Posted on Leave a comment

Seri Urban Garden: Menanam Melon di Kawasan Urban

Tanaman melon bukanlah tanaman asli Indonesia, namun bisa dibudidayakan di Indonesia. Bahkan, sudah ada banyak petani melon di Indonesia sehingga kita pun bisa menikmati melon hampir sepanjang tahun. Tanaman ini bisa tahan di dataran tinggi maupun dataran rendah, memerlukan sinar matahari langsung sepanjang hari, dan membutuhkan penyiraman setiap hari. Tanaman melon bisa juga ditumbuhkan di pekarangan rumah, di teras, ataupun balkon. Akan tetapi, tanaman ini sangat rentan terkena berbagai penyakit dan hama, terutama apabila diguyur hujan lebat sepanjang hari terus menerus. Oleh karena itu penanaman di musim hujan sangat membutuhkan banyak perawatan, memerlukan parit irigasi, atau memerlukan bedengan. Penanaman dalam rumah kaca lebih membantu di musim hujan. Rekomendasi penanaman melon adalah di musim panas atau musim kemarau, dengan pengairan yang cukup.

Tanaman melon membutuhkan banyak nutrisi. Nutrisi tersebut bisa ditambahkan ke media tanam dari bahan-bahan organik maupun dengan tambahan pupuk non-organik. Di musim hujan, pemupukan media tanam yang sangat gembur di dalam planter/pot harus dilakukan lebih sering, agar nutrisi yang larut oleh air hujan bisa langsung digantikan dengan nutrisi baru. Penyemprotan daun dengan bahan penetral keasaman hujan dan perlindungan terhadap hama perlu dilakukan secara berkala.

Berikut rekam langkah-langkah penanaman melon:

Hari ke-0 – penyemaian bibit
Hari ke-11 – bibit melon siap dipindahkan ke polybag diameter 15 cm, persiapkan media tanam di polybag berukuran 32 L dan beri tambahan garam inggris, kapur dolomit, dan pupuk kandang.
Hari ke-19 – bibit melon sudah memiliki empat daun dan tingginya sekitar 16-20 cm, pindahkan ke dalam polybag besar yang sudah dipersiapkan seminggu sebelumnya. Pastikan melon mendapat sinar matahari yang cukup. Gunakan pecahan cangkang telur sebagai mulsa penutup permukaan tanah.
Hari ke 26 – potong cabang-cabang daun pada ketiak batang agar tanaman terus tumbuh lurus ke atas. Siapkan tali, lilitkan tanaman melon ke tali tersebut setiap hari. Bila perlu gunakan bantuan tali pengikat.
Hari ke 34 – buka mulsa cangkang telur, tambahkan pupuk kandangm tutup kembali mulsa cangkang telur, siram. Bersihkan percabangan mulai dari ketiak batang pertama hingga 9.
Hari ke 42-44 – mulai berbunga. Jika sudah ada bunga betina, bisa dilakukan penyerbukan secara manual. Bunga yang sudah diberi serbuk sari akan menjadi buah dalam 1-2 hari.
Hari ke-44 – lakukan pemilihan buah. Idealnya 1 pohon 1 hingga 2 buah saja. Cabang yang berbuah dipotong ujungnya lalu diberi tali untuk menggantungkannya.
Hari ke-50 – cabang-cabang dipotong seperti perawatan tomat. Puncak tanaman juga dipotong (toping), agar tanaman fokus memperbesar buahnya.
Hari ke 77 – tanaman siap panen, lakukan stressing air selama 2 hari
Hari ke 79 – panen buah.
Pada kenyataannya buah melon panen antara 78 hingga 100 hari. Seringkali waktu berbuah dan panen-nya tidak sama antara satu pohon dengan pohon yang lain.

————————————————

Proses pembibitan
Pemasangan tali untuk media rambatan.
Identifikasi bunga dan bakal buah.
Buah melon tahap awal.
Penyakit daun pada melon.

Contoh ring atau retakan pada pangkal buah sebelum buah siap panen.

Ciri tanaman melon yang sudah siap panen adalah sebagai berikut:

1. Tekstur buah sudah terbentuk dengan sempurna (tidak ada sisi kulit yang tidak bertekstur)
2. Sulur pada tangkai buah sudah kering.
3. Tercium aroma melon wangi dari buah tersebut.
4. Ada retakan pada tangkai buah.
5. Ada retakan berbentuk ring pada tangkai buah.
6. Sudah memasuki usia panen.
7. Kulit buah berubah dari hijau ke hijau kekuningan.

————————————————

Penyakit yang umumnya terjadi pada melon adalah mildew/bercak-bercak putih, busuk akar, busuk, batang, busuk daun, dan busuk buah. Hama yang sering menyerang melon di antaranya semut dan kutu daun. Cara mengatasi mildew dan kebusukan, bisa semprot permukaan daun dengan susu, atau semprot dengan larutan baking soda + sabun + minyak goreng. Penyemprotan dengan baking soda baiknya dilakukan setelah hujan sekali sehari hingga tiga hari sekali. Pemupukan di musim hujan dilakukan seminggu sekali hingga tiga hari sekali sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Pupuknya bisa menggunakan pupuk kandang, kompos, pupuk urea, NPK, hingga pupuk susu. Pestisida alami bisa menggunakan neem oil atau minyak mimba. Untuk mengusir semut bisa dengan garam inggris MgSO4, merica, atau bubuk kopi.

Kesimpulannya, penanaman melon membutuhkan waktu sekitar 3 bulan lamanya. Perawatannya membutuhkan ketelatenan dan perhatian khusus terhadap resiko serangan penyakit dan serangan hama. Di musim hujan, perawatan melon lebih intensif karena besarnya resiko perkembangan jamur dan kurang nutrisi akibat saturasi nutrisi dalam media tanah berkurang (terbawa oleh air hujan). Di musim hujan, perkembangan gulma dan hama juga bisa lebih cepat, sehingga perlu perhatian tinggi terhadap sanitari area penanaman.

Selamat menanam!

————————————————

Wallahua’lam

————————————————

Please Login to Comment.

five − one =