Posted on Leave a comment

M017 – Papercrete, Teknologi Berusia 5 Dekade

Di antara kita mungkin ada yang pernah membuat prakarya dari bahan papercrete di sekolah. Atau minimal, bubur koran yang dibentuk dengan bantuan lem aci. Betul, papercrete memang sederhana dan sama sekali bukan barang baru, namun bisa jadi sangat bermanfaat jika kita mengupas lagi potensinya. Bagi sebagian pihak, papercrete adalah bahan penelitian yang serius, sebab penggunaan kertas pada campuran beton bisa mengurangi penggunaan portland cement, mengurangi berat satuan beton yang dihasilkan (dead load), meningkatkan kuat lentur, meningkatkan kohesi adonan, mengurangi konduktivitas termal, dan juga mengurangi biaya membuatan beton atau adukan plaster. Kekurangan dari papercrete ada pada sifatnya yang kurang tahan terhadap air (menyerap air), juga kehawatiran publik atas ketahanannya terhadap api. Namun, masing-masing material pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan papercrete ini masih bisa ditutupi dengan waterproof dan tambahan pelindung api.
Continue reading M017 – Papercrete, Teknologi Berusia 5 Dekade

Posted on Leave a comment

Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Bleaching kayu (pemutihan) sering kali dilakukan untuk mendapatkan warna kayu yang lebih terang dari warna aslinya. Hal ini banyak dilakukan oleh pengrajin mebel agar warna yang dihasilkan dapat menyesuaikan desain yang diinginkan. Selain itu, bleaching juga diperlukan untuk membersihkan kayu dari jamur dan noda biru (blue stain) akibat mikroorganisme, mineral, dan bekas-bekas korosi metal. Terkadang sekalipun warna kayu sudah sesuai dengan yang diinginkan, kita juga tetap perlu melakukan penyesuaian di beberapa titik seperti pada bagian mata kayu, bagian end-grain, bekas lem, ataupun pada bekas-bekas getah. Langsung saja kita mengupas beberapa metode yang biasa digunakan untuk melakukan bleaching.
Continue reading Metode ‘Bleaching’ pada Kayu

Posted on Leave a comment

DIY Recycle Bin dari Kayu Palet dan Wiremesh

Memilah dan mengelola sampah rumah tangga sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada sebagian orang. Namun, banyak juga yang masih enggan melakukannya dan tidak sedikit yang berpendapat bahwa memilah sampah itu kegiatan yang percuma.
Continue reading DIY Recycle Bin dari Kayu Palet dan Wiremesh

Posted on

G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc

Sebelumnya kita sudah membahas apa itu NURBS.  Bagi yang penasaran untuk apa kita repot-repot belajar NURBS, bisa mampir dulu ke artikel wikipedia terkait sejarah dan perkembangan NURBS. Sementara itu, mari kita masuk ke jenis-jenis curve lainnya dalam Grasshopper.

Interpolated Curves

Ketika membuat Interpolated Curves, semua titik parameter dilalui / dihubungan oleh kurva. Komponen interpolated curves pada Grasshopper yang baru memiliki empat input: V (Vertices), D (Degrees), P (periodic), dan K (knot styles). Input V (vertices) adalah kumpulan titik referensi yang kita ambil dari Rhino. Sama seperti ketika kita akan membuat NURBS Curves. D (degree) juga sama, namun perlu diperhatikan bahwa pada interpolated curves, nilai degrees harus selalu ganjil. Input K, yang tidak ada pada komponen NURBS merujuk pada jarak spacing pada knot. Input K ini diisi dengan interger 0 (uniform spacing), 1 (chord), atau 2 (sqrtchord). Mari kita coba ketiga input tersebut pada komponen <IntCrv> kita dan lihat bagaimana hasilnya. Demikian adalah superimpose dari 3 buah interpolated-curve dengan knot style berbeda-beda.
Continue reading G008 – Interpolated, Kinky Curves, Polyline, dan PolyArc

Posted on

G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)

Kali ini kita akan mencoba mengaplikasikan Attractor Point pada permukaan bidang 2 dimensi. Metode ini sangat mudah diaplikasikan di berbagai rancangan; mulai dari desain kain, kemasan, furniture, hingga fasade bangunan.

Hasil akhir dari exercise kita kali ini adalah bentuk seperti berikut:
Continue reading G006 – Penggunaan ‘Attractor Point’ pada desain dua dimensi (Grasshopper)

Posted on

Material M008 – Aneka Perekat dalam Industri: Hot Melt, PVAc, Aliphatic Glue, dan Super Glue

Berikut ini adalah jenis-jenis lem yang sering digunakan di workshop. Sangat penting untuk mengenal aneka jenis lem ini sebelum menggunakannya pada proyek yang sedang dikerjakan, agar tidak mengganggu proses ataupun mengurangi kualitas pekerjaan kita. Continue reading Material M008 – Aneka Perekat dalam Industri: Hot Melt, PVAc, Aliphatic Glue, dan Super Glue

Posted on

Eksperimen Cat Putih pada Kayu

Minggu lalu kami melakukan eksperimen kecil-kecilan untuk melihat pengaruh dari jenis kuas, jenis cat, dan penggunaan wood filler dalam menghasilkan permukaan kayu bercat putih yang mulus mendekati sempurna. Yang kita lakukan adalah mengambil 7 papan kayu bekas dari workshop kemudian membuat 7 kombinasi eksperimen pengecatan sebagai berikut:
Continue reading Eksperimen Cat Putih pada Kayu