Posted on 1 Comment

Aplikasi Warna dalam Arsitektur dan Ruang

Aplikasi warna berkaitan erat dengan pembangunan dan pembuatan produk. Bahkan ketika warna ‘tambahan’ dihindarkan, ketika ‘kejujuran bahan’ sangat diagung-agungkan, warna tetap memainkan peran sebab setiap unsur, senyawa, dan bahan-bahan penyusun suatu produk semuanya memiliki warna. Cara memandang warna bisa sangat beragam. Ada yang memandang warna sebagai sesuatu yang ‘sekunder’ sehingga tidak terlalu diatur, ada yang memandangnya sebagai suatu ‘sangat berpotensi’ sehingga sangat perlu dikelola, ada yang mengelolanya dengan prinsip khusus, ada juga yang membiarkan ‘ketidaksengajaan’ memunculkan warna-warna secara acak.

Apakah warna adalah sesuatu yang signifikan ataukah ia sesuatu yang bisa diabaikan dalam arsitektur? Apakah ketiadaan warna itu baik, serta apakah pelapisan dengan zat pewarna bisa disebut ‘kejahatan’? Apakah warna membuat suatu bangunan, ruang, dan produk menjadi indah atau justru sebaliknya?
Continue reading Aplikasi Warna dalam Arsitektur dan Ruang

Posted on

Material M014 – Tegel

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai terrazzo sebagai material yang dapat digunakan untuk melapis lantai, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai tegel. Apa sih, tegel itu, dan apa ya bedanya dengan keramik? Katanya tegel itu material yang cocok digunakan di negara beriklim tropis, loh. Apa ya, kelebihannya? Kita cari tahu bersama-sama, ya.

Continue reading Material M014 – Tegel

Posted on

Material M013 – Terrazzo

Belakangan ini, terrazzo kembali populer sebagai material dalam dunia arsitektur. Material ini merupakan produk turunan dari mosaik marmer yang digunakan di Venice, Italia, di abad ke-16 sebagai material lantai di istana maupun di rumah-rumah. Melalui artikel ini, kita akan membahas mengenai sejarah terrazzo, cara pemasangan, hingga kelebihan dari material ini.

Continue reading Material M013 – Terrazzo

Posted on

Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Baca judul lain dari seri ini di sini:

Nyaman dalam Ruang #1: Kenapa Ruangan Terasa Panas?

Nyaman dalam Ruang #2: Passive Cooling

Nyaman dalam Ruang #3: Polusi Suara

Kualitas udara dalam ruang ternyata dapat menentukan tingkat kenyamanan suatu ruang dan mempengaruhi kondisi tubuh penghuni ruang tersebut. Tanpa kita sadari, kualitas air dalam ruang, seperti juga di luar ruangan, dapat mengandung material polutan di dalamnya. Sebuah studi bahkan menyatakan bahwa kandungan polutan dalam udara di dalam ruangan bisa jadi 2 hingga 5 kali lebih banyak daripada kandungan polutan udara di luar ruangan. Karena itu, jika kita lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, kenyamanan dan kondisi tubuh kita akan lebih mudah terpengaruh oleh kualitas udara di dalam ruang.

Yuk kita cari tahu apa saja komponen polutan udara dalam ruangan, sumber polutan dan efeknya, serta bagaimana cara memperbaiki kualitas udara di dalam ruang.
Continue reading Nyaman dalam Ruang #4: Kualitas Udara dalam Ruang

Posted on 2 Comments

G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)

Vektor (vector) adalah objek geometri yang memiliki besaran (magnitude) dan arah (direction and sense of orientation). Sebuah vektor direpresentasikan oleh sebuah garis dengan arah yang jelas (umumnya digambar dalam bentuk panah). Garis tersebut menghubungkan titik awal (base point) dan titik akhir (terminal point) dengan panjang garis yang merepresentasikan nilai besaran (magnitude).

