Posted on

Material M014 – Tegel

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai terrazzo sebagai material yang dapat digunakan untuk melapis lantai, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai tegel. Apa sih, tegel itu, dan apa ya bedanya dengan keramik? Katanya tegel itu material yang cocok digunakan di negara beriklim tropis, loh. Apa ya, kelebihannya? Kita cari tahu bersama-sama, ya.

Continue reading Material M014 – Tegel

Posted on

Material M013 – Terrazzo

Belakangan ini, terrazzo kembali populer sebagai material dalam dunia arsitektur. Material ini merupakan produk turunan dari mosaik marmer yang digunakan di Venice, Italia, di abad ke-16 sebagai material lantai di istana maupun di rumah-rumah. Melalui artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah terrazzo, cara pemasangan, hingga kelebihan dari material ini.

Continue reading Material M013 – Terrazzo

Posted on

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui apa yang dapat membuat bangunan atau ruangan kita terasa panas, sekarang, kita akan mempelajari hal apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai thermal comfort di dalam ruang. Sebagai penduduk di negara beriklim tropis khatulistiwa, kita mungkin dimudahkan dengan perbedaan temperatur sepanjang tahun yang tidak terlalu ekstrim.

Continue reading Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Posted on

G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)

Kali ini kita akan mencoba mengaplikasikan Attractor Point pada permukaan bidang 2 dimensi. Metode ini sangat mudah diaplikasikan di berbagai rancangan; mulai dari desain kain, kemasan, furniture, hingga fasade bangunan.

Hasil akhir dari exercise kita kali ini adalah bentuk seperti berikut:
Continue reading G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)

Posted on 1 Comment

G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)

Vektor (vector) adalah objek geometri yang memiliki besaran (magnitude) dan arah (direction and sense of orientation). Sebuah vektor direpresentasikan oleh sebuah garis dengan arah yang jelas (umumnya digambar dalam bentuk panah). Garis tersebut menghubungkan titik awal (base point) dan titik akhir (terminal point) dengan panjang garis yang merepresentasikan nilai besaran (magnitude).

Vector direpresentasikan dalam Grasshopper dengan menggunakan komponen <Unit X>, <Unit Y>, dan <Unit Z>. Contoh definisi untuk membuat vector dari sebuah titik adalah sebagai berikut:
Continue reading G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)

Posted on

Bentuk Heksagon: Dari Rumah Lebah Hingga Arsitektur

Alam merupakan inspirasi terbesar bagi manusia. Banyak sekali pelajaran mengenai bentuk dan struktur alami yang ternyata, jika dipelajari, memiliki rahasia yang menguntungkan bagi manusia. Pada artikel kali ini, kita akan belajar mengenai rumah lebah dan bagaimana manusia mengaplikasikan pengetahuan dari rumah lebah dalam material buatan.

Rumah Lebah

Lebah madu memiliki rumah untuk dua kebutuhan penting : sebagai tempat tinggal yang aman bagi koloni lebah madu dan tempat untuk menyimpan nektar hingga menjadi madu. Rumah tersebut dibuat menggunakan lilin yang diproduksi oleh tubuh lebah. Namun, untuk memproduksinya 1 ons lilin, lebah butuh mengkonsumsi 8 ons madu yang mereka hasilkan, karena itu, lilin tersebut sangatlah berharga bagi lebah. Dan dengan menggunakan lilin tersebutlah, lebah membuat unit-unit tempat tinggal dan penyimpanan nektar berbentuk hexagonal.
Continue reading Bentuk Heksagon: Dari Rumah Lebah Hingga Arsitektur

Posted on

Material M005 – Plaster of Paris a.k.a Gypsum

Bahan utama dari plaster of parís adalah gypsum. Mineral Gypsum yang secara ilmiah disebut dengan calcium sulfate dihydrate (CaSO4.2H2O), merupakan salah satu material yang paling banyak dipergunakan di dunia konstruksi saat ini di samping tanah liat, kapur, dan silica. Gypsum, semen putih, dan bubuk kapur terlihat mirip secara sekilas seperti halnya penampakan visual berbagai jenis tepung dalam industri kuliner. Akan tetapi, meskipun gypsum, semen putih, dan kapur sama-sama berwana putih, ketiganya memiliki susunan senyawa dan sifat yang berbeda.
Continue reading Material M005 – Plaster of Paris a.k.a Gypsum

Posted on

Eksperimen Cat Putih pada Kayu

Minggu lalu kami melakukan eksperimen kecil-kecilan untuk melihat pengaruh dari jenis kuas, jenis cat, dan penggunaan wood filler dalam menghasilkan permukaan kayu bercat putih yang mulus mendekati sempurna. Yang kita lakukan adalah mengambil 7 papan kayu bekas dari workshop kemudian membuat 7 kombinasi eksperimen pengecatan sebagai berikut:
Continue reading Eksperimen Cat Putih pada Kayu

Posted on

Bucketlist Tanaman Interior Favorit 2019

Manusia memiliki kecenderungan untuk dekat dengan alam. Sedekat mungkin, sehingga secara alami kita suka mendengar kicauan burung, gemericik air, dan menikmati tanaman dalam ruang. Namun, menyimpan tanaman asli di dalam ruangan sering kali memerlukan perhatian ekstra: penyiraman, pemupukan, pemindahan berkala, dan penjemuran rutin. Perawatan  ini wajib dan tidak terhindarkan, sama seperti ketika kita memiliki hewan peliharaan. Tanaman yang kering dan rusak akibat kelalaian kita adalah tindak kriminal di dunia pertamanan. Jadi, Makers, berencanalah dengan penuh tanggungjawab sebelum memutuskan untuk mengadopsi tanaman-tanaman baru ya!
Continue reading Bucketlist Tanaman Interior Favorit 2019

Posted on

Material M003 – PLA, PCL, dan PVA; Polimer Bio-degradable Terfavorit

Ketika kita bekerja di workshop, terutama pada proses finishing, molding, reinforcing, atau tahap prototyping, kita berinteraksi dengan Polimer. Polimer dipergunakan secara luas dalam berbagai industri mulai dari industri kesehatan, arsitektur, kecantikan, peralatan rumah tangga, alat makan, aviasi, nautika, otomotif, elektronik, dan manufaktur. Beberapa jenis polimer sintesis yang memiliki ketahanan tinggi terbukti bermasalah dalam proses pengelolaan sampahnya. Hal ini diakibatkan kesulitan material tersebut untuk diurai oleh bakteri dan kondisi alam. Berangkat dari kesadaran ini kemudian minat ilmuwan, ahli teknik, pengusaha, dan masyarakat peduli lingkungan beralih ke jenis-jenis polimer yang dapat diurai (degradable). PLA, PCL, dan PVA adalah tiga jenis polimer yang dapat diurai serta dapat dikombinasikan dengan bahan matrix dari sumber alam untuk membentuk komposit ramah lingkungan.
Continue reading Material M003 – PLA, PCL, dan PVA; Polimer Bio-degradable Terfavorit