Posted on Leave a comment

Grasshopper G013 – Data dan Manajemen Data (Part 3)

Boolean

Dalam berbagai bahasa programming, ada cara untuk memproses kalimat kondisional. Misalnya:
‘Jika objek berupa open curve, maka tutup objek tersebut hingga menjadi closed loop’.
‘Jika ada gap antara dua garis, sambungkan dengan extend garis pertama.’
‘Jika objek berbentuk segitiga, delete.’
Tentunya dalam Bahasa Inggris seperti ini
‘If the curves are open, close it. If the curves have more than 5 nodes, delete it.’
Proses Boolean menghasilkan jawaban true/false. Akan tetapi jika kalimat kondisionalnya memberikan syarat dan alternatif lain, maka mungkin juga ada opsi ketiga atau keempat.

Fungsi (Evaluate)

Cara menggunakan komponen [Evaluate] cukup sederhana. Klik-kanan pada canvas lalu masukan komponen [Evaluate]. Akan muncul satu komponen yang memerlukan tiga input yaitu input F, x, dan y (bisa dikurangi hanya x saja, y saja, atau bisa ditambah dengan z). Input x dan y adalah value yang kita masukan, sementara input F akan berisi rumus/expression. Untuk memasukan expression, kita bisa klik kanan pada huruf F lalu masukan rumus pada Expression Editor, setelahnya klik Commit Changes.

Divide

Sesuai namanya, divide berguna untuk memisahkan data ke dalam beberapa set. Misalnya ada dua kurva yang terhubung sebagai satu data, padahal kenyataannya di dalam Rhino kedua kurva itu adalah objek yang berbeda. Untuk memisahkan kedua kurva itu kita bisa memisahkan data dengan melibatkan Command / Component Divide. Divide pun ada macam-macam. Ada Divide Curve untuk memisahkan kurva, ada Divide Domain untuk membagi domain, ada juga Divide Domain Kuadrat untuk membagi domain ke dua arah. Untuk Divide Curve misalnya dengan definisi seperti berikut:

Contoh salah satu komponen Divide yaitu Divide Curve

Cull Pattern

Contoh praktis Cull Pattern adalah pada manipulasi satu permukaan. Misalkan ada sebuah persegi panjang, kemudian kita membuat grid vertex di atasnya. Lalu kita ingin membuat grid tersebut berselang-seling antara baris ganjil dan baris genap. Maka kita bisa menggunakan definisi seperti berikut:

Contoh manajemen data dengan Cull Pattern, kita bisa memilih hanya baris tertentu saja yang diambil datanya.

Shift

Shift artinya menggeser. Yang kita geser adalah data berdasarkan urutan awalnya pada sebuah list (daftar). Misal data yang tadinya berada di urutan ketiga kini naik menjadi urutan pertama, dengan demikian menggeser data urutan pertama dan kedua ke posisi di kedua terbawah. Contoh kegunaan shift misalnya dalam menduplikasi model Twisting Tower Calatrava atau membuat model rotating column.

Weave

Weave artinya menganyam, ketika kita menganyam kita bisa menggabungkan beberapa set data menjadi satu, akan tetapi kita bisa mengisi daftar data bergantian. Dengan kata lain, data yang tergabung tidak menjadikan data set kedua semuanya berada di bawah data set pertama. Contohnya adalah seperti berikut: Misalnya kita mempunyai data set 1 berisi bilangan ganjil {1,3,5,7} dan data set 2 berisi bilangan genap {2,4,6,8}. Lalu kita menggabungnya menjadi berurutan menjadi {1,2,3,4,5,6,7,8}, bukan {1,3,5,7,2,4,6,8}.

——————————–

1. G001 – Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula
2. G002 – 10 Kategori “Component” pada Grasshopper 3D
3. G003 – Pengelolaan Data dalam Grasshopper (Computational Design)
4. G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)
5. G005 – Membuat progressif scaling dan progressif shading dengan Attractor Point dalam Grasshopper
6. G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)
7. G007 – NURBS Curves
8. G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc
9. G009 – Voronoi
10. G010 – Data dan Manajemen Data (Part 1)
11. G011 – Kelompok Komponen Skalar dalam Grasshopper
12. G012 – Data dan Manajemen Data (Part 2)
13. G013 – Data dan Manajemen Data (Part 3)

——————————–

Wallahua’lam

——————————–

Posted on Leave a comment

Grasshopper G012 – Data dan Manajemen Data (Part 2)

Sebelumnya kita sudah membahas perbedaan data volatil dan data persistent. Saat ini kita akan membahas contoh manajemen data-data volatil. Di antaranya: equality, similarity, larger, smaller, range, series, dan domain. Continue reading Grasshopper G012 – Data dan Manajemen Data (Part 2)

