Posted on Leave a comment

Seri Urban Garden – Vermikompos: Alternatif Pembuatan Kompos Kaya Manfaat dengan Cacing Tanah

Cacing tanah yang terlalu melimpah dalam media tanam justru dapat menyebabkan akar tanaman ‘ikut termakan’. Oleh karena itu, kelebihan populasi cacing tanah pun sering dianggap sebagai serangan hama. Namun ternyata kelebihan cacing tanah itu bisa dimanfaatkan untuk membuat vermikompos. Vermikompos adalah proses biooksidasi dan stabilisasi unsur organik yang melibatkan hewan cacing tanah dan mikroorganisme mesophilic. Proses vermikompos dapat mengurangi volume sampah organik dari 40% hingga 60% dalam waktu yang relatif singkat. Sampah organik yang telah diproses menjadi kompos pun akan mengandung berbagai enzym, unsur hara makro, serta unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.
Bagaimana proses pembuatan vermikompos?
Continue reading Seri Urban Garden – Vermikompos: Alternatif Pembuatan Kompos Kaya Manfaat dengan Cacing Tanah

Posted on Leave a comment

Material M020 – Epoxy vs Polyurethane

Begitu banyak produk di sekitar kita yang terbuat dari epoxy resin. Juga, begitu banyak produk di sekitar kita yang terbuat dari polyurethane. Keduanya termasuk bahan komoditas yang sangat diperlukan dalam dunia industri. Misalnya digunakan dalam Spandex, Karet Sepatu, Seal, Kerajinan, dan Coating. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun manakah yang kita pilih untuk aplikasi kreasi kita?
Continue reading Material M020 – Epoxy vs Polyurethane

Posted on Leave a comment

Seri Urban Garden: Menanam Melon di Kawasan Urban

Tanaman melon bukanlah tanaman asli Indonesia, namun bisa dibudidayakan di Indonesia. Bahkan, sudah ada banyak petani melon di Indonesia sehingga kita pun bisa menikmati melon hampir sepanjang tahun. Tanaman ini bisa tahan di dataran tinggi maupun dataran rendah, memerlukan sinar matahari langsung sepanjang hari, dan membutuhkan penyiraman setiap hari. Tanaman melon bisa juga ditumbuhkan di pekarangan rumah, di teras, ataupun balkon. Akan tetapi, tanaman ini sangat rentan terkena berbagai penyakit dan hama, terutama apabila diguyur hujan lebat sepanjang hari terus menerus. Oleh karena itu penanaman di musim hujan sangat membutuhkan banyak perawatan, memerlukan parit irigasi, atau memerlukan bedengan. Penanaman dalam rumah kaca lebih membantu di musim hujan. Rekomendasi penanaman melon adalah di musim panas atau musim kemarau, dengan pengairan yang cukup.
Continue reading Seri Urban Garden: Menanam Melon di Kawasan Urban

Posted on Leave a comment

Poin-Poin Penting Instalasi Vertical Garden (Green Wall)

Green Wall atau Vertical Garden, adalah salah satu metode menanam yang memanfaatkan bidang-bidang vertikal seperti dinding dan pagar, serta bidang-bidang miring seperti atap, shading, dan kanopi. Jenis tanaman yang digunakan dalam instalasi green wall bisa beragam, tergantung seperti apa struktur penopang dan media tanam yang digunakan. Seringkali jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman rambat dan tanaman yang berkembang biak secara vegetatif seperti dengan geragih, spora, dan/atau tunas adventif. Untuk instalasi indoor, tanaman habitat asli tropis seperti paku, suplir, dan kategori tanaman gulma sering juga dimanfaatkan. Tanaman-tanaman tersebut dianggap lebih tahan banting, juga cepat tumbuh sehingga bisa secara aktif memenuhi bidang vertikal tanpa perlu banyak medium untuk akar.

Tanaman rambat dan tanaman-tanaman vegetatif, di lain pihak, juga bisa menjadi ‘terlalu aktif’ lalu menancapkan akar-akarnya pada dinding. Akar-akar ini dapat menjadi jalan masuk air ke dalam dinding, juga menyebabkan retak-retak rambut dan mempercepat kerusakan dinding. Dengan demikian, perlindungan dinding dan pemangkasan tanaman secara berkala perlu dilakukan. Instalasi green wall sangat memerlukan perawatan, sehingga tidak dikategorikan low maintenance seperti halnya dinding berlapis cat waterproof dan/atau weatherproof, ataupun dinding batuan dengan lapisan anti jamur.

