Posted on

Strategi Retrofit (Pasca-Konstruksi) untuk Mengatasi Panasnya Dinding Barat dan Utara

Kita yang berada di bawah garis khatulistiwa tentunya sadar bahwa sumber panas terbesar kita, matahari, sangat dominan dari arah Barat dan Utara. Biasanya dinding di sisi Barat dan Utara pada siang hari akan mulai terasa hangat, kemudian semakin hangat di sore hari, dan tetap hangat di malam hari sebelum menjadi dingin di pagi harinya. Fenomena semacam ini bisa diperhatikan di banyak rumah tinggal, gedung sekolah, perkantoran, masjid, dan bangunan komersial, terutama bila kesemua bangunan tersebut dibangun dengan bahan bata dan beton. Tentunya di daerah-daerah panas, kita mengharapkan bangunan kita memiliki temperatur yang sejuk agar dapat digunakan untuk beristirahat baik di siang hari maupun di malam hari. Panas berlebih yang dipancarkan dinding justru akan sangat mengganggu. Sebaliknya di daerah dingin, panas yang tersimpan dalam dinding dapat dimanfaatkan sebagai pemanas alami sesuai kebutuhan kenyamanan di daerah tersebut.

Continue reading Strategi Retrofit (Pasca-Konstruksi) untuk Mengatasi Panasnya Dinding Barat dan Utara
Posted on

Material M014 – Tegel

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai terrazzo sebagai material yang dapat digunakan untuk melapis lantai, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai tegel. Apa sih, tegel itu, dan apa ya bedanya dengan keramik? Katanya tegel itu material yang cocok digunakan di negara beriklim tropis, loh. Apa ya, kelebihannya? Kita cari tahu bersama-sama, ya.

Continue reading Material M014 – Tegel

Posted on

Material M013 – Terrazzo

Belakangan ini, terrazzo kembali populer sebagai material dalam dunia arsitektur. Material ini merupakan produk turunan dari mosaik marmer yang digunakan di Venice, Italia, di abad ke-16 sebagai material lantai di istana maupun di rumah-rumah. Melalui artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah terrazzo, cara pemasangan, hingga kelebihan dari material ini.

Continue reading Material M013 – Terrazzo

Posted on

Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Kualitas udara dalam ruang ternyata dapat menentukan tingkat kenyamanan suatu ruang dan mempengaruhi kondisi tubuh penghuni ruang tersebut. Tanpa kita sadari, kualitas air dalam ruang, seperti juga di luar ruangan, dapat mengandung material polutan di dalamnya. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa kandungan polutan dalam udara di dalam ruangan bisa jadi 2 hingga 5 kali lebih banyak daripada kandungan polutan udara di luar ruangan. Karena itu, jika kita lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, kenyamanan dan kondisi tubuh kita akan lebih mudah terpengaruh oleh kualitas udara di dalam ruang.

Yuk kita cari tahu apa saja komponen polutan udara dalam ruangan, sumber polutan dan efeknya, serta bagaimana cara memperbaiki kualitas udara di dalam ruang.
Continue reading Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Posted on

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Jika kita beraktivitas di kota besar yang ramai, pasti kita terbiasa dengan suara-suara di sekeliling kita. Suara mobil di jalan, dengung alat elektronik, suara orang bercakap-cakap, hingga suara pesawat yang kadang-kadang melintas. Coba sesekali kita berkunjung ke desa, gunung, atau tempat lain yang lebih sepi. Pasti suasananya berbeda, ya. Namun, karena sudah terbiasa dengan suara di sekeliling kita, bisa jadi kita tidak menyadari bahwa suara-suara di sekeliling kita ternyata mempengaruhi kualitas lingkungan dan kenyamanan kita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi suara, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Continue reading Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Posted on

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui apa yang dapat membuat bangunan atau ruangan kita terasa panas, sekarang, kita akan mempelajari hal apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai thermal comfort di dalam ruang. Sebagai penduduk di negara beriklim tropis khatulistiwa, kita mungkin dimudahkan dengan perbedaan temperatur sepanjang tahun yang tidak terlalu ekstrim.

Continue reading Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Posted on

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Pernah merasa kepanasan saat berdiam diri dalam suatu bangunan? Tentu pernah, ya. Sekarang, pernah nggak terpikir kenapa kita bisa merasa kepanasan dalam bangunan yang sama? Nah, kalau pernah kepikiran, dalam artikel kali ini kami akan menjelaskan beberapa alasannya. Siapa tahu ada dari makers yang berniat merenovasi rumah karena merasa rumahnya panas? Yuk, simak lebih dahulu apa sih yang mempengaruhi panas di dalam bangunan.
Continue reading Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Posted on

Material M012 – Mud Brick, Material Bangunan Kuno

Lumpur merupakan material berbentuk liquid maupun semi-liquid yang terbuat dari campuran air dan beberapa jenis tanah (misalnya loam, silt, atau lempung). Secara alami, lumpur dapat terbentuk setelah terjadi hujan atau di daerah yang dekat dengan sumber air. Kita biasa melihat lumpur sebagai permukaan tanah yang lembek dan cenderung membuat kotor jika diinjak. Namun, tahukah makers bahwa lumpur dapat diproses menjadi mud brick, sebuah material bangunan yang sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu.

Continue reading Material M012 – Mud Brick, Material Bangunan Kuno

Posted on

Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Kaca bukanlah material yang asing dalam kehidupan kita.  Kaca dapat digunakan mulai dari alat makan seperti piring dan gelas, hingga wadah makanan. Bisa juga digunakan sebagai table top, maupun penutup lemari. Nah, kalau dalam bangunan, penggunaannya yang paling sederhana adalah pada jendela dan panel pintu.

Penggunaan kaca pada bangunan sudah dimulai di negara-negara di Eropa sejak abad ke 19 (Butera, 2018). Namun, penggunaannya secara massal baru dilakukan setelah penemuan proses pembuatan float glass pada tahun 1958 oleh Pilkington dan Bickerstaff. Proses ini membuat kaca yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, bentuk yang lebih beragam dan permukaan yang rata dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan teknologi pembuatan kaca pada abad ke-19.

Continue reading Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Posted on

Membangun di Atas Tanah Reklamasi

Tanah merupakan sebuah elemen penting dalam proses membangun. Coba lihat di mana rumah, sekolah, atau pusat perbelanjaan terdekat dengan kita berdiri? Tentu saja di atas tanah. Sebagai sebuah tempat membangun, tentu saja kekuatan tanah juga penting untuk diketahui sebelum kita mulai membangun. Namun, bagaimana jika tidak ada tanah yang dapat dibangun atau bangunan yang akan dibangun direncanakan untuk menjadi sebuah ikon dari sebuah negara sehingga diperlukan lokasi yang spesial sebagai tempat pembangunannya?
Continue reading Membangun di Atas Tanah Reklamasi