Posted on

Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Kualitas udara dalam ruang ternyata dapat menentukan tingkat kenyamanan suatu ruang dan mempengaruhi kondisi tubuh penghuni ruang tersebut. Tanpa kita sadari, kualitas air dalam ruang, seperti juga di luar ruangan, dapat mengandung material polutan di dalamnya. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa kandungan polutan dalam udara di dalam ruangan bisa jadi 2 hingga 5 kali lebih banyak daripada kandungan polutan udara di luar ruangan. Karena itu, jika kita lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, kenyamanan dan kondisi tubuh kita akan lebih mudah terpengaruh oleh kualitas udara di dalam ruang.

Yuk kita cari tahu apa saja komponen polutan udara dalam ruangan, sumber polutan dan efeknya, serta bagaimana cara memperbaiki kualitas udara di dalam ruang.
Continue reading Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Posted on

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Jika kita beraktivitas di kota besar yang ramai, pasti kita terbiasa dengan suara-suara di sekeliling kita. Suara mobil di jalan, dengung alat elektronik, suara orang bercakap-cakap, hingga suara pesawat yang kadang-kadang melintas. Coba sesekali kita berkunjung ke desa, gunung, atau tempat lain yang lebih sepi. Pasti suasananya berbeda, ya. Namun, karena sudah terbiasa dengan suara di sekeliling kita, bisa jadi kita tidak menyadari bahwa suara-suara di sekeliling kita ternyata mempengaruhi kualitas lingkungan dan kenyamanan kita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi suara, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Continue reading Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Posted on

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui apa yang dapat membuat bangunan atau ruangan kita terasa panas, sekarang, kita akan mempelajari hal apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai thermal comfort di dalam ruang. Sebagai penduduk di negara beriklim tropis khatulistiwa, kita mungkin dimudahkan dengan perbedaan temperatur sepanjang tahun yang tidak terlalu ekstrim.

Continue reading Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Posted on

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Pernah merasa kepanasan saat berdiam diri dalam suatu bangunan? Tentu pernah, ya. Sekarang, pernah nggak terpikir kenapa kita bisa merasa kepanasan dalam bangunan yang sama? Nah, kalau pernah kepikiran, dalam artikel kali ini kami akan menjelaskan beberapa alasannya. Siapa tahu ada dari makers yang berniat merenovasi rumah karena merasa rumahnya panas? Yuk, simak lebih dahulu apa sih yang mempengaruhi panas di dalam bangunan.
Continue reading Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Posted on

Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Kaca bukanlah material yang asing dalam kehidupan kita.  Kaca dapat digunakan mulai dari alat makan seperti piring dan gelas, hingga wadah makanan. Bisa juga digunakan sebagai table top, maupun penutup lemari. Nah, kalau dalam bangunan, penggunaannya yang paling sederhana adalah pada jendela dan panel pintu.

Penggunaan kaca pada bangunan sudah dimulai di negara-negara di Eropa sejak abad ke 19 (Butera, 2018). Namun, penggunaannya secara massal baru dilakukan setelah penemuan proses pembuatan float glass pada tahun 1958 oleh Pilkington dan Bickerstaff. Proses ini membuat kaca yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, bentuk yang lebih beragam dan permukaan yang rata dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan teknologi pembuatan kaca pada abad ke-19.

Continue reading Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Posted on

Memaksimalkan Hunian Mungil (Part 1)

Manusia dari waktu ke waktu semakin bertambah jumlahnya, sedangkan tanah yang tersedia tidak pernah bertambah. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa harga tanah semakin melonjak yang akhirnya berdampak pada luas hunian yang semakin mengecil. Lantas, bagaimana menghadapi kondisi tersebut? Berapa sebenarnya luasan yang dibutuhkan untuk hunian ideal? Bagaimana membuat rumah mungil tetap nyaman untuk ditinggali dan beraktifitas?

Jika Makers belum memiliki tanah yang akan dijadikan hunian, Makers bisa memulainya dengan membuat perencanaan kebutuhan akan luasan. Sebenarnya tidak ada standar khusus yang menjelaskan secara pasti ukuran atau luasan ideal sebuah ruangan atau hunian karena hal tersebut berbeda-beda tergantung pada penghuninya, seperti: jumlah penghuni, aktivitas penghuni, persepsi penghuni terhadap kebutuhan, faktor keamanan, faktor kenyamanan, dan lainnya. Berikut adalah contoh kasus perencanaan untuk menentukan luasan lahan hunian yang dibutuhkan:
Continue reading Memaksimalkan Hunian Mungil (Part 1)

Posted on

Mengenal Tembikar #02 : Steps and Tools

Setelah mempelajari jenis-jenis tanah liat yang dapat dijadikan bahan dasar untuk membuat tembikar, sekarang waktunya untuk mengetahui alat apa saja yang dibutuhkan untuk mengolah tanah liat tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas tahapan-tahapan apa saja yang dilalui tanah liat dan alat apa saja yang digunakan dalam tahapan tersebut.

Pembentukan

Dalam proses pembentukan tanah liat menjadi keramik, hal pertama yang kita lakukan adalah menyiapkan sebagian tanah liat yang akan dibentuk. Untuk mengambil hanya sebagian dari gumpalan tanah liat, kita dapat langsung mengambilnya dengan tangan, atau juga dipotong dengan menggunakan benang kenur maupun jarum untuk memotong dan penggaris.

Continue reading Mengenal Tembikar #02 : Steps and Tools