Posted on Leave a comment

Cara Membaca G-Code untuk Modifikasi Setting 3D Print, Laser, CNC

G-Code adalah script yang mengkomunikasikan kepada firmware apa-apa saja yang harus dilakukan oleh mesin. Misalnya, apakah steppernya harus menggerakkan koordinat extruder ke aksis X, Y, Z; apakah extruder harus mengeluarkan filament, apakah jarak antar layernya rapat atau renggang, apakah kipas harus dinyalakan, dan hal-hal lain semacam itu. G-Code memang ditulis dengan kode berawalan huruf G, itu sebabnya disebut G-Code. Untuk 3D printer, g-code juga berisikan m-code di dalamnya. M-code pada 3D Printer mengatur kerja motor extruder, filament release/retraction, kerja pemanas hot end, kerja cooler/kipas, dan pembacaan firmware.

Tidak jarang, kita perlu membaca G-Code untuk mengetahui setting yang sudah dioperasikan sebelumnya. Misalnya, kita lupa apakah benda yang kita print menggunakan resolusi 0.05 atau 0.2, apakah benda yang kita print diproses pada suhu 200 atau 250, serta apakah benda yang kita print menggunakan flow 100%. Pada software slicer Cura, jumlah parameter yang bisa dimodifikasi ada ratusan parameter. Belum lagi bila kita menggunakan beragam jenis slicer, seperti Simplify3D, PrusaSlicer, Ideamaker, dan Octoprint. Mengandalkan ingatan pada setiap modifikasi akan sangat beresiko. Selain itu, mengandalkan catatan manual saja juga tidak memadai dan kurang efektif. Karenanya kita perlu memahami bagaimana cara membaca dan memodifikasi G-Code. Kita bisa memodifikasi G-Code untuk setting yang tidak terfasilitasi oleh software slicer. Misalnya, ketika kita akan memulai print dari layer N, atau ketika kita mengatur perubahan temperature dan speed di layer N yang membutuhkan detil khusus.

Berikut daftar vocabulary yang perlu kita perhatikan:

Daftar Commands G-Code

G00 – rapid motion – gerak cepat
G01 – linear interpolation – gerak linear terkontrol
G02 – circular interpolation CW – gerak circular terkontrol CW
G03 – circular interpolation CCW – gerak circular terkontrol CCW
G04 – dwell – diam
G06 – direct stepper move – gerak stepper langsung
G09 – exact stop check
G10 – retract – menarik kembali (data setting)
G11 – unretract – kembali jalan/maju (data setting)
G12 – clean tool – membersihkan alat
G17 – 19 – plane selection (CNC) – pemilihan bidang
G20 – set unit to inches – mengatur satuan ke inchi
G21 – set units to millimetres – mengatur satuan ke milimeter
G22 – G23 – firmware retract/unretract – firmware (tarik mundur/maju jalan)
G26 – Mesh validation pattern – pola validasi mesh
G27 – Park toolhead – menyimpan toolhead (parking)
G28 – Move to origin – pindah ke origin
G29 – Detailed Z-Probe – Z-Probe detil
G30 – Single Z-Probe – Z-Probe tunggal
G40 – Compensation Off (CNC specific)
G42 – Move to Grid Point – Pindah ke Grid Point
G53 – G59 – Coordinate System Select (CNC specific)
G60 – save current position to slot – Penyimpan posisi saat ini ke Slot
G68 – Coordinate rotation – Rotasi koordinat
G69 – Cancel coordinate rotation – Menggagalkan rotasi koordinat
G75 – Print temperature interpolation – Interpolasi terperatur cetak
G76 – PINDA probe temperature calibration – Kalibrasi temperatur PINDA probe
G80 – Cancel Canned Cycle (CNC specific)
G80 – Mesh-based Z probe – Z-Probe berdasarkan mesh
G81 – Mesh bed leveling status – Status mesh-bed-leveling
G82 – Single Z probe at current location – Z-Probe tunggal pada titik tertentu
G83: – Babystep in Z and store to EEPROM
G84 – UNDO Babystep Z (move Z axis back)
G85 – Pick best babystep – Memilih langkah awal terbaik
G86 – Disable babystep correction after home – Menonaktifkan langkah perlahan setelah posisi home
G87 – Enable babystep correction after home – Mengaktifkan langkah perlahan setelah posisi home
G88: – Reserved
G90 – Set to Absolute Positioning – Pengaturan Absolute Positioning
G91 – Set to Relative Positioning – Pengaturan Relative Positioning
G92 – G94 – CNC Specific
G98 – G99 – Activate/deactivate farm mode
G100 – calibrate floor or rod radius – Kalibrasi bidang lantai atau radius batang
G131 – Remove offset – menghilangkan ofset
G132 – Callibrate endstop offsets – Kalibrasi offset pemberhentian akhir
G133 – Measure steps to stop – pengukuran jumlah langkah hingga berhenti
G161 – Home axis to minimum – mengatur home axis ke minimum
G162 – Home axis to maximum – mengatur home axis ke maksimum
G425 – Auto-callibration with calibration cube – Kalibrasi dengan kubus

