Posted on Leave a comment

Online Tool for Makers, Akselerasi Belajar untuk Para Makers

Halo Sobat Makers! Kali ini Diyfab akan membagikan referensi belajar online yang bisa membantu kita semua lebih jago dalam hal bebikinan. Sudah mejadi kelaziman, ketika kita membuat sesuatu, kita harus sekaligus belajar banyak hal. Seringkali multi-disiplin. Kolaborasi lintas disiplin ketika membuat tim juga memerlukan dasar-dasar pengetahuan akan masing-masing disiplin yang akan kita libatkan. Banyak hal yang bisa kita pelajari asalkan kita memiliki niat yang benar dan bersungguh-sungguh. Berikut beberapa tool/alat yang bisa kamu gunakan untuk belajar.

1. Github.com.

Tidak hanya untuk belajar soal desain parametrik dan modelling menggunakan software seperti grasshopper, github juga menjadi tempat yang kondusif untuk belajar berbagai plugin, up-to-date dengan perkembangan software baru, belajar web design, hingga membuat aneka software/plugin sendiri.

2. w3school.com

Siapa sih yang tidak berhubungan dengan aplikasi dan web di dunia internet-of-things ini? Semua industri pasti berhubungan dengan dunia maya. W3school.com adalah tempat kita mempelajari serba-serbi CSS (Cascading Style Sheets) serta dasar-dasar istilah HTML. Sangat berguna untuk yang sedang memodifikasi layout blog atau website. Dalam web ini kita bisa langsung melihat efek dari perubahan kata-kata / parameter pada CSS kita. Misalnya mengganti ukuran huruf, mengatur margin, membuat adaptive layout, dan sebagainya. Web ini sangat berguna untuk memperkenalkan definisi-defini dalam CSS kepada pemula.

3. Thingiverse

Nah, thingiverse yang dibuat oleh makerbot ini adalah gudangnya model-model 3d yang bisa kita print dengan 3d printer. Mulai dari model sederhana seperti baut, mur, dan engsel, hingga mini-lathe untuk memudahkan kamu membuat gelas mini. Thingiverse wajib dikunjungi oleh pegiat 3d printing pemula.

4. Instructables

Siapa yang bisa melewatkan aneka petunjuk pembuatan sesuatu yang dilakukan oleh para makers di seluruh dunia? Mulai dari membuat 3d pop art hingga membuat ball-mill dan transparent-wood ada di dalamnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah ‘perpustakaan’mu dengan info-info bermanfaat dan hasil eksperimen orang lain di sana.

5. Windows Power Toys

Tool yang satu ini bukan website, tetapi software tambahan yang bisa didownload langsung dari websitenya Microsoft. Kegunaannya terutama untuk editing foto secara masal, misalnya resize, compress, dan rename. Hal ini sangat memudahkan content creator yang mempublikasi konten-nya di berbagai platform. Selain itu juga ada fitur-fitur shortcut di dalamnya, seperti command khusus untuk mute audio dan video pada saat konferensi daring.

6. Sketchup 3d warehouse

Model SketchUp yang tersedia dalam 3D Warehouse ini sangat memudahkan para makers untuk membuat layout, animasi, dan montase untuk memvisualisasikan konsep. Banyak juga model yang bisa dimodifikasi, remix, atau dikombinasikan untuk mendapat kreasi baru. Setiap model memiliki ketentuan copyright yang dicantumkan oleh creator-nya, sama seperti model-model pada Thingiverse dan font-font di Dafont, misalnya.

7. Pixabay dan Biteable

Keduanya adalah contoh website yang menyediakan stock video untuk para kreator yang mem-visualisasikan gagasan lewat video.

8. Adobe Audition Sound Effect

Web ini menyediakan aneka sound effect untuk keperluan editing kamu.

9. Udemy and Skillshare

Kumpulan kursus online yang bisa membantu kamu menguasai suatu skill.

10. stock.adobe

Siapapun yang sering membuat poster dan konten gambar tentunya tahu stock.adobe. Website ini berisi kumpulan gambar-gambar high resolution yang bisa kita gunakan untuk membuat montase, membuat texture, editing background, dan sebagainya.

Selamat meng-eksplorasi!