Vector direpresentasikan dalam Grasshopper dengan menggunakan komponen <Unit X>, <Unit Y>, dan <Unit Z>. Contoh definisi untuk membuat vector dari sebuah titik adalah sebagai berikut:
Continue reading G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)

Posted on

Material M010 – Melapis dengan HPL

Tanpa kita sadari, mungkin sebetulnya kita sudah sangat sering bertemu dengan material HPL. Pada permukaan meja kerja, seluruh permukaan rak buku yang ada di rumah, atau mungkin di dinding dan di lantai rumah yang kita kunjungi. Kadang-kadang material ini memiliki motif kayu dan memiliki nuansa warna kecoklatan, tapi ada juga yang hanya memiliki warna tanpa motif tertentu.

HPL merupakan material pelapis serbaguna yang sudah digunakan secara komersial di Amerika Serikat sejak akhir tahun 1940-an. Material ini dapat digunakan sebagai bahan pelapis dinding, lantai, furnitur (meja, rak, dll.), counter tops, hingga fasad bangunan. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih jauh mengenai proses pembuatan HPL hingga kenapa material ini digunakan.

Continue reading Material M010 – Melapis dengan HPL

Posted on

Bekerja dengan Palet Kayu

Furnitur dengan bahan dasar palet kayu mungkin tidak asing lagi saat ini. Jika sedang browsing di pinterest, pasti mudah sekali menemukan kreasi furnitur dari bahan tersebut. Bahkan ada juga yang menawarkan langkah-langkah mudah untuk membuat furnitur dari palet kayu bekas.

Untuk yang belum familiar, palet sebetulnya adalah alas untuk memindahkan barang dengan menggunakan forklift, crane, atau alat berat lainnya. Palet juga digunakan untuk melindungi barang yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Fungsinya adalah untuk menjaga agar posisi barang tetap stabil. Palet bisa terbuat dari berbagai material seperti kayu, metal, dan plastik. Namun, palet dengan material kayu merupakan jenis yang paling mudah ditemui.
Continue reading Bekerja dengan Palet Kayu

Posted on

Bucketlist Tanaman Interior Favorit 2019

Manusia memiliki kecenderungan untuk dekat dengan alam. Sedekat mungkin, sehingga secara alami kita suka mendengar kicauan burung, gemericik air, dan menikmati tanaman dalam ruang. Namun, menyimpan tanaman asli di dalam ruangan sering kali memerlukan perhatian ekstra: penyiraman, pemupukan, pemindahan berkala, dan penjemuran rutin. Perawatan  ini wajib dan tidak terhindarkan, sama seperti ketika kita memiliki hewan peliharaan. Tanaman yang kering dan rusak akibat kelalaian kita adalah tindak kriminal di dunia pertamanan. Jadi, Makers, berencanalah dengan penuh tanggungjawab sebelum memutuskan untuk mengadopsi tanaman-tanaman baru ya!
Continue reading Bucketlist Tanaman Interior Favorit 2019

Posted on 2 Comments

G001 – Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula

Untuk belajar Grasshopper, beberapa langkah persiapan perlu dilakukan. Di antaranya:

  1. Download dan Install program Rhinoceros di komputer atau laptop Anda dari website resmi Rhino. Pastikan bahwa komputer yang digunakan memenuhi standar spesifikasi yang diperlukan.
  2. Download dan install Grasshopper dari website resmi Grasshopper.
  3. Pada website Grasshopper search dan download Grasshopper Primer dari Lift Architect (yang dibuat masih berdasarkan grasshopper versi lama, namun sangat membantu untuk belajar software ini dari dasar. Bisa juga mencari kumpulan video perkenalan Grasshopper dari Udemi (Bahasa Inggris).
  4. Jika perlu menggunakan software ini secepatnya, misalnya dalam project yang sedang deadline, silakan cari logika atau bentuk yang mirip dalam berbagai tutorial yang tersebar di web, youtube, ataupun Instagram. Kadang cara tercepat untuk belajar memang by practice.