Daftar M-code:

M00: Stop or Unconditional stop – berhenti atau berhenti mutlak
M01: Sleep or Conditional stop – sleep atau berhenti bersyarat
M02: Program End – program selesai
M03: Spindle On, Clockwise (CNC specific) – pemutar menyala searah jarum jam
M04: Spindle On, Counter-Clockwise (CNC specific) – pemutar menyala berlawanan arah jarum jam
M05: Spindle Off (CNC specific) – pemutar dimatikan
M06: Tool change – pergantian alat
M07: Mist Coolant On (CNC specific) – Coolant berbetuk embun / mist dinyalakan
M08: Flood Coolant On (CNC specific) – Coolant berbentuk siraman dinyalakan
M09: Coolant Off (CNC specific) – Coolant dimatikan
M10: Vacuum On (CNC specific) – Vacuum dinyalakan
M11: Vacuum Off (CNC specific) – Vacuum dimatikan
M13: Spindle on (clockwise rotation) and coolant on (flood) – Pemutar dinyalakan searah jarum jam bersamaan coolant berbentuk flood/siraman air
M16: Expected Printer Check – Pengecekan printer
M17: Enable/Power all stepper motors – Mengaktifkan semua stepper motor
M18: Disable all stepper motors – Menonaktifkan semua stepper motor
M20: List SD card – Daftar SD card
M21: Initialize SD card – Membaca SD Card
M22: Release SD card – Melepas / eject SD Card
M23: Select SD file – memilih file dalam SD Card
M24: Start/resume SD print – memulai cetak (printing) dari file SD
M25: Pause SD print – berhenti printing sementara
M26: Set SD position – mengatur posisi SD
M27: Report SD print status – melaporkan hasil SD Print
M28: Begin write to SD card – menyimpan file dalam SD Card
M29: Stop writing to SD card – menghentikan penyimpanan file ke SD Card
M30: Delete a file on the SD card – Menghapus file pada SD Card
M30: Program Stop – Program berhenti
M31: Output time since last M109 or SD card start to serial – Waktu output
M32: Select file and start SD print – memilih file dan langsung memulai print
M33: Get the long name for an SD card file or folder – memperoleh nama lengkap dari sebuah file atau folder dalam SD Card.
M33: Stop and Close File and save restart.gcode – memulai dan menutup file sekaligus menyimpan file g-code
M34: Set SD file sorting options – mengatur opsi sortir file dalam SD card
M35: Upload firmware NEXTION from SD – upload firmware dari SD Card
M39 Report SD card information – melaporkan informasi SD Card
M40: Eject
M41: Loop – putar ulang
M42: Switch I/O pin
M70: Display message – menampilkan pesan
M72: Play a tone or song – memainkan nada atau lagu
M73: Set/Get build percentage – melaporkan persentasi build
M75: Start the print job timer – menyalakan timer pekerjaan print
M76: Pause the print job timer – menghentikan sementara timer pekerjaan print
M77: Stop the print job timer – menghentikan timer pekerjaan print
M78: Show statistical information about the print jobs
M101: Turn extruder 1 on (Forward), Undo Retraction
M102: Turn extruder 1 on (Reverse)
M103: Turn all extruders off, Extruder Retraction – Mematikan semua extruder atau retract
M104: Set Extruder Temperature – mengatur suhu extruder
M105: Get Extruder Temperature – memperoleh informasi suhu ekstruder
M106: Fan On – menyalakan kipas
M107: Fan Off – mematikan kipas
M108: Cancel Heating – membatalkan pemanasan
M108: Set Extruder Speed (BFB) – mengatur kecepatan extruder
M109: Set Extruder Temperature and Wait – mengatur suhu extruder dan menunggu
M110: Set Current Line Number – mengatur jumlah garis saat ini
M111: Set Debug Level
M112: Full (Emergency) Stop – pemberhentian darurat
M113: Set Extruder PWM – mengatur PWM extruder
M114: Get Current Position – Mendapatkan informasi posisi saat ini
M115: Get Firmware Version and Capabilities – mendapatkan info firmware dan kapabilitas firmware
M116: Wait – menunggu
M117: Get Zero Position / Display Message – mendapatkan posisi 0.0
M119: Get Endstop Status – memperoleh informasi status endstop
M120: Enable endstop detection – mengaktifkan deteksi endstop
M121: Disable endstop detection – menonaktifkan deteksi endstop
M122: Firmware dependent (misalnya diagnose, pengaturan software, dan debug pada stepper drives)
M123: Firmware dependent (misalnya nilai tachometer dan logika endstop)
M124: Firmware dependent (misalnya segera menghentikan motor)
M126: Open Valve – membuka katup dalam MakerBot
M127: Close Valve – menutup katup dalam MakerBot
M128: Extruder Pressure PWM
M129: Extruder pressure off
M130: Set PID P value
M131: Set PID I value
M132: Set PID D value
M136: Print PID settings to host
M140: Set Bed Temperature (Fast) – mengatur suhu bed
M141: Set Chamber Temperature (Fast) – mengatur suhu ruang / chamber
M142: Firmware dependent (misalnya mengatur suhu cooler)
M143: Maximum heater temperature – suhu heater maksimal
M144: Bed Standby – bed dalam keadaan standby
M146: Set Chamber Humidity – mengatur kelembaban chamber
M149: Set temperature units – mengatur satuan untuk suhu
M150: Set LED color – mengatur warna LED
M154: Auto Report Position
M155: Automatically send temperatures
M160: Number of mixed materials – jumlah material yang dicampur
M163: Set weight of mixed material – mengatur berat dari material yang dicampur
M164: Store weights – menyimpan berat
M165: Set multiple mix weights – mengatur beberapa campuran berat
M190: Wait for bed temperature to reach target temp – Menunggu hingga suhu bed mencapai target
M191: Wait for chamber temperature to reach target temp – Menunggu hingga suhu ruang mencapai target
M192: Wait for Probe Temperature – Menunggu termperatur minimal untuk memulai
M200: Set filament diameter- Mengatur diameter filament yang digunakan
M201: Set max acceleration – Mengatur percepatan maksimum
M203: Firmware dependent (misalnya mengatur federate maksimum dan suhu monitor)
M204: Firmware dependent (misalnya mengatur akselerasi default atau mengatur PID)
M205: Firmware dependent (misalnya advance setting atau pelaporan EEPROM)
M206: Firmware dependent (misalnya offset aksis dan mengatur nilai EEPROM)
M207: Firmware dependent (misalnya mengatur jarak perpindahan yang membutuhkan retract, kalibrasi aksis Z, dan mengatur kapan pergerakan tidak disimpan ke dalam EEPROM)
M208: Firmware dependent (misal mengatur jarak perpindahan tanpa retract dan mengatur aksis travel maksimum.
M209: Enable automatic retract – Mengaktifkan Retract otomatis
M210: Set homing feedrates – mengatur federate kembali ke home
M211: Disable/Enable software endstops – mengaktifkan/menonaktifkan endstop dari software
M212: Set Bed Level Sensor Offset – mengatur offset untuk sensor bed-levelling
M217: Toolchange Parameters – parameter pergantian alat
M218: Set Hotend Offset – mengatur offset hotend
M220: Set speed factor override percentage – mengatur persentase override dari kecepatan
M221: Set extrude factor override percentage – mengatur persentase override dari extrude
M220: Turn off AUX V1.0.5
M221: Turn on AUX V1.0.5