Posted on Leave a comment

Cara Membuat Clay dari Tepung (DIY)

Clay sederhana yang tersedia di alam adalah campuran tanah dan air, yang biasa disebut lempung atau tanah liat. Tanah lempung bisa dibentuk menjadi batu bata, tembikar, genteng, mud brick (adobe), penutup lantai, dan plaster penutup dinding. Definisi geologis ‘clay’ atau lempung adalah mineral yang mengandung banyak partikel silikat dan aluminium, berpartikel kecil, serta memiliki daya tarik menarik tinggi antar partikelnya.
Continue reading Cara Membuat Clay dari Tepung (DIY)

Posted on Leave a comment

Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Bleaching kayu (pemutihan) sering kali dilakukan untuk mendapatkan warna kayu yang lebih terang dari warna aslinya. Hal ini banyak dilakukan oleh pengrajin mebel agar warna yang dihasilkan dapat menyesuaikan desain yang diinginkan. Selain itu, bleaching juga diperlukan untuk membersihkan kayu dari jamur dan noda biru (blue stain) akibat mikroorganisme, mineral, dan bekas-bekas korosi metal. Terkadang sekalipun warna kayu sudah sesuai dengan yang diinginkan, kita juga tetap perlu melakukan penyesuaian di beberapa titik seperti pada bagian mata kayu, bagian end-grain, bekas lem, ataupun pada bekas-bekas getah. Langsung saja kita mengupas beberapa metode yang biasa digunakan untuk melakukan bleaching.
Continue reading Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Posted on 1 Comment

DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas

Limbah kain adalah salah satu jenis limbah yang lama terurai oleh alam. Sekalipun ada usaha daur ulang dan reuse, kecepatan produksi tekstil seluruh dunia tetap tidak seimbang dengan kecepatan daur ulang dan penguraian limbah kain yang tak terpakai lagi. Banyak negara, baik produsen garmen seperti negeri kita, maupun negara tujuan akhir siklus baju bekas seperti negeri kita dan banyak negeri lainnya, pada akhirnya harus mengelola limbah tekstil dalam jumlah sangat banyak. Bila kuantitas limbah melebihi kapasitas pengelolaan suatu daerah, maka akan ada banyak limbah yang tidak terkelola. Limbah yang tidak terkelola ada yang menggunung sebagai land fill atau urugan terbengkalai, ada yang dibakar, ada yang mencemari saluran air bahkan menjadi tentakel raksasa di laut lepas yang membahayakan perahu bermotor dan hewan-hewan laut. Kita sendiri pun mungkin sering bingung mau dikemanakan ya baju-baju bekas yang tak layak didonasikan. Sayangnya biaya untuk mengubah baju bekas menjadi benang baru dan kain baru tidaklah murah.

Oleh karena itu, mari membuat Clothcrete Planter! Kita akan memanfaatkan handuk bekas dan sisa-sisa semen dan pasir pasca renovasi rumah. Memang membuat Clothplanter hanyalah respon kecil atas permasalahan limbah tekstil yang begitu besar. Solusi untuk limbah tekstil harus diawali dengan kebijakan para pemegang kepentingan di industri fashion baik itu pemerintah maupun pengusaha, juga diimbangi oleh kesadaran kita sebagai konsumen untuk lebih menyadari apa yang kita beli, kita kenakan, dan kita buang. Akan tetapi, karena ini adalah proyek DIY, tidak ada salahnya mulai dari hal kecil.
Continue reading DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas

Posted on 1 Comment

Anet A8 3D Printer Review: Permasalahan, Solusi, dan Upgrade (Part 1)

Anet A8 serta aneka merek dan tipe printer 3D knock-down lainnya adalah alternatif yang banyak dipilih oleh para Makers karena jauh lebih murah daripada printer 3D read-to-use. Tentu proses belajar pada printer knock-down akan berbeda dengan proses belajar pada printer yang ready-to-use. Bila kita memilih printer knock-down, ada banyak hal yang harus dipelajari mulai dari pengenalan komponen, proses perakitan, proses kalibrasi, hingga perawatan sepanjang usia printer. Printer knock-down khususnya merek Anet seri A8 ini memerlukan beberapa upgrade. Selain itu juga penting untuk mengetahui problem apa saja yang sering terjadi dan bagaimana menyelesaikan problem-problem tersebut. Berikut beberapa upgrade dan troubleshooting Anet A8.
Continue reading Anet A8 3D Printer Review: Permasalahan, Solusi, dan Upgrade (Part 1)

Posted on Leave a comment

2021: Beyond Expectation

Bismillah,
Selamat pagi Sobat Makers!

