Posted on Leave a comment

Seri Urban Farming – Berkebun Kale di Lahan Tropis

Kale atau yang biasa disebut kubis keriting adalah tanaman jenis sayuran yang memiliki variasi warna daun hijau kebiruan, hijau muda, merah, dan ungu tergantung pada varietasnya. Para ilmuwan memiliki perbedaan pendapat terkait kapan awal mula tanaman ini dikonsumsi oleh manusia. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa kale awalnya berasal dari kawasan Mediterania Timur dan Asia Minor. Di daerah aslinya yang memiliki empat musim, sayuran yang tergolong kedalam keluarga Brasisca ini umumnya ditanam pada akhir musim dingin atau awal musim semi. Selain itu, kale juga dapat menjadi pilihan tanaman yang disemai pada akhir musim panas untuk dipanen pada musim gugur dan musim dingin. Dalam berbagai kajian, tanaman ini dianggap sebagai superfood atau queen of vegetables karena kaya akan kandungan nutrisi dan antioksidan, di samping memiliki beragam manfaat bagi yang mengonsumsinya. Bahkan, hasil penelitian yang dilakukan oleh Becerra-Moreno et al. (2014) menyebutkan bahwa 1 porsi saji kale dapat memenuhi lebih dari 100% asupan harian vitamin A serta 40% vitamin C yang direkomendasikan. Lalu, apakah Anda tertarik untuk mulai menanam kale di kawasan tropis seperti Indonesia?
Continue reading Seri Urban Farming – Berkebun Kale di Lahan Tropis

Posted on 1 Comment

DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas

Limbah kain adalah salah satu jenis limbah yang lama terurai oleh alam. Sekalipun ada usaha daur ulang dan reuse, kecepatan produksi tekstil seluruh dunia tetap tidak seimbang dengan kecepatan daur ulang dan penguraian limbah kain yang tak terpakai lagi. Banyak negara, baik produsen garmen seperti negeri kita, maupun negara tujuan akhir siklus baju bekas seperti negeri kita dan banyak negeri lainnya, pada akhirnya harus mengelola limbah tekstil dalam jumlah sangat banyak. Bila kuantitas limbah melebihi kapasitas pengelolaan suatu daerah, maka akan ada banyak limbah yang tidak terkelola. Limbah yang tidak terkelola ada yang menggunung sebagai land fill atau urugan terbengkalai, ada yang dibakar, ada yang mencemari saluran air bahkan menjadi tentakel raksasa di laut lepas yang membahayakan perahu bermotor dan hewan-hewan laut. Kita sendiri pun mungkin sering bingung mau dikemanakan ya baju-baju bekas yang tak layak didonasikan. Sayangnya biaya untuk mengubah baju bekas menjadi benang baru dan kain baru tidaklah murah.

Oleh karena itu, mari membuat Clothcrete Planter! Kita akan memanfaatkan handuk bekas dan sisa-sisa semen dan pasir pasca renovasi rumah. Memang membuat Clothplanter hanyalah respon kecil atas permasalahan limbah tekstil yang begitu besar. Solusi untuk limbah tekstil harus diawali dengan kebijakan para pemegang kepentingan di industri fashion baik itu pemerintah maupun pengusaha, juga diimbangi oleh kesadaran kita sebagai konsumen untuk lebih menyadari apa yang kita beli, kita kenakan, dan kita buang. Akan tetapi, karena ini adalah proyek DIY, tidak ada salahnya mulai dari hal kecil.
Continue reading DIY Clothcrete Planter dari Limbah Kain Bekas

Posted on Leave a comment

2021: Beyond Expectation

Bismillah,
Selamat pagi Sobat Makers!

Diyfab bersyukur sekali atas pencapaian tahun 2020 lalu, walaupun penuh dengan turbulensi di tengah terjangan Pandemi. Semua itu tidak dapat tercapai tanpa karunia Allah swt, kemudian juga dengan dukungan dari Sobat Makers sekalian, karenanya kami sangat berterima kasih. Kami berharap sobat makers sekalian berhasil mencapai target-target 2020 yang telah lalu, serta siap menembus target baru di tahun 2021. Tentu kita semua prihatin dengan terjangan pandemi yang mempengaruhi kehidupan kita semua. Namun, kita harus tetap kreatif, tetap positif, dan terus mencari solusi untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

DIY atau Do It Yourself, adalah salah satu skill penting yang bisa meningkatkan adaptability sobat makers di berbagai situasi. Betapa kita semua anak-anak muda, moms n pops muda, telah meninggalkan skill-skill penting yang dulu merupakan skill mendasar yang harus dimiliki oleh para orang tua kita. Berapa banyak di antara kita yang familiar dengan penggunaan alat pertukangan, tali-temali, pertolongan pertama, food perservation, dissaster relief, dan terutama skill untuk merawat dan memperbaiki aneka produk yang kita punya mulai dari pakaian, perkakas, furniture, hingga peralatan elektronik? Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, skill DIY juga bisa membantu sobat makers semua dalam melakukan efisiensi baik waktu dan/atau finansial, tergantung yang mana dalam prioritas kita yang perlu dihemat. Bahkan, bila kita serius mempelajari sebuah skill, kita bisa mempergunakan skill itu untuk menyelesaikan masalah. Anything is possible.
Continue reading 2021: Beyond Expectation