Posted on Leave a comment

Memperbaiki distorsi bentuk 3D Print pada aksis X dan Y

Hal yang paling membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam 3D Printing adalah meningkatkan kualitas print hingga mendekati sempurna. Ada banyak faktor yang bisa menentukan kualitas print. Misalnya, layer height, flow rate, fan speed, printing speed, retraction, resolution, deviation, filament humidity, extruder spring tightness, software slicer yang digunakan, line width / extrusion width, nozzle diameter, nodes pada file objek, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang paling utama adalah bagaimana memperbaiki distorsi pada bidang X-Y. Kita akan mudah menyadari distorsi semacam ini apabila tingkat distorsinya cukup besar, misalnya ketika kita melakukan printing benda persegi hasilnya jajar-genjang, atau ketika kita melakukan print benda bundar ternyata hasilnya menjadi lonjong atau elips. Untuk distorsi yang tidak signifikan, kita baru akan merasakannya ketika melakukan printing model yang berukuran besar. Tentunya akan sangat mengganggu bila model yang kita print membutuhkan dimensi yang akurat, misalnya posisi lubang baut ataupun bentuk komponen yang harus pas di semua sisi, namun ternyata hasil printnya mengalami distorsi.

Ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk memperbaikinya. Sobat Makers bisa mencoba beberapa opsi troubleshooting berikut:

1. Memeriksa dimensi sudut-sudut struktur 3D printer (Tramming), apakah siku dan parallel.
2. Memeriksa posisi aksis Z, apakah sudah sejajar ketinggiannya baik pada rod kanan maupun kiri.
3. Memeriksa spacing, jarak antar baut pada batang-batang (rod) penopang heated bed.
4. Memeriksa apakah heated bed sudah level terhadap ekstruder (tramming/levelling).
5. Memeriksa tarikan semua belt (baik belt aksis Y maupun belt aksis X apakah sudah cukup kencang.
6. Memeriksa semua stepper motor, gear, slider, dan rods, apakah sudah diberikan pelumas yang cukup serta apakah terkena debu/karat.
7. Memeriksa pengaturan software slicer yang digunakan.
8. Memeriksa pengaturan pada firmware, apakah ada fitur yang tidak terproses dari file g-code yang digunakan. Misalnya dalam file g-code kita sudah mengatur flow ‘extra’ sebesar 105-120% namun tidak terbaca oleh firmware, hal ini akan mempengaruhi kualitas print yang dihasilkan.

————————————————————

Dalam melakukan ‘tuning’ atau ‘troubleshooting’ seperti langkah-langkah di atas, kita harus menyadari bahwa setiap printer mungkin memiliki keunikan masing-masing. Bisa jadi struktur printer yang satu berbeda dengan yang lain terutama jika terjadi lendutan, muai, susut, tekukan, atau perbedaan level permukaan.

————————————————————

Wallahua’lam

————————————————————

Please Login to Comment.

five × three =