Posted on Leave a comment

M017 – Papercrete, Teknologi Berusia 5 Dekade

Di antara kita mungkin ada yang pernah membuat prakarya dari bahan papercrete di sekolah. Atau minimal, bubur koran yang dibentuk dengan bantuan lem aci. Betul, papercrete memang sederhana dan sama sekali bukan barang baru, namun bisa jadi sangat bermanfaat jika kita mengupas lagi potensinya. Bagi sebagian pihak, papercrete adalah bahan penelitian yang serius, sebab penggunaan kertas pada campuran beton bisa mengurangi penggunaan portland cement, mengurangi berat satuan beton yang dihasilkan (dead load), meningkatkan kuat lentur, meningkatkan kohesi adonan, mengurangi konduktivitas termal, dan juga mengurangi biaya membuatan beton atau adukan plaster. Kekurangan dari papercrete ada pada sifatnya yang kurang tahan terhadap air (menyerap air), juga kehawatiran publik atas ketahanannya terhadap api. Namun, masing-masing material pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan papercrete ini masih bisa ditutupi dengan waterproof dan tambahan pelindung api.
Continue reading M017 – Papercrete, Teknologi Berusia 5 Dekade

Posted on

Material M015 – Bio-Cement, Bio-Grout, dan Bio-Aggregate; Perjalanan Mencari Alternatif Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Hunian adalah kebutuhan primer manusia. Kita bisa menduga, bahwa material penyusun hunian adalah salah satu bentuk ‘engineering’ perintis yang dibuat manusia. Seiring kesadaran dan kepedulian manusia terhadap kelestarian lingkungan, muncul penelitian dan eksperimen rekayasa untuk menghasilkan bahan bangunan yang sesedikit mungkin memberikan dampak negatif kepada lingkungan. Salah satu jalur penelitian ini membawa kita pada istilah “Biomaterial”. Istilah ini berkembang terutama di dunia medis, dalam rangka menghasilkan bahan-bahan implant, obat, dan scaffold jaringan yang tidak membahayakan tubuh. Namun istilah ini juga berkembang ke bidang-bidang lainnya, termasuk dunia konstruksi.

Continue reading Material M015 – Bio-Cement, Bio-Grout, dan Bio-Aggregate; Perjalanan Mencari Alternatif Bahan Bangunan Ramah Lingkungan
Posted on

Material M014 – Tegel

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai terrazzo sebagai material yang dapat digunakan untuk melapis lantai, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai tegel. Apa sih, tegel itu, dan apa ya bedanya dengan keramik? Katanya tegel itu material yang cocok digunakan di negara beriklim tropis, loh. Apa ya, kelebihannya? Kita cari tahu bersama-sama, ya.

Continue reading Material M014 – Tegel

Posted on

Material M013 – Terrazzo

Belakangan ini, terrazzo kembali populer sebagai material dalam dunia arsitektur. Material ini merupakan produk turunan dari mosaik marmer yang digunakan di Venice, Italia, di abad ke-16 sebagai material lantai di istana maupun di rumah-rumah. Melalui artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah terrazzo, cara pemasangan, hingga kelebihan dari material ini.

Continue reading Material M013 – Terrazzo

Posted on

Material M012 – Mud Brick, Material Bangunan Kuno

Lumpur merupakan material berbentuk liquid maupun semi-liquid yang terbuat dari campuran air dan beberapa jenis tanah (misalnya loam, silt, atau lempung). Secara alami, lumpur dapat terbentuk setelah terjadi hujan atau di daerah yang dekat dengan sumber air. Kita biasa melihat lumpur sebagai permukaan tanah yang lembek dan cenderung membuat kotor jika diinjak. Namun, tahukah makers bahwa lumpur dapat diproses menjadi mud brick, sebuah material bangunan yang sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu.

Continue reading Material M012 – Mud Brick, Material Bangunan Kuno

Posted on

Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Kaca bukanlah material yang asing dalam kehidupan kita.  Kaca dapat digunakan mulai dari alat makan seperti piring dan gelas, hingga wadah makanan. Bisa juga digunakan sebagai table top, maupun penutup lemari. Nah, kalau dalam bangunan, penggunaannya yang paling sederhana adalah pada jendela dan panel pintu.

Penggunaan kaca pada bangunan sudah dimulai di negara-negara di Eropa sejak abad ke 19 (Butera, 2018). Namun, penggunaannya secara massal baru dilakukan setelah penemuan proses pembuatan float glass pada tahun 1958 oleh Pilkington dan Bickerstaff. Proses ini membuat kaca yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, bentuk yang lebih beragam dan permukaan yang rata dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan teknologi pembuatan kaca pada abad ke-19.

Continue reading Material M011 – Kaca dalam Arsitektur

Posted on

Material M010 – Melapis dengan HPL

Tanpa kita sadari, mungkin sebetulnya kita sudah sangat sering bertemu dengan material HPL. Pada permukaan meja kerja, seluruh permukaan rak buku yang ada di rumah, atau mungkin di dinding dan di lantai rumah yang kita kunjungi. Kadang-kadang material ini memiliki motif kayu dan memiliki nuansa warna kecoklatan, tapi ada juga yang hanya memiliki warna tanpa motif tertentu.

HPL merupakan material pelapis serbaguna yang sudah digunakan secara komersial di Amerika Serikat sejak akhir tahun 1940-an. Material ini dapat digunakan sebagai bahan pelapis dinding, lantai, furnitur (meja, rak, dll.), counter tops, hingga fasad bangunan. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih jauh mengenai proses pembuatan HPL hingga kenapa material ini digunakan.

Continue reading Material M010 – Melapis dengan HPL

Posted on

Material M009 – Engineered Wood

Kayu masih menjadi material bangunan yang digemari sampai saat ini. Engineered wood adalah sebuah produk turunan kayu yang banyak digunakan. Mulai dari furnitur, bangunan hingga interior alat transportasi seperti pesawat terbang dan bus. Tentunya kita sudah cukup familiar dengan beberapa jenis produk turunan kayu yang akan di bahas di bawah ini.
Continue reading Material M009 – Engineered Wood

Posted on

The Strongest Paper

Kertas adalah sebuah material yang banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya saat dulu bersekolah dan harus membaca buku pelajaran atau mengerjakan ulangan. Tapi juga saat menerima paket, saat menerima struk pembayaran, dan bahkan saat berbelanja sayur ke pasar ketika penjualnya membungkus belanjaan dengan kertas. Saking seringnya, kita mungkin sudah mengasosiasikan kertas sebagai material yang fleksibel, mudah terlipat, mudah berubah bentuk, mudah robek akibat terkena air atau dengan tarikan. Terlihat sangat bertolak belakang dengan beton, bukan? Karena itu, sangat wajar untuk sulit membayangkan bahwa kertas merupakan material yang dapat digunakan dalam bangunan, apalagi menjadi material struktural.

Continue reading The Strongest Paper

Posted on

Material M007 – Cork, si Material Ramah Lingkungan

Dibandingkan material yang pernah dibahas sebelumnya, cork sebagai material bangunan mungkin masih cukup asing. Apalagi cork, atau gabus, lebih familiar sebagai bahan bulletin board atau wine stopper. Memang, 70% produksi cork di dunia digunakan untuk memproduksi wine stopper dan hanya 22% yang digunakan untuk memproduksi bahan bangunan. Padahal material ini adalah material yang sangat ramah lingkungan, dari proses panennya, produksinya, hingga penggunaannya.

Continue reading Material M007 – Cork, si Material Ramah Lingkungan