M222: Set speed of fast XY moves – mengatur kecepatan ketika gerak cepat di aksis XY
M223: Set speed of fast Z moves – mengatur kecepatan ketika gerak cepat di aksis Z
M224: Enable extruder during fast moves – mengaktifkan extruder selama gerak cepat
M225: Disable on extruder during fast moves – menonaktifkan extruder selama gerak cepat
M226: G-code Initiated Pause – Berhenti sementara diinisiasi oleh g-code
M226: Wait for pin state – menunggu pin state
M230: Disable / Enable Wait for Temperature Change – mengaktifkan / menonaktifkan menunggu perubahan suhu
M231: Set OPS parameter – mengatur parameter OPS
M232: Read and reset max. advance values
M240: Trigger camera – menyalakan camera (ambil gambar)
M240: Start conveyor belt motor / Echo off – menyalakan conveyor belt
M241: Stop conveyor belt motor / echo on – mematikan conveyor belt
M245: Start cooler – menyalakan pendingin
M246: Stop cooler – mematikan pendingin
M250: Set LCD contrast – mengatur kontras LCD
M256: Set LCD brightness – mengatur terang LCD
M371: Move to next calibration position – pindah ke posisi kaligrafi yang ditentukan
M372: Record calibration value, and move to next position – menyimpan nilai kalibrasi dan pindah ke posisi kalibrasi berikutnya
M373: End bed level calibration mode – mode kalibrasi level bed
M374: Save calibration grid – menyimpan grid kalibrasi
M404: Filament width and nozzle diameter – lebar filament dan diameter nozzle
M405: Filament Sensor on – menyalakan sensor filament
M406: Filament Sensor off – mematikan sensor filament
M407: Display filament diameter – memperlihatkan diameter filament
M410: Quick-Stop – segera berhenti
M412: Disable Filament Runout Detection – menonaktifkan alat deteksi filament habis
M413: Power-Loss Recovery – Memulihkan dari hilangnya Power
M415: Host Rescue
M416: Power loss – sumber listrik mati
M420: Set RGB Colors as PWM (MachineKit) – mengatur warna RGB sebagai PMW
M420: Leveling On/Off/Fade (Marlin) – Menyalakan atau mematikan leveling
M421: Set a Mesh Bed Leveling Z coordinate
M425: Backlash Correction – Koreksi backlash
M450: Report Printer Mode – Menampilkan mode printer
M451: Select FFF Printer Mode – Memilih mode FFF
M452: Select Laser Printer Mode – Memilih mode laser printer
M453: Select CNC Printer Mode – Memilih mode CNC printer
M460: Define temperature range for thermistor-controlled fan – mendefinisikan rentang suhu pada kipas yang diatur oleh sensor suhu. (misal nyala atau mati)
M470: Create Directory on SD-Card – Membuat direktori pada SD Card
M471: Rename File/Directory on SD-Card – Menamai ulang direktori pada SD Card
M486: Cancel Object – Membatalkan suatu objek
M500: Store parameters in non-volatile storage – Menyimpan data parameter pada non-volatil storage
M501: Read parameters from EEPROM – membaca parameter dari data EEPROM
M502: Restore Default Settings – mengembalikan pengaturan default
M503: Report Current Settings – memperlihatkan pengaturan saat ini
M504: Validate EEPROM – validasi EEPROM
M505: Firmware dependent (misalnya membersihkan EEPROM dan merestart printer atau mengatur konfigurasi folder)
M509: Force language selection – pilihan bahasa
M510: Lock Machine – mengunci mesin
M511: Unlock Machine with Passcode – membuka kunci mesin dengan passcode
M512: Set Passcode – mengatur/membuat passcode
M524: Abort SD Printing – membatalkan printing dari SD card
M530: Enable printing mode – mengaktifkan mode printer
