua opsi software yang bisa dipakai untuk flashing/install firmware Marlin, yaitu Visual Studio Code dan/atau Arduino IDE. Pertama-tama kita akan jelaskan bagaimana melakukan flashing firmware Marlin menggunakan Visual Studio Code.

Instalasi dengan Visual Studio Code:

1. Extract zip-file Marlin-2.0.x dalam sebuah folder.
2. Extract zip-file Configuration-release-2.0.9.2 dalam folder lainnya. Lalu buka isinya menuju Configurations-release-2.0.9.2/config/examples/Anet/A8. Copy file <_Statusscreen.h> file dan file ke dalam direktori Marlin-2.0.x/Marlin
3. Install Visual Studio Code
4. Buka software tersebut lalu install extension platformIO dan Auto Build Marlin
5. Buka tab Auto Build Marlin lalu klik build dengan environment .
6. Setelah build berhasil selanjutnya klik upload dan perhatikan report proses yang berlangsung.
7. Apabila terdapat tulisan Failed, lalu ada notifikasi ‘not sync’ atau ‘tidak sinkron’ maka berarti bootloader belum tersedia di dalam chip 3d printer kita. Kita harus melakukan langkah-langkah burning bootloader menggunakan bantuan USBAVR.

Langkah-langkah burn bootloader ke dalam microcontroller board 3d printer:

1. Nyalakan printer.
2. Sambungkan USBAVR dengan kabel display 10 pin dan adaptor 10 pin ke 6 pin.
3. Sambungkan ujung konektor 6 pin ke port sambungan yang ada di samping konektor display. Pastikan posisi sambungan 6 pin menghadap ke arah yang sesuai (disesuaikan dengan posisi lidah konektor).
4. Setelah USBAVR dan kabel-nya tersambung ke mainboard, selanjutnya sambungkan konektor USB ke USB Port di laptop atau PC.
5. Install driver USBAVR lalu periksa apakah USBAVR sudah terdeteksi melalui Device Manager.
6. Install Arduino IDE.
7. Extract zip-file anet.board lalu copy folder Anet ke dalam direktori Documents/Arduino/hardware. Folder anet ini berisi board definition agar board Anet terdeteksi oleh Arduino IDE. Selain menggunakan board definition khusus Anet, kita juga bisa menggunakan board definition Sanguino. Caranya sama, extract zip file dan copy folder sanguino ke dalam direktori .
8. Buka software Arduino IDE.
9. Buka tab lalu pilih . Di sini ada dua opsi Anet V1.0 biasa atau Anet V1.0 (optiboot). Size bootloader optiboot lebih kecil daripada bootloader ATMEGA biasa, sehingga lebih disarankan terutama apabila direncanakan ada penambahan fitur pada firmware. Apabila Arduino IDE secara otomatis menyarankan untuk update board, sebaiknya jangan dilakukan. Banyak pengguna mengalami kesulitan burn bootloader karena update board definition terkadang lebih baru daripada tanggal update firmware dan software, atau sebaliknya. Akibatnya, bisa terjadi kegagalan karena susunan program yang kurang sinkron. Banyak pengguna bahkan sengaja men-downgrade board definition-nya untuk mendapat tanggal release yang sesuai dengan Marlin.
10. Buka tab Tools lalu pilih programmer/USBAVR
11. Buka tab Tools lalu pilih processor/ATMEGA1284p (16 MHz)
12. Selanjutnya Buka tab Tools lalu klik Burn Bootloader.

Installasi Marlin dengan software Arduino IDE:

1. Setelah proses burn bootloader berhasil, lepaskan sambungan USB dari laptop/PC dan sambungan USBAVR dari mainboard. Selanjutnya hubungkan langung mainboard 3D Printer dan laptop dengan kabel USB (tanpa USBAVR). Pastikan tidak ada micro SD dalam mainboard Anet, juga pastikan mainboard dan laptop/PC terhubung tanpa melalui USB Hub.
2. Dalam software Arduino IDE, buka sketch marlin.ino dari folder Marlin-2.0.x/Marlin lalu buka tab Sketch lalu pilih Upload. Arduino IDE bisa mendeteksi sketch yang ada dalam komputer kita, sekalipun foldernya tidak berada dalam direktori Arduino. Jika tidak terdeteksi, bisa kita lakukan lalu mencari lokasi file pada folder Marlin tempat kita sebelumnya melakukan extract.
3. Buka tab Tools lalu pilih port yang sesuai dengan koneksi USB yang kita gunakan. Terkadang muncul Port 7, 8 atau bahkan 12 tergantung identifikasi USB Port pada laptop atau komputer kita.
4. Proses upload Marlin bisa juga dilakukan dengan Visual Studio Code dengan memilih environment .

————————————————

Setelah proses Upload selesai, layar LCD 3d Printer akan memperlihatkan tampilan Marlin. Biasanya muncul pertanyaan apakah kita mau melakukan Reset atau Ignore. Klik Reset, matikan 3d Printer lalu nyalakan kembali. Setelah proses ini, akan terlihat melalui layar LCD bahwa Printer dalam kondisi Ready. Selamat, kita berhasil mengganti firmware! Perlu diperhatikan bahwa konfigurasi tombol operator LCD dengan firmware Marlin agak berbeda dengan firmware sebelumnya, jadi perlu pembiasaan lagi. Bisa juga kita atasi dengan penambahan stiker pada setiap tombol.

————————————————

Selamat berkarya terus, Sobat Makers!

PS: disclaimer: semua keputusan penggantian firmware menjadi tanggung jawab masing-masing user.

————————————————

Wallahua’lam

————————————————

Please Login to Comment.

10 + sixteen =