Posted on Leave a comment

Hand Embroidery #01: Mengenal Seni Sulam Tangan

Hand embroidery? Bordir yang di kaos ya maksudnya?

Mungkin banyak pertanyaan yang muncul saat seseorang pertama kali mendengar istilah sulam, sulam tangan, atau hand embroidery. Apa bedanya dengan merajut? Apakah mirip dengan kristik (cross-stitch)? Apakah dikerjakan dengan mesin? Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai salah satu jenis fiber art yang sudah populer sejak sebelum masehi ini.

Definisi Sulam Tangan

Hand embroidery, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai sulam tangan, didefinisikan sebagai seni mendekorasi material (terutama kain) dengan menggunakan jarum dan benang. Dalam sumber lain, sulam tangan diartikan sebagai membuat gambar pada kain dengan menggunakan teknik menjahit. Dalam prakteknya, benang bukanlah satu-satunya bahan yang dapat digunakan untuk menyulam. Dalam desain yang lebih kompleks, benang dapat dipadukan dengan manik-manik maupun payet. Kain yang digunakan juga dapat dilukis terlebih dahulu sehingga menghasilkan karya mixed-media yang menarik.

Contoh karya sulam tangan berupa dekorasi dinding

Berdasarkan definisi, sulam tangan biasa dilakukan dengan media kain, namun banyak juga seniman yang melakukan eksperimen dengan menggunakan teknik sulam pada media lainnya. Lebih jauh mengenai media maupun teknik sulam akan dibahas di artikel berikutnya, ya.

Mary Corbet, dalam website Needle ‘n Thread, menggunakan istilah surface embroidery untuk karya embroidery yang tidak terikat pada style maupun klasifikasi teknik tertentu dan tidak membutuhkan perhitungan dalam mengerjakannya (salah satu contoh teknik yang membutuhkan perhitungan dalam tekniknya adalah cross stitch atau kristik).

Sejarah Sulam Tangan

Sulam tangan diduga kuat berasal dari Asia Timur dan Timur Tengah. Jahitan yang awalnya digunakan untuk menyatukan kulit binatang lama-lama digunakan untuk menambahkan hiasan pada media yang lazim saat itu. Detail sulam tangan dapat dilihat dari patung-patung, lukisan, dan vas yang dilukis yang ditemukan sebagai bukti sejarah.

Dikutip dari Britannica,  karya sulam tangan tertua yang ditemukan sebelum masehi merupakan milik bangsa Mesir Kuno. Penemuan ini dibuktikan dari lukisan di makam mesir kuno yang menunjukkan gambar pakaian, penutup furnitur, dekorasi gantung, dan tenda yang dihias. Selain itu, karya-karya sulam tangan juga ditemukan dari lukisan vas bangsa Yunani (abad ke-7 hingga ke-6 sebelum masehi) dan karya sulam tangan tertua yang masih ada hingga sekarang dari bangsa Iran Kuno atau bangsa Skith (abad ke-5 sampai ke-3 sebelum masehi).

Byzantium terkenal sebagai penghasil karya sulam yang berhias emas sejak awal abad ke-4 Masehi hingga abad ke-15. Di benua Asia sulam tangan juga merupakan sebuah seni kuno. Hal ini dibuktikan dari penemuan hasil karya sulam Cina kuno tertua yang berasal dari masa Dinasti Tang (618 – 907) sementara karya sulam tertua yang masih ada hingga saat ini merupakan jubah sutra dari masa Dinasti Qing (1644 – 1912). Selain di Cina, hasil karya sulam tangan juga sudah ditemukan di India sejak masa Kesultanan Mughal (sejak tahun 1556). Hasil karya sulam dari India ini masuk ke Eropa sejak awal abad ke-17 melalui jalur perdagangan dan mempengaruhi motif sulam tangan di Eropa, terutama di Inggris.

Di Swedia, salah satu negara skandinavia, karya sulam tangan tertua yang ditemukan berasal dari abad ke-9 atau ke-10, yaitu di periode Viking. Tapi, seni ini baru populer di Eropa sekitar abad ke-11.

Di Persia, India, Cina, Jepang, Byzantium, hingga di periode Baroque di Eropa, sulam tangan merupakan simbol kekayaan. Di Eropa, seni ini baru menjadi lebih populer di kalangan biasa setelah abad ke-16. Sementara di negara dengan budaya berbeda, seperti di Vietnam, Mexico dan Eropa Timur, sulam tangan merupakan kemampuan yang diwariskan secara turun temurun ke generasi berikutnya.

Motif Sulam Tangan

Di masa kini, gambar hias yang dihasilkan dari teknik sulam tangan sangat bervariasi. Banyak seniman sulam tangan yang menggunakan teknik sulam tidak hanya untuk membuat gambar bunga, daun maupun motif geometris tapi juga karakter, tulisan, hingga mereplikasi lukisan terkenal.