Posted on Leave a comment

Online Tool for Makers, Akselerasi Belajar untuk Para Makers

Halo Sobat Makers! Kali ini Diyfab akan membagikan referensi belajar online yang bisa membantu kita semua lebih jago dalam hal bebikinan. Sudah mejadi kelaziman, ketika kita membuat sesuatu, kita harus sekaligus belajar banyak hal. Seringkali multi-disiplin. Kolaborasi lintas disiplin ketika membuat tim juga memerlukan dasar-dasar pengetahuan akan masing-masing disiplin yang akan kita libatkan. Banyak hal yang bisa kita pelajari asalkan kita memiliki niat yang benar dan bersungguh-sungguh. Berikut beberapa tool/alat yang bisa kamu gunakan untuk belajar.
Continue reading Online Tool for Makers, Akselerasi Belajar untuk Para Makers

Posted on Leave a comment

Teori Warna dan Optik dari Aristoteles hingga Newton

Serial Warna & Desain – 1442 H / 2021 M

Berkaitan dengan warna, kita para praktisi tentu sehari-harinya sering berinteraksi dengan pewarna (dye) dan pigmen. Pigmen adalah mineral yang secara alami memiliki warna, yang sejak dahulu diolah dan digunakan pada cat, karet, plastik, linoleum, keramik, pensil warna, dan aneka produk lainnya. Pigmen tidak berikatan secara kimia dengan substrat yang diwarnainya, sementara pewarna celup (dye) adalah pewarna yang secara kimia berikatan dengan substrat yang diwarnai. Egyptian blue (calcium copper silicate) dianggap sebagai pigmen pertama yang digunakan oleh manusia (Crewdson, 1953: 34; Habashi, 2016: 156). Pada perkembangan pigmen, bahan-bahan mineral yang sering digunakan sebagai sumber warna adalah: (1) alumunium, (2) arsenic (sudah dilarang karena beracun), (3) cadmium, (4) karbon, (5) cobalt, (6) krom (chromium), (7) tembaga (copper), (8) besi (iron), (9) timbal (sudah dilarang karena beracun), (10) mangan, (11) mercuri (beracun, dahulu pekerja tambangnya adalah narapidana buangan karena merkuri memang sudah dikenal beracun), (12) molybdenum, (13) titanium, (14) seng (zinc), (15) uranium, dan (16) emas (Habashi, 2016: 156-164). Sementara itu bahan organik yang dikenal menghasilkan pigmen di-antaranya: (1) Indanthrene, (2) Phosphotungstic, (3) Alizarin Crimson, (4) Permanent Orange, dan (5) Indanthrene Blue (Crewdson 1953: 88).
Continue reading Teori Warna dan Optik dari Aristoteles hingga Newton

Posted on Leave a comment

Manfaat Membuat Food Journal

Food Journal atau Food Diary adalah catatan harian terkait apa-apa saja yang kita konsumsi dalam sehari baik itu makanan, minuman, ataupun suplemen. Kita memang tidak perlu makan mewah dan tidak perlu berlebih-lebihan dalam mengatur makanan dan minuman. Namun, hidangan sederhana dan budget belanja yang hemat juga bukan berarti kita boleh mengabaikan kebutuhan asupan gizi bagi diri kita dan keluarga. Tentunya kita tidak mau tiba-tiba diri kita atau anggota keluarga kita mengidap penyakit akibat kekurangan zat nutrisi tertentu. Apalagi mengidap penyakit komplikasi yang menyebabkan perlunya perawatan kesehatan intensif di rumah sakit. Na’udzubillahi min dzaalik. Semoga sehat-sehat semua ya. Aamiin.
Continue reading Manfaat Membuat Food Journal

Posted on Leave a comment

Sisi Positif “Aesthetic” di Kalangan Millenial dan Creativepreneur

Seri Creativepreneur – Ramadhan 1442 H

Sejak diciptakan, manusia sudah memiliki bekal kecintaan pada keindahan. Segala sesuatu yang indah dan menyenangkan indera tentu akan menggembirakan setiap orang. Sebaliknya segala sesuatu yang kotor dan berantakan tentunya akan membuat semua orang terganggu. Tak hanya manusia, malaikat pun menyukai rumah yang bersih dan wangi dan tidak suka pada tenpat-tempat yang bau. Kita pun dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing tanpa memberatkan diri dan orang lain.
Continue reading Sisi Positif “Aesthetic” di Kalangan Millenial dan Creativepreneur

Posted on Leave a comment

Membuat “To-Do-List” yang Efektif bagi Insan Produktif, termasuk Creativepreneur

Disclaimer: Halaman ini mungkin menampilkan iklan. Semua Iklan yang ditampilkan tidak berafiliasi dengan Diyfab. Mohon laporkan kepada admin melalui laman ini, apabila ditemukan iklan yang kurang berkenan. Terima kasih.