Diyfab bersyukur sekali atas pencapaian tahun 2020 lalu, walaupun penuh dengan turbulensi di tengah terjangan Pandemi. Semua itu tidak dapat tercapai tanpa karunia Allah swt, kemudian juga dengan dukungan dari Sobat Makers sekalian, karenanya kami sangat berterima kasih. Kami berharap sobat makers sekalian berhasil mencapai target-target 2020 yang telah lalu, serta siap menembus target baru di tahun 2021. Tentu kita semua prihatin dengan terjangan pandemi yang mempengaruhi kehidupan kita semua. Namun, kita harus tetap kreatif, tetap positif, dan terus mencari solusi untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

DIY atau Do It Yourself, adalah salah satu skill penting yang bisa meningkatkan adaptability sobat makers di berbagai situasi. Betapa kita semua anak-anak muda, moms n pops muda, telah meninggalkan skill-skill penting yang dulu merupakan skill mendasar yang harus dimiliki oleh para orang tua kita. Berapa banyak di antara kita yang familiar dengan penggunaan alat pertukangan, tali-temali, pertolongan pertama, food perservation, dissaster relief, dan terutama skill untuk merawat dan memperbaiki aneka produk yang kita punya mulai dari pakaian, perkakas, furniture, hingga peralatan elektronik? Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, skill DIY juga bisa membantu sobat makers semua dalam melakukan efisiensi baik waktu dan/atau finansial, tergantung yang mana dalam prioritas kita yang perlu dihemat. Bahkan, bila kita serius mempelajari sebuah skill, kita bisa mempergunakan skill itu untuk menyelesaikan masalah. Anything is possible.
Continue reading 2021: Beyond Expectation

Posted on

G009 – Voronoi

Produk yang dihasilkan dari manipulasi voronoi umumnya menarik perhatian. Bentuk yang unik bisa diperoleh secara instan, sehingga para peminat Grasshopper akan meluangkan waktu setidaknya sekali dalam hidupnya untuk mencoba komponen ini. Sekali mencoba, diikuti dengan berkali-kali latihan dan ribuan kali produksi. Apakah sobat makers sekalian pernah mendapat Voronoi Overdose Warning dari Grasshopper? Ha! Congrats ‘n welcome to the club!
Continue reading G009 – Voronoi

Posted on

G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc

Sebelumnya kita sudah membahas apa itu NURBS.  Bagi yang penasaran untuk apa kita repot-repot belajar NURBS, bisa mampir dulu ke artikel wikipedia terkait sejarah dan perkembangan NURBS. Sementara itu, mari kita masuk ke jenis-jenis curve lainnya dalam Grasshopper.

Interpolated Curves

Ketika membuat Interpolated Curves, semua titik parameter dilalui / dihubungan oleh kurva. Komponen interpolated curves pada Grasshopper yang baru memiliki empat input: V (Vertices), D (Degrees), P (periodic), dan K (knot styles). Input V (vertices) adalah kumpulan titik referensi yang kita ambil dari Rhino. Sama seperti ketika kita akan membuat NURBS Curves. D (degree) juga sama, namun perlu diperhatikan bahwa pada interpolated curves, nilai degrees harus selalu ganjil. Input K, yang tidak ada pada komponen NURBS merujuk pada jarak spacing pada knot. Input K ini diisi dengan interger 0 (uniform spacing), 1 (chord), atau 2 (sqrtchord). Mari kita coba ketiga input tersebut pada komponen <IntCrv> kita dan lihat bagaimana hasilnya. Demikian adalah superimpose dari 3 buah interpolated-curve dengan knot style berbeda-beda.
Continue reading G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc

Posted on

G007 – NURBS Curves

Apa itu curves? Terjemahan langsungnya adalah kurva, atau garis lengkung. Namun curves dalam Grasshopper juga meliputi garis lurus dan garis zigzag, seperti halnya kurva titik lebur dan titik didih H2O yang memperlihatkan garis-garis lurus dan diagonal. Curves adalah kumpulan titik (koordinat) yang digabungkan menjadi satu geometri. Terdapat setidaknya 5 jenis curve pada Grasshopper, yang dijelaskan dengan baik di dalam Grasshopper Primer. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang NURBS Curves saja.

NURBS

Jenis curve yang pertama adalah NURBS atau Non-uniform Rational Basic Splines. NURBS ini adalah yang dikategorikan sebagai Topological Curves oleh Greg Lynn (1999). Sebagai contoh, kita bisa memperhatikan gambar di bawah ini.
Continue reading G007 – NURBS Curves

Posted on

G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)

Kali ini kita akan mencoba mengaplikasikan Attractor Point pada permukaan bidang 2 dimensi. Metode ini sangat mudah diaplikasikan di berbagai rancangan; mulai dari desain kain, kemasan, furniture, hingga fasade bangunan.

Hasil akhir dari exercise kita kali ini adalah bentuk seperti berikut:
Continue reading G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)