Posted on 1 Comment

G005 – Membuat progressif scaling dan progressif shading dengan Attractor Point dalam Grasshopper

Pada empat artikel sebelumnya, kita hanya membahas tentang perkenalan Grasshopper. Bagi sebagian orang membaca teori itu membosankan pastinya. Maka dari itu sekarang kita mulai tutorial yang menghasilkan bentuk-bentuk 3D agar lebih menarik dan masuk akal bagi para Designer dan Makers. Tapi sabar dulu. Meskipun membosankan, 4 artikel sebelumnya sangat penting untuk mengenal cara kerja Grasshopper, yang kalau tidak dipahami bisa berujung mandek dan tak jarang membuat orang menyerah dengan Grasshopper. Bagi yang belum sempat membaca, silakan lihat link berikut ini:

  1. G001 – Pengenalan Grasshopper untuk Pemula
  2. G002 – 10 Kategori Component dalam Grasshopper
  3. G003 – Pengelolaan Data pada Grasshopper
  4. G004 – Vector dalam Grasshopper

Karena kita baru saja membahas tentang Vector dan penggunaannya pada Grasshopper, kini kita akan mengaplikasikan prinsip vector dengan menggunakan Attractor Point dan referensi jarak relatif dari titik (point) tersebut untuk menentukan dimensi dan warna kubus-kubus di sekitarnya. Semakin dekat dengan Attractor Point, kubus akan semakin kecil dan warnanya mendekati merah.
Continue reading G005 – Membuat progressif scaling dan progressif shading dengan Attractor Point dalam Grasshopper

Posted on 2 Comments

G001 – Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula

Grasshopper bukan software yang digandrungi oleh desainer-desainer yang saya kenal, baik di Indonesia maupun di Luar. Grasshopper dianggap terlalu rumit, terlalu advance, dan terlalu bertele-tele. Bahkan banyak desainer yang berujar bahwa Grasshopper bagi mereka “ngga keotakan” sehingga mereka enggan untuk berurusan dengan Grasshopper. Hanya segelintir yang antusias untuk mempelajari Grasshopper.
Continue reading G001 – Perkenalan Grasshopper + Rhinoceros untuk Pemula

Posted on 1 Comment

Vector vs Pixels dalam Desain Digital

Vector dalam pelajaran Fisika adalah suatu objek yang memiliki nilai dan arah, misalnya gaya (force) yang direpresentasikan dengan simbol F atau kecepatan (velocity) yang direpresentasikan dengan simbol V. Jangan khawatir. Blog ini tidak berbicara tentang ilmu Fisika, tetapi berbicara tentang bentukan grafis dalam desain digital. Ada dua jenis bentukan grafis yang dikembangkan dalam perancangan digital: Vector dan Pixel. Gambar atau grafis yang memiliki basis Pixel biasanya berupa foto atau gambar dengan ekstensi (.jpg), (.jpeg), (.png), (.gif), dan sejenisnya. Bentukan grafis pixel sering juga disebut grafis raster. Sementara itu gambar atau grafis berbasis Vector biasanya disimpan dalam berntuk file ‘mentah’ dalam software yang digunakan untuk membuatnya, atau di simpan dengan ekstensi (.sgv), (.eps), dan (.pdf).
Continue reading Vector vs Pixels dalam Desain Digital