Seri Creativepreneur – Ramadhan 1442 H

Kebanyakan dari kita sebenarnya adalah Insan Produktif; jika kita menjalankan tugas-tugas harian dengan baik serta bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Seorang ibu rumah tangga yang mengerjakan tugas-tugasnya dan tidak tergelincir menggosip, nonton drama 8 jam, ataupun ketagihan belanja online, adalah insan produktif. Seorang kepala keluarga yang bekerja mencari nafkah serta mengerjakan tugas-tugas harian lainnya tanpa tergelincir main game, nonton debat politik tiada akhir, dan nonton Netflix berjam-jam, adalah insan produktif. Seorang anak yang mengerjakan tugas-tugasnya belajar dan membantu orang tua serta tidak tergelincir main game, scrolling komik online berjam-jam, atau terjebak channel-channel tak bermanfaat, juga termasuk insan produktif.
Continue reading Membuat “To-Do-List” yang Efektif bagi Insan Produktif, termasuk Creativepreneur

Posted on Leave a comment

Meningkatkan Adaptability Creativepreneur dengan Blue Ocean Strategy

Disclaimer: Halaman ini mungkin menampilkan iklan. Semua Iklan yang ditampilkan tidak berafiliasi dengan Diyfab. Mohon laporkan kepada admin melalui laman ini, apabila ditemukan iklan yang kurang berkenan. Terima kasih.
—-

Seri Creativepreneur – Ramadhan 1442 H

Adaptability adalah salah satu kunci keberhasilan Creativepreneur, baik yang baru memulai maupun yang sudah bermain cukup lama. Kenapa harus mampu beradaptasi? Berapa banyak UMKM Indonesia yang ‘dimakan’ oleh para ‘pemain’ dropshipper dan para pemilik toko palugada marketplace yang menggunakan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi atau Matikan)? Saya sendiri tidak begitu paham apakah strategi ini masih masuk persaingan yang sah dan fair, atau sudah termasuk bentuk persaingan tidak sehat. Silakan para pembaca menilai sendiri dari contoh yang saya paparkan.
Continue reading Meningkatkan Adaptability Creativepreneur dengan Blue Ocean Strategy

Posted on Leave a comment

Atomic Habit: Menyederhanakan Kebiasaan Harian Seorang Creativepreneur

Seri Creativepreneur – Ramadhan 1442 H

Sebelumnya kita sudah membahas pentingnya membangun kebiasaan baik bagi Creativepreneur. Namun, selain ‘membangun kebiasaan’, juga penting untuk tidak memenuhi ‘piring’ kita dengan banyaknya target transformasi dalam satu waktu sekaligus. Hal itu akan memberatkan dan umumnya akan membuat program transformasi kebiasaan itu tidak bertahan lama. Atomic Habit, Tiny Habit, dan Mini Habit, adalah tiga judul buku yang berusaha mengupas rahasia kebiasaan-kebiasaan kecil yang memberikan dampak signifikan kepada hari-hari kita. Menurut hemat kami ketiga buku ini bisa membantu Sobat Makers sekalian yang kini sedang merintis menjadi Creativepreneur, agar bisa memupuk lebih banyak kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Pada artikel kali ini kita akan membahas salah satunya dulu, yaitu Atomic Habits.

Continue reading Atomic Habit: Menyederhanakan Kebiasaan Harian Seorang Creativepreneur

Posted on Leave a comment

Mengapa Membangun Kebiasaan Baik itu Penting bagi Creativepreneur?

Serial Creativepreneur – Ramadhan 1442 H

Konsepsi umum tentang pekerja dan entrepreneur kreatif adalah bahwa pribadi-pribadinya itu berantakan, tidak teratur, bekerja sesuai mood saja, urakan, bebas, dan kurang serius. Konsepsi ini begitu melekat di masyarakat, termasuk juga di sebagian pegiat wirausaha kreatif itu sendiri. Umumnya orang menganggap karakter semacam itu adalah karakter yang sangat wajar bagi insan kreatif. Padahal sebenarnya, segala sesuatu yang teratur itu sangat baik. Mayoritas entrepreneur kreatif yang sukses justru mereka yang mampu mengatur dirinya dan memiliki disiplin yang tinggi. Sering kali saya menemukan, kamar para ‘artis’ yang disebut-sebut ‘pasti berantakan’ itu justru lebih rapi dan terorganisir dari kamar seorang dokter. Juga, etos kerja mereka pun tidak kalah dengan para engineer dan pekerja white-collar di lingkungan kerja bersertifikat ISO-9001, dengan tingkat kepresisisian yang tinggi pula. Tentunya setiap karakter berbeda-beda, juga situasi setiap orang berbeda-beda. Namun yang ditekankan adalah bahwa prinsip untuk menjadi seseorang yang berhasil di dunia kreatif yang dinamis juga mencakup manajemen, disiplin, organisasi, perbaikan, inovasi, dan kebiasaan-kebiasaan baik; di samping prinsip penting lainnya seperti niat baik, do’a, dan tawakkal.

Continue reading Mengapa Membangun Kebiasaan Baik itu Penting bagi Creativepreneur?