Setelah persiapan ini selesai dilakukan saatnya mengenali interface / ruang interaksi Grasshopper. Caranya:

  1. Buka software Rhino

  1. Buka Grasshopper.

Pada Commands Bar di bagian atas, ketik Grasshopper dan tekan Enter. Software Grasshopper akan muncul dalam jendela yang terpisah. Rhino dan Grasshopper ini ibarat dua software yang ‘nyambung’. Terkadang kita menjadikan objek yang kita buat di Rhino sebagai input untuk Grasshopper, namun secara umum apapun yang kita rancang dalam Grasshopper akan ditampilkan di Rhino secara ‘live’.

  1. Mempelajari interface Grasshopper.

Bagian terpenting dari Grasshopper adalah Canvas dan Component. Canvas adalah layar berwarna abu muda tempat kita “menggambar” atau “menulis” script. Sementara itu Component adalah “lego” yang kita susun menjadi sebuah script yang dikenal dengan istilah “definition”. Setiap Component memiliki nama, tombol input, dan tombol output. Penampilannya seperti baterai yang bila disambung satu sama lain akan membentuk kalimat pemrograman yang panjang.

03

  1. Mempelajari jenis Component.

Terdapat ratusan Component yang terbagi ke dalam 10 kategori: Params, Math, Sets, Vector, Curve, Surface, Mesh, Intersect, Transform, dan Display. Cara untuk menemukan Component ini adalah (1) dengan membuka tab-tab di bagian atas jendela Grasshopper, atau (2) dengan double-click pada permukaan Canvas dan mengetik nama component yang kita inginkan.

Pengertian masing-masing kategori yang mengelompokan Component Grasshopper bisa segera dilihat dalam artikel yang satu ini. Kemudian definisi masing-masing Component itu sendiri bisa dilihat dalam website resmi Grasshopper (Bahasa Inggris, tentunya. Harap siapkan kamus). Jika kita mengikuti petunjuk Grasshopper Primer secara runut dan mengerjakan contoh latihan dalam buku tersebut, secara otomatis kita juga akan semakin mengenal apa itu component dan sedikit demi sedikit vocabulary Component kita bertambah.

Dari sini cukup jelas bahwa pengetahuan kita akan macam-macam Component serta cara mereka bekerja akan sangat membantu kita merancang di Grasshopper dengan cepat.

  1. Bereksperimen dengan rangkaian Component.

Bentuk beragam definition dan perhatikan hasilnya dalam layar Rhino. Sebagai desainer, tentu kita sendiri tetap yang menjadi kurator hasil akhir rancangan yang dihasilkan oleh Grasshopper.

Setelah perkenalan, langkah selanjutnya adalah bereksperimen. Terkadang kita bisa menjiplak dan memodifikasi Definition rancangan desainer lain, jika mendapat izin dari yang bersangkutan. Terkadang kita harus merancang logikanya terlebih dahulu lalu mengujinya dalam Grasshopper. Keberhasilan menghasilkan Definition yang mulus tentunya super sweet dan worth it, seperti halnya developer yang berhasil menulis coding. Jadi jangan menyerah. Terus bereksperimen.

Semoga bermanfaat.

Daftar artikel lainnya:
1. G001 – Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula
2. G002 – 10 Kategori “Component” pada Grasshopper 3D
3. G003 – Pengelolaan Data dalam Grasshopper (Computational Design)
4. G004 – Vector dalam Grasshopper (Computational Design)
5. G005 – Membuat progressif scaling dan progressif shading dengan Attractor Point dalam Grasshopper
6. G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)
7. G007 – NURBS Curves
8. G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc
9. G009 – Voronoi
10. G010 – Data dan Manajemen DAta (Part 1)
11. G011 – Kelompok Komponen Skalar dalam Grasshopper

——————————–

Wallahua’lam

——————————–