Lantas, mengapa green-wall tetap menjadi salah satu alternatif penutup dinding eksterior yang direkomendasikan jika perawatannya tidak minimal? Dalam artikel Strategi Mengurangi Panas Dinding Barat dan Utara (klik disini), kami membahas salah satu fungsi green wall yakni untuk mengurangi panas matahari (kalor) yang terserap oleh dinding. Pengurangan serapan kalor ini bisa memudahkan pengondisian temperatur interior sehingga ruang di balik dinding tidak terlalu panas di siang dan sore hari. Selain membantu pemilik rumah memperoleh kenyamanan termal, keberadaan green wall juga membantu mengurangi urban heat island, yaitu penumpukan panas di perkotaan akibat banyaknya permukaan yang menyerap dan memancarkan kalor. Selama beberapa dekade terakhir sudah banyak penelitian yang mengupas permasalahan urban heat island. Sudah banyak pula yang merekomendasikan perbanyakan tanaman di lingkungan perkotaan, salah satunya dengan instalasi green wall.
Continue reading Poin-Poin Penting Instalasi Vertical Garden (Green Wall)

Posted on Leave a comment

Cara Membuat Clay dari Tepung (DIY)

Clay sederhana yang tersedia di alam adalah campuran tanah dan air, yang biasa disebut lempung atau tanah liat. Tanah lempung bisa dibentuk menjadi batu bata, tembikar, genteng, mud brick (adobe), penutup lantai, dan plaster penutup dinding. Definisi geologis ‘clay’ atau lempung adalah mineral yang mengandung banyak partikel silikat dan aluminium, berpartikel kecil, serta memiliki daya tarik menarik tinggi antar partikelnya.
Continue reading Cara Membuat Clay dari Tepung (DIY)

Posted on Leave a comment

Cara Membuat Yogurt Creamy (DIY)

Membuat yogurt sangatlah mudah, bisa dilakukan di rumah. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan aneka manfaat yogurt, misalnya sebagai sumber vitamin B2, B5, B12, kalsium, iodine, dan aneka jenis asam amino bermanfaat. Menurut penelitian, susu yang difermentasi lebih mudah dicerna dibandingkan susu segar.
Continue reading Cara Membuat Yogurt Creamy (DIY)

Posted on Leave a comment

Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Bleaching kayu (pemutihan) sering kali dilakukan untuk mendapatkan warna kayu yang lebih terang dari warna aslinya. Hal ini banyak dilakukan oleh pengrajin mebel agar warna yang dihasilkan dapat menyesuaikan desain yang diinginkan. Selain itu, bleaching juga diperlukan untuk membersihkan kayu dari jamur dan noda biru (blue stain) akibat mikroorganisme, mineral, dan bekas-bekas korosi metal. Terkadang sekalipun warna kayu sudah sesuai dengan yang diinginkan, kita juga tetap perlu melakukan penyesuaian di beberapa titik seperti pada bagian mata kayu, bagian end-grain, bekas lem, ataupun pada bekas-bekas getah. Langsung saja kita mengupas beberapa metode yang biasa digunakan untuk melakukan bleaching.
Continue reading Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Posted on Leave a comment

DIY Recycle Bin dari Kayu Palet dan Wiremesh

Memilah dan mengelola sampah rumah tangga sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada sebagian orang. Namun, banyak juga yang masih enggan melakukannya dan tidak sedikit yang berpendapat bahwa memilah sampah itu kegiatan yang percuma.
Continue reading DIY Recycle Bin dari Kayu Palet dan Wiremesh

Posted on 1 Comment

Minimalism Kembali Lagi, namun Tidak Semua Minimalism itu Sama (Part 3: Environmentalism & Experientialism)

Seri artikel ini membahas minimalism dari beberapa sudut pandang yaitu (1) minimalism dalam seni, aesthetic, dan arsitektur; (2) financial minimalism; (3) digital minimalism; (4) minimalism dan environmentalism; dan (5) simplified experientialism.
Continue reading Minimalism Kembali Lagi, namun Tidak Semua Minimalism itu Sama (Part 3: Environmentalism & Experientialism)

Posted on 1 Comment

DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas

Limbah kain adalah salah satu jenis limbah yang lama terurai oleh alam. Sekalipun ada usaha daur ulang dan reuse, kecepatan produksi tekstil seluruh dunia tetap tidak seimbang dengan kecepatan daur ulang dan penguraian limbah kain yang tak terpakai lagi. Banyak negara, baik produsen garmen seperti negeri kita, maupun negara tujuan akhir siklus baju bekas seperti negeri kita dan banyak negeri lainnya, pada akhirnya harus mengelola limbah tekstil dalam jumlah sangat banyak. Bila kuantitas limbah melebihi kapasitas pengelolaan suatu daerah, maka akan ada banyak limbah yang tidak terkelola. Limbah yang tidak terkelola ada yang menggunung sebagai land fill atau urugan terbengkalai, ada yang dibakar, ada yang mencemari saluran air bahkan menjadi tentakel raksasa di laut lepas yang membahayakan perahu bermotor dan hewan-hewan laut. Kita sendiri pun mungkin sering bingung mau dikemanakan ya baju-baju bekas yang tak layak didonasikan. Sayangnya biaya untuk mengubah baju bekas menjadi benang baru dan kain baru tidaklah murah.

Oleh karena itu, mari membuat Clothcrete Planter! Kita akan memanfaatkan handuk bekas dan sisa-sisa semen dan pasir pasca renovasi rumah. Memang membuat Clothplanter hanyalah respon kecil atas permasalahan limbah tekstil yang begitu besar. Solusi untuk limbah tekstil harus diawali dengan kebijakan para pemegang kepentingan di industri fashion baik itu pemerintah maupun pengusaha, juga diimbangi oleh kesadaran kita sebagai konsumen untuk lebih menyadari apa yang kita beli, kita kenakan, dan kita buang. Akan tetapi, karena ini adalah proyek DIY, tidak ada salahnya mulai dari hal kecil.
Continue reading DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas