Posted on Leave a comment

Thermistor, Komponen Kecil yang Berpengaruh Besar

Kita sering melewatkan begitu banyak benda yang sederhana tapi berguna di sekitar kita, begitu pula kita sering melewatkan benda-benda kecil tapi ekstra penting dalam 3d Printer. Salah satunya adalah thermistor. Thermistor adalah singkatan dari thermal resistor. Sebuah sensor temperature seperti ujung thermometer yang terhubung dengan kabel menuju mainboard. Sensor ini menjadi kunci apakah pemanas pada Hot End dan Hot Bed keduanya bisa bekerja dengan efisien.

Thermistor yang baik memiliki nilai hambatan 100K. Untuk mengetahui apakah thermistor pada 3D printer berfungsi dengan baik, kita bisa menggunakan multimeter digital. Jika angka hambatan yang muncul di bawah 90 misalnya 60 atau 70, maka ada kemungkinan thermistor tersebut sudah tidak efisien untuk menangkap perubahan suhu. Apabila thermistor sudah tidak responsive terhadap perubahan suhu, maka ada resiko kebocoran energi bahkan resiko kebakaran. Printer juga bisa berhenti bekerja atau tidak memulai print, akibat suhu yang dianggap belum mencapai suhu seharusnya.

Untuk mengganti thermistor pada hot end, caranya sangat mudah. Kita hanya perlu memasang konektor pada thermistor baru (biasanya sudah dilengkapi kabel putih) lalu menyambungkannya ke mainboard. Pastikan posisi thermistor baru berada pada tempat yang disediakan, yaitu lubang kecil di samping pemanas (heating cylinder). Untuk menjaga posisi thermistor pada tempatnya, kita bisa mengencangkan baut kecil yang berada disamping lubang thermistor.

Thermistor pada hot bed diletakan di dalam konektor kabel yang menghubungkan hot bed dengan mainboard. Dengan demikian kita harus mengganti konektor sepaket dengan kabelnya apabila thermistor hot bed sudah tidak berfungsi. Apabila kita menggunakan firmware Marlin, thermistor yang tidak berfungsi akan memunculkan kode Min Temp Error di layar LCD. Karena proses pemanasan hot bed dan hot end melalui Marlin dilakukan bergantian, kita pun bisa mengetahui thermistor yang mana yang sudah tidak berfungsi. Akan tetapi, jika kita masih menggunakan firmware bawaan pabrik, baik hot bed maupun hot end akan tetap berkerja sekalipun thermistornya tidak berfungsi. Yang bisa menjadi indikator adalah posisi temperatur yang tidak sampai ke terperatur yang kita inginkan. Misalnya angka suhunya selalu naik turun di bawah target suhu yang harus dicapai (tidak naik naik).

Selain thermistor, sebenarnya masih ada lagi yang bisa mempengaruhi efisiensi pemanas, yaitu selubung silicon di sekitar heating block, kinerja kipas pendingin, baik-buruknya konektor, hingga selubung thermal yang membungkus keseluruhan 3d Printer. Tetapi yang terutama adalah kerja thermistor. Semakin akurat nilai hambatan resistornya, semakin baik perannya dalam mendeteksi perubahan suhu.

Wallahua’lam

Please Login to Comment.

5 × 1 =