Sebelum abad ke-20, motif geometris dalam karya sulam tangan banyak ditemukan dalam karya yang berasal dari Persia pada abad ke-16 dan ke-17, dan Yunani pada abad ke-18 dan ke-19.

Motif bunga, daun, hingga binatang yang terinspirasi dari alam dapat terlihat pada karya sulam yang berasal dari Turki. Pada karya tersebut, motif berbentuk pomegranate dan bunga tulip merupakan motif yang populer. Pengaruh dari Turki juga terlihat pada hasil sulam tangan yang berasal dari kepulauan Ionia dan Pulau Scyros dari Yunani.

Di Eropa, motif sulam tangan yang berhubungan dengan gereja mendominasi hingga munculnya gerakan Renaissance di awal abad ke-14. Periode antara tahun 1100 sampai 1350 adalah periode emas karya sulam tangan Inggris yang disebut dengan opus anglicanum (bahasa latin untuk English works). Pada periode tersebut, kemampuan pengrajin Inggris dalam mengaplikasikan emas dalam karya sulam tidak tertandingi oleh pengrajin lainnya.

Di abad ke-16, motif sulam di Inggris dan Perancis memiliki banyak kesamaan. Salah satu cirinya adalah adaptasi desain ukiran dalam karya sulam. Selanjutnya, di abad ke-17, motif sulam tangan di Inggris mulai dipengaruhi oleh motif sulam yang berasal dari India seperti yang sudah disebutkan di bagian sebelumnya. Motif yang populer di Eropa rupanya juga populer di Amerika bagian utara pada abad ke-17 dan ke-18. Bedanya, motif sulam di Amerika utara biasanya lebih sederhana dan jahitannya biasanya disesuaikan agar dapat menggunakan lebih sedikit benang dibandingkan dengan aslinya.

Media Sulam

Sesuai dengan definisi sulam tangan yang telah disebutkan di awal artikel, menyulam biasanya dimaksudkan untuk memberikan hiasan pada medium tertentu. Kain tentu saja merupakan media paling populer. Kain yang sudah disulam dapat menjadi dekorasi dinding, maupun dijahit menjadi tas dan pouch. Selain itu, menyulam juga dapat dilakukan pada kain yang sudah dijahit menjadi pakaian, tas, pouch, sarung bantal, dan lain-lain. Selain menghias media yang disulam, sulaman juga dapat menjadi cara untuk membuat sesuatu memiliki nilai personal, misalnya dengan menyulam inisial nama pada tas atau kaus, menyulam gambar binatang peliharaan, atau gambar yang khas bagi pemiliknya. 

karya sulam tangan pada media drawstring pouch (kiri) dan masker kain (kanan)

Sulaman tangan yang menjadi dekorasi dinding dapat dipajang menggunakan hoop (pembidang) maupun bingkai foto. Hoop yang dimaksud adalah alat yang digunakan untuk menjaga kain tertarik dan rata pada saat pengerjaan. Jenis-jenis hoop yang dapat digunakan untuk menyulam dan memajang karya sulam akan dibahas di artikel berikutnya, ya.

Selain itu, ada juga seniman yang bereksperimen dengan menyulam di atas kanvas lukis, kertas tebal, bahkan kayu. Untuk dua media terakhir, tentu saja permukaannya harus dilubangi terlebih dahulu sebelum disulam.

Mesin Bordir

Setelah revolusi industri, sulam tangan mulai tergantikan oleh mesin. Di awal abad ke-19, mesin sulam yang masih dioperasikan oleh tangan, digunakan di industri sulam di Swiss dan di industri renda di Plauen. Jerman. Mesin ini ditemukan oleh Josue Heilmann di Perancis pada tahun 1832. Sekarang, mesin sulam sudah dikomputerisasi dan polanya pun bisa digambar menggunakan software khusus. Pengerjaan dengan mesin tentu lebih menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan pengerjaan menggunakan tangan. Namun, sejak akhir 2010, sulam tangan kembali menjadi seni yang populer.


Demikian sebagian cerita mengenai sulam tangan atau hand embroidery. Semoga menjadi wawasan baru untuk kita semua, ya. Jangan lupa nantikan judul berikutnya dalam seri hand embroidery untuk mendapatkan  penjelasan yang lebih mendalam mengenai salah satu jenis fiber art ini.

Wallahua’lam

 

sumber:

https://www.britannica.com/art/embroidery
https://www.britannica.com/art/opus-anglicanum 
https://www.curioushistory.com/the-history-of-embroidery/
https://www.folklorecompany.com/en/embroidery/the-history-of-embroidery
https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/05/110000069/seni-menyulam–pengertian-dan-sejarahnya?page=all
https://en.wikipedia.org/wiki/Machine_embroidery

Needlework Terminology: Surface Embroidery

Please Login to Comment.

twenty + eighteen =