M531: Set print name – menuliskan nama print
M532: Set print progress – mengatur progress print
M540: Set MAC address
M540 in Marlin: Enable/Disable “Stop SD Print on Endstop Hit”
M550: Set Name – mengatur nama
M551: Set Password – mengatur password
M563: Define or remove a tool – menginformasikan tool yang digunakan atau melepas tool
M564: Limit axes – pembatasan aksis
M565: Set Z probe offset – pengaturan ofset z-probe
M566: Set allowable instantaneous speed change – mengizinkan perubahan kecepatan instan pada syarat tertentu
M568: Tool settings
M569: Stepper driver control – pengaturan dan control gerak stepper motor
M570: Configure heater fault detection – mengkonfigurasi alat deteksi kegagalan heater
M571: Set output on extrude – menagtur output pada extruder
M572: Set or report extruder pressure advance
M573: Report heater PWM – melaporkan pemanasan PWM
M574: Set endstop configuration – konfigurasi endstop
M579: Scale Cartesian axes
M591: Configure filament monitoring – pengaturan monitoring untuk filament
M592: Configure nonlinear extrusion – pengaturan extrusion yang tidak linier
M593: Configure Dynamic Acceleration Adjustment – pengaturan DAA
M600: Set line cross section – menetapkan garis cross-section
M600: Filament change pause – berhenti sementara untuk mengganti filament
M601: Pause print – berhenti print sementara
M602: Resume print – melanjutkan print
M603: Stop print (Prusa i3) – berhenti print
M603: Configure Filament Change – mendeteksi perubahan filamen
M671: Define positions of Z leadscrews or bed leveling screws – definisi posisi leadscrew untuk bed levelling
M673: Align plane on rotary axis – Menyelaraskan bidang pada aksis putar
M674: Set Z to center point
M675: Find center of cavity
M700: Level plate – meratakan bidang print
M701: Load filament – memuat filament
M702: Unload filament – mengeluarkan filament
M703: Configure Filament – Komfigurasi filament
M710: Firmware dependent (misalnya pengaturan kipas, reset board)
M750: Enable 3D scanner extension – mengaktifkan 3d scanner
M751: Register 3D scanner extension over USB – mengetahui ekstensi 3d scanner pada USB
M752: Start 3D scan – memulai 3d scanning
M753: Cancel current 3D scanner action – membatalkan aksi 3d scanner saat ini
M754: Calibrate 3D scanner – kalibrasi 3d scanner
M755: Set alignment mode for 3D scanner
M756: Shutdown 3D scanner – mematikan 3d scanner
M862: Print checking (mengecek diameter nozzle, model code, model name, versi firmware, gcode)
M871: PTC Configuration
M890 Run User Gcode – menjalanjan g-code
M900 Set Linear Advance Scaling Factors
M905: Set local date and time
M906: Set motor currents
M909: Set microstepping – mengatur microstepping
M916: Resume print after power failure – melanjutkan print setelah mati listrik / sumber listrik hilang
M917: Set motor standstill current reduction – mengatur agar motor berhenti apabila aliran listrik berkurang
M995: Calibrate Touch Screen – Kalibrasi touchscreen
M997: Perform in-application firmware update
M998: Request resend of line

Sumber:

thomasnet.com/articles/custom-manufacturing-fabricating/g-code-commands/
makezine.com/2016/10/24/get-to-know-your-cnc-how-to-read-g-code/
en.wikipedia.org/wiki/G-code
reprap.org/wiki/G-code
howtomechatronics.com/tutorials/g-code-explained-list-of-most-important-g-code-commands/
duet3d.dozuki.com/Wiki/Gcode

———————

Wallahua’lam

———————

Please Login to Comment.

6